Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

17 Okt 2013

Perusahaan Perseorangan,Firma,CV,dan PT



1.      Syarat mendirikan perusahaan perorangan
Syarat mendirikan perusahaan perseorangan bisa dibagi menjadi tiga aspek penting, yaitu modal, pembukuan, dan pembayaran pajak.
Pertama, Anda sebagai entrepreneur harus menemukan sumber modal yang sesuai. Anda bisa pertimbangkan tabungan pribadi, pinjaman dari keluarga atau teman, pinjaman bank dan sebagainya. Jumlah modal yang diperlukan juga harus dikalkulasi dengan akurat.
Kedua, untuk menyusun pembukuan, Anda perlu mencantumkan poin-poin berikut ini:
· Keadaan kekayaan perusahaan
· Kebutuhan perusahaan
· Perjanjian kerja
· Surat, dokumen, korespondensi yang masuk dan keluar
· Laporan per periode (bisa per bulan, kuartal, tahun)
· Arsip
Ketiga, pembayaran pajak juga harus diperhatikan. Jenis-jenis pajak yang dibayarkan kepada negara ialah:
· Pajak penghasilan
· Pajak pertambahan nilai barang dan jasa
· Pajak penjualan atas barang mewah
· Pajak bumi dan bangunan
Prosedur mendirikan perusahaan perseorangan
Sebenarnya tidak ada aturan yang mengikat dalam pendirian perusahaan perseorangan. Akan tetapi, biasanya orang mengikuti prosedur berikut ini untuk mendirikan sebuah perusahaan perseorangan.
Izin permohonan usaha dari Dinas Perdagangan di wilayah setempat (izin usaha). Syarat-syarat untuk mendapatkan izin usaha adalah fotokopi KTP pemegang saham perusahaan, fotokopi NPWP, surat keterangan domisili atau SITU, neraca keuangan perusahaan, materai senilai Rp6.000.
Izin permohonan tempat usaha dari Pemda setempat juga harus dikantongi. Untuk itu, Anda harus menyerahkan proposal berisi rencana dan uraian lengkap usaha yang akan didirikan, termasuk biaya modal usahanya. Setelah itu, isi beberapa formulir yang sudah dipersiapkan. Jangan lupa untuk menyertakan denah lokasi usaha Anda. Beberapa fotokopi juga perlu disiapkan yaitu fotokopi KTP pengurus perusahaan, NPWP, dan surat bukti kepemilikan tanah dan atau bangunan yang dijadikan lokasi usaha.

Jika perusahaan perseorangan tidak cukup mewadahi bisnis Anda, mungkin Anda bisa coba mendirikan perusahaan dalam bentuk perseroan terbatas. Perusahaan bentuk ini biasanya berskala besar dan melibatkan banyak pihak dalam hal permodalan maupun dari struktur perusahaan.
Anda dapat mencari informasi bagaimana mendirikan perusahaan dalam bentuk PT dengan mengunjungi kantor kelurahan, kantor notaris, kantor pajak, Kementerian Hukum dan HAM, dan Badan Perizinan Terpadu (BPT).
Secara ringkas, berikut ini adalah langkah-langkah dalam pendirian perusahaan dalam bentuk perseroan terbatas (PT).
Pertama, membuat akte perusahaan di notaris
Perusahaan dalam bentuk PT harus sudah berbadan hukum, maka Anda wajib membuat akte perusahaan. Akte perusahaan berisi informasi mengenai nama perusahaan, nama pemilik modal, struktur perusahaan, dan bergerak di bidang apa. Notaris akan membantu Anda dalam menyiapkan akte tersebut.
Kedua, mendapatkan Surat Keterangan Domisili Usaha
Sebagai perusahaan berbadan hukum, Anda membutuhkan keterangan domisili perusahaan. Surat ini Anda dapatkan dari kantor kelurahan atau kantor kepala desa di mana perusahaan Anda berdomisili. Surat ini biasanya ditandatangani lurah atau kepala desa dan diketahui oleh camat pemerintah setempat.
Untuk mendapatkan surat keterangan domisili, Anda memerlukan salinan akte perusahaan Anda. Biasanya, biaya administrasi di kantor kelurahan yang dikenakan sebesar Rp200.000–Rp300.000.
Ketiga, mengurus NPWP perusahaan
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perusahaan mutlak Anda miliki jika ingin mendirikan perusahaan dalam bentuk PT. Untuk mendapatkan NPWP, Anda memerlukan salinan akte perusahaan dan surat keterangan domisili. Biasanya, pembuatan NPWP hanya butuh beberapa jam. Selain itu, tidak ada biaya administrasi yang perlu Anda bayar.
Keempat, mendapatkan Surat Keputusan pendirian perusahaan dari Kementerian Hukum dan HAM
Prosedur ini biasanya diurus oleh notaris. Bila Anda berkunjung ke kantor Kementerian Hukum dan HAM, di loket pengurusan SK perusahaan, tertera beragam biaya untuk berbagai hal. Untuk mengurus SK perusahaan misalnya, biayanya kira-kira Rp1.000.000. Bila Anda meminta bantuan notaris, tentu akan ada biaya tambahan. Notaris biasanya menyerahkan salinan akte perusahaan, Surat Keterangan Domisili dan NPWP perusahaan Anda untuk mendapatkan SK perusahaan.
Kelima, mengurus SIUP
SIUP merupakan bagian dari proses mendirikan perusahaan agar perusahaan bisa beroperasi. Persyaratan untuk mendapatkan SIUP adalah sebagai berikut:
Ø  Mengisi formulir pengajuan SIUP dengan materai
Ø  Fotokopi KTP penanggung jawab perusahaan (Direktur Utama/Direktur)
Ø  Pas foto Direktur Utama/Direktur (berwarna dan berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar)
Ø  Fotokopi NPWP Direktur Utama/Direktur
Ø  Surat Keterangan Domisili Usaha
Ø  Fotokopi izin tertentu untuk usaha-usaha tertentu
Ø  Fotokopi akte pendirian dan pengesahannya (SK dari Kementerian Hukum dan HAM)
Ø  Surat Kuasa bila pengurusan dikuasakan (dengan materai Rp6.000) dan KTP yang diberi kuasa
Keenam, mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
TDP merupakan bagian dari proses mendirikan perusahaan. Persyaratan untuk mendapatkan TDP adalah sebagai berikut:
· Mengisi formulir pengajuan TDP dengan materai
· Fotokopi KTP penanggung jawab perusahaan (Direktur Utama/Direktur)
· Pas foto Direktur Utama/Direktur (berwarna dan berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar)
· Fotokopi NPWP Direktur Utama/Direktur
· Surat Keterangan Domisili Usaha
· Fotokopi izin tertentu untuk usaha-usaha tertentu
· Fotokopi akte pendirian dan pengesahannya (SK dari Kementerian Hukum dan HAM)
· Surat Kuasa bila pengurusan dikuasakan (dengan materai Rp6.000) dan KTP yang diberi kuasa














2. Ciiri Mendirikan Firma
Suatu firma dapat dibentuk dengan membuat akta pendirian oleh mereka yang mendirikannya, akta pendirian tersebut kemudian didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri dalam mana firma tersebut berdomisili.
Dalam mendaftarkan akta pendirian firma, ada beberapa hal yang perlu di cantumkan dalam akta tersebut.
  1. Nama, nama kecil, pekerjaan dan tempat tinggal para persero firma;
  2. Pernyataan firmanya dengan menunjukkan apakah perseroan itu umum, ataukah terbatas pada suatu cabang khusus dari perusahaan tertentu, dan jika persekutuan firma itu usaha yang husus maka harus disebutkan usaha yang husus itu
  3. Penunjukan para persero, yang tidak diperkenankan bertandatangan atas nama firma
  4. Saat mulai berlakunya perseroan dan saat berakhirnya
  5. Dan selanjutnya, pada umumnya, bagian-bagian dari perjanjiannya yang harus dipakai untuk menentukan hak-hak pihak ketiga terhadap para persero.
Setiap orang dapat memeriksa akta atau petikannya yang terdaftar, dan dapat memperoleh salinannya atas biaya sendiri. (KUHD Pasal 25)
Pendaftarannya harus diberi tanggal dari hari pada waktu akta atau petikannya itu dibawa kepada panitera. (KUHD Pasal 27)








3. Syarat Mendirikan CV
Badan Usaha CV biasa digunakan oleh perusahaan pertemanan yang tidak terlalu besar atau perluasan dari perusahaan perseorangan. CV juga bisa diartikan sebagai sebuah persekutuan firma yang di dalamnya terdapat satu atau beberapa sekutu komanditer, yakni sekutu yang hanya menyerahkan uang, harta atau tenaga, namun tidak terlibat secara langsung dengan pengurusan ataupun penguasaan dalam persekutuan. Njlimet ya? Oke, saya coba sederhanakan. Moga-moga nggak salah dan kalau salah tolong dikoreksi. Jadi begini, persekutuan komanditer itu ada dua sekutu. Sekutu yang jadi pengurus yang dinamakan sekutu kerja dan sekutu yang setor uang, dinamakan sekutu tidak kerja. Sekutu ini bisa lebih dari satu orang.
Sekarang kita bahas teknisnya. Dalam mendirikan CV, ada yang dinamakan ikhtisar resmi yang artinya berkas atau data resmi yang dikeluarkan dari pihak pendiri CV tersebut. Anda harus menyiapkan ikhtisar resmi tersebut. Iktisar resmi tersebut meliputi :
·         Nama lengkap, pekerjaan dan tempat tinggal para pendirinya.
·         Penetapan nama CV anda.
·         Keterangan yang berisi sifat CV anda di kemudian harinya. Bersifat khusus atau terbatas untuk menjalankan sebuah perusahaan cabang secara khusus.
·         Nama sekutu yang tidak berkuasa untuk menandatangani perjanjian atas nama sekutu.
·         Saat mulai dan berlakunya CV.
·         Klausul-klausul penting lain yang berkaitan dengan pihak ketiga terhadap sekutu pendiri.
·         Pendaftaran akta pendirian ke PN harus diberi tanggal.
·         Pembentukan kas atau uang dari CV yang khusus disediakan bagi penagih dari pihak ketiga. Jika kas sudah kosong, maka berlakulah tanggung jawab pribadi untuk keseluruhan.
·         Pengeluaran satu atau beberapa sekutu dari wewenangnya untuk bertindak atas nama persekutuan.
Dan menurut kebiasaan, saat anda akan mendidirikan CV, anda hanya mendasarkannya pada akta notaris dan kemudian didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang berwenang. Kemudian diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia.
Tahapannya-pun sedikit, hanya ada 2 macam :
·         Anda mendaftarkan CV anda ke panitia PN.
·         Dan ini adalah kewajiban anda selaku pendiri CV. Yang didaftarkan hanya akta pendiriannya saja atau ikhtisar resmi CV anda.
·         Anda mengumumkan akta pendirian CV anda.
Setelah tahap pendaftaran selesai, anda berkewajiban untuk mengumumkan ikhtisar resmi akta pendirian CV anda dalam tambahan berita negara Republik Indonesia
























4. Cara Mendirikan Perusahaan Perseroan ( PT )
Sebelum mengajukan permintaan untuk mendirikan perseroan terbatas (PT), ada baiknya sudah diperoleh kesepakatan sebagai berikut :
  1. Pendiri Perseroan minimal 2 (dua) orang, harus Warga Negara Indonesia kecuali pendirian PT yang dimaksud adalah dalam rangka fasilitas Penanaman Modal Asing (PMA).
  2. Perseroan Terbatas (PT)
  3. Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
  4. Modal Perseroan
  5. Komposisi Saham
  6. Pengurus Perseroan
  7. Jangka Waktu Berdirinya Perseroan
  8. Syarat – Syarat Pendirian PT
Berikut ada beberapa dokumen-dokumen persyaratan pendirian sebuah PT :
  • Copy KTP para pemegang saham dan pengurus, minimal 2 orang
  • Copy KK penanggung jawab / Direktur
  • Nomor NPWP Penanggung jawab
  • Pas photo penanggung jawab ukuran 3 X 4 = 2 lbr berwarna
  • Copy PBB tahun terakhir sesuai domisili perusahaan
  • Copy Surat Kontrak/Sewa Kantor atau bukti kepemilikan tempat usaha
  • Surat Keterangan Domisili dari pengelola Gedung jika berdomisili di Gedung Perkantoran
  • Surat Keterangan RT / RW (jika dibutuhkan, untuk perusahaan yang berdomisili di lingkungan perumahan) khusus luar jakarta
  • Kantor berada di Wilayah Perkantoran/Plaza, atau Ruko, atau tidak berada di wilayah pemukiman.
  • Siap di survei bahwa perusahaan tersebut layak atau tidak untuk didirikan di tempat tersebut.

18 Jul 2013

Hubungan antara Kelangkaan Sumber Daya dengan Kebutuhan Manusia

A.    ARTI KELANGKAAN DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBABNYA
Kelangkaan yaitu suatu keadaan ketika kita tidak mampu mendapatkan semua barang dan jasa yang kita butuhkan.
faktor-faktor penyebab terjadinya kelangkaan :
 1.    Kebutuhan manusia tidak terbatas
 2.    Sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa terbatas
B.    USAHA-USAHA MANUSIA DALAM MENGATASI KELANGKAAN
1.    Pemanfaatan Sumber Daya secara Efektif dan Efisien
Hendaknya kita memanfaatkan sumber daya secara efisien dan efektif serta menggali yang belum dimanfaatkan. Hal ini dapat dilakukan dengan lima cara, yakni:
a.    Mengubah bentuk benda untuk meningkatkan nilai hasil. Misalnya tebu diubah menjadi gula, rotan diubah menjadi perabot rumah tangga, dan sebagainya.
b.    Mengkombinasikan kegunaan benda, misalnya coklat yang dicampur gula dan susu.
c.    Memperbaiki barang yang rusak, misalnya mengelem buku yang rusak jilidannya dan sebagainya.
d.    Mendaur ulang barang bekas untuk dijadikan barang yang bernilai guna. Misalnya botol kemasan air mineral diubah menjadi kap lampu atau hiasan dinding, dan sebagainya.
e.    Mengadakan tebang pilih dalam pemanfaatan hasil hutan dan mengadakan reboisasi. Misalnya hanya menebang pohon dengan diameter tertentu.
2.    Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Keterbatasan kemampuan yang dimiliki manusia dapat diatasi melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. Proses alih teknologi dari negara maju ke negara berkembang hanya dapat terjadi melalui proses pendidikan dan pelatihan ini yang antara lain dapat dilakukan dengan cara:
a.    Mengikuti pendidikan formal
b.    Mengikuti kursus-kursus keterampilan
c.    Mengikuti program magang
3.    Mengelola dan Mendayagunakan Sumber Modal dengan Tepat Guna
Modal merupakan bentuk sumber daya yang sangat menentukan dalam proses produksi. Modal dapat berupa uang ataupun sarana, mesin-mesin produksi. Namun, jika pengelolaannya tidak tepat, modal akan habis percuma. Kebangkrutan suatu usaha
merupakan salah satu contoh konkret ketidakmampuan mengelola sumber daya modal yang ada.
C.    JENIS-JENIS KEBUTUHAN MANUSIA
1.    Menurut kepentingannya
Menurut kepentingannya, kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
1)    Kebutuhan pokok/kebutuhan primer
Kebutuhan pokok merupakan bentuk kebutuhan yang mendasar dan muncul secara alamiah sebagai sarana untuk kelangsungan hidup manusia secara layak. Adapun yang termasuk kebutuhan primer adalah pangan, sandang, dan papan. Jika kebutuhan primer belum tercukupi, maka manusia dikatakan belum layak hidupnya.
2)    Kebutuhan tambahan/kebutuhan sekunder
Kebutuhan tambahan merupakan jenis kebutuhan yang muncul karena ada tuntutan sosial yang berguna sebagai pelengkap kebutuhan pokok. Misalnya sepatu/sandal untuk melengkapi kebutuhan akan pakaian, kendaraan (sepeda, sepeda motor) sebagai alat transportasi. Keberadaan kebutuhan sekunder tidak memengaruhi terhadap kelangsungan hidup seseorang, artinya jika tidak terpenuhi manusia tetap masih dikatakan sebagai hidup yang layak.
3)    Kebutuhan tersier
Kebutuhan tersier merupakan bentuk kebutuhan akan barang mewah. Suatu benda dikatakan mewah atau tidak tergantung dari tingkat kemakmuran seseorang yang memiliki benda tersebut. Misalnya bagi seorang yang berpenghasilan pas-pasan mobil bisa dikatakan sebagai barang mewah, namun tidaklah demikian bagi orang yang penghasilannya berlebih. Dengan demikian pengertian mewah atau tidak sangatlah relatif.
2.    Menurut waktu
Menurut waktu pemenuhannya, kebutuhan dapat diklasifkasikan sebagai berikut :
1)     Kebutuhan sekarang
Kebutuhan sekarang merupakan bentuk kebutuhan untuk keperluan saat ini yang harus segera dipenuhi dalam jangka waktu yang cepat. Misalnya kebutuhan akan makanan/minuman, kebutuhan alat tulis bagi pelajar, kebutuhan kendaraan bagi yang akan bepergian jauh, dan sebagainya.
2)    Kebutuhan yang akan datang
Kebutuhan yang akan datang merupakan bentuk kebutuhan yang pemenuhannya memerlukan proses lama, sehingga dapat ditunda. Misalnya kebutuhan memiliki rumah pribadi, kendaraan pribadi, dan sebagainya.
3.    Menurut subjek
Menurut subjek atau pemakainya, kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1)    Kebutuhan perorangan
Kebutuhan perorangan merupakan bentuk kebutuhan yang diperlukan oleh setiap individu secara pribadi. Misalnya makanan, minuman, pakaian, sepatu, dan sebagainya
2)    Kebutuhan kelompok atau kebutuhan bersama
Kebutuhan rohani merupakan bentuk kebutuhan yang dapat dipergunakan secara bersama-sama. Misalnya jembatan, gedung sekolah, jalan raya, dan sebagainya.
4.    Menurut sifatnya
Menurut sifatnya, kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai
berikut.
1)    Kebutuhan jasmani
Kebutuhan jasmani merupakan bentuk kebutuhan yang berkaitan dengan fisik manusia. Misalnya makanan dan minuman, pakaian, perhiasan, kendaraan, dan sebagainya.
2)    Kebutuhan rohani
Kebutuhan rohani merupakan bentuk kebutuhan yang berkaitan dengan psikis/kejiwaan seseorang. Misalnya hiburan, prestasi, penghargaan, dan sebagainya. Kebutuhan manusia sangatlah beranekaragam, baik jenis dan mutunya. Hal ini sudah menjadi sifat kebutuhan manusia. Jika kebutuhan yang paling mendesak sudah terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan berikutnya, sehingga dapat dikatakan bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas.
D.    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEBUTUHAN MANUSIA BERANEKARAGAM
1.    Keadaan Alam (Tempat)
Keadaan alam mengakibatkan perbedaan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Orang yang tinggal di daerah kutub, membutuhkan pakaian yang tebal untuk menahan  hawa dingin. Lain halnya dengan kita yang tinggal di daerah tropis, cukup memakai pakaian yang tipis. Oleh karena itu, tampa di sini bahwa keadaan alam dapat mendorong manusia untuk menginginkan
barang-barang yang sesuai dengan kondisi alam di tempat yang bersangkutan.
 2.    Agama dan Kepercayaan
Ajaran agama yang berbeda dapat mengakibatkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya, penganut agama Islam dilarang makan babi, sedangkan penganut agama Hindu dilarang makan sapi. Hal ini  menunjukkan bahwa masing-masing agama memerlukan alat-alat pemenuhan kebutuhan tertentu yang harus dipakai dalam menjalankan ibadah. Selain itu dalam hal perayaan keagamaan, masing-masing agama atau kepercayaan berbeda-beda, sehingga kebutuhan akan barang juga berbeda. Misalnya pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan akan pakaian muslim akan meningkat tajam. Berbeda halnya ketika hari raya Natal tiba, orang-orang Nasrani membutuhkan pohon Natal dan bingkisan-bingkisan Natal. Dengan demikian masing-masing agama atau kepercayaan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda.
3.    Adat Istiadat
Adat atau tradisi yang berlaku di masyarakat sangat memengaruhi kebutuhan hidup masyarakat. Alasannya, suatu adat atau tradisi akan memengaruhi baik perilaku maupun tujuan hidup kelompok masyarakat setempat. Akibatnya tradisi yang berbeda akan menimbulkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya upacara perkawinan. Pelaksanaan upacara antardaerah akan berbeda-beda. Upacara pernikahan di Jawa Tengah dengan di Sumatra Barat akan memiliki ritual yang berbeda, sehingga kebutuhannya pun akan berbeda pula.
4.    Tingkat Peradaban
Makin tinggi peradaban suatu masyarakat makin banyak kebutuhan dan makin tinggi pula kualitas atau mutu barang yang dibutuhkan. Pada zaman purba, kebutuhan manusia masih sedikit. Namun seiring berkembangnya peradaban,  kebutuhan manusia semakin banyak. Manusia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya agar mencapai kemakmuran. Dahulu manusia tidak membutuhkan sepeda motor, namun sekarang sepeda motor menjadi kebutuhan yang sangat penting, karena dapat mengefisienkan waktu  sampai tempat tujua. Selain itu cita rasa kebutuhan manusia modern juga semakin meningkat. Manusia menuntut kualitas tinggi dari barang-barang atau jasa yang dibutuhkan. Dengan demikian membuktikan bahwa perkembangan peradaban akan menyebabkan kebutuhan akan berkembang dan beragam.

E.    SKALA PRIORITAS KEBUTUHAN
Hal-hal yang perlu dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan skala prioritas adalah:
1.    Tingkat Urgensinya
Dalam menentukan pilihan mana yang harus didahulukan perlu mempertimbangkan seberapa jauh tingkat kepentingan hal yang kita butuhkan tersebut. Misalnya Badi seorang pelajar yang sedang menghadapi tes, lampu kamar lebih penting daripada alat tulis, karena lampu kamar sebagai sarana penerangan belajar, sedangkan alat tulis bisa meminjam dulu ke kakak ataupun adik.
2.    Kesempatan yang Dimiliki
Jika suatu kebutuhan hanya dibutuhkan pada saat itu saja maka perlu didahulukan. Misalnya dalam kondisi darurat, keselamatan atau kesehatan merupakan nomor satu. Demi kesembuhan, obat merupakan kebutuhan yang perlu didahulukan, sedangkan hal yang lainnya bisa dikesampingkan.
3.    Pertimbangan Masa Depan
Dalam menghadapi pilihan yang sulit, faktor masa depan perlu dipertimbangkan. Misalnya ada beberapa pilihan bidang kursus/les ingin diikuti, namun tidak mungkin memilih semuanya, maka perlu dipertimbangkan jenis kursus apa yang bermanfaat bagi masa depannya. Antara pilihan les Matematika ataukah Bahasa Inggris? Meskipun keduanya sama penting, namun mengutamakan bahasa  Inggris merupakan pilhan yang paling tepat, sebab kegunaan di masa mendatang Bahasa Inggris lebih luas dibandingkan dengan Matematika.
4.    Kemampuan Diri
Memiliki banyak keinginan dan selalu merasa tidak puas merupakan bagian dari sifat manusia. Namun hal yang juga menjadi bagian dari sifat manusia yang sering terlupakan adalah sifat keterbatasan kemampuan. Menentukan pilihan perlu mempertim bangkan pula kemampuan yang dimiliki, baik kemampuan materi maupun nonmateri, sehingga pilihan yang dijatuhkan bisa tepat. Misalnya hidup di kota besar dengan persaingan yang ketat memaksa manusia untuk saling berlomba agar tidak tertinggal dengan lainnya. Dalam kondisi seperti itu kadang muncul persaingan
yang tidak sehat, berusaha memaksakan diri agar bisa sama dengan orang lain tanpa mempertimbangkan kemampuan diri, akibatnya akan menderita sendiri.
F.    ARTI DAN MACAM-MACAM ALAT PEMENUHAN KEBUTUHAN
Berbagai bentuk alat pemenuhan kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.    Menurut kelangkaannya
Menurut kelangkaannya, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan:
1)    Benda ekonomi
Benda ekonomi, yaitu benda yang tersedia dalam jumlah yang kecil (sedikit) dibandingkan dengan yang membutuhkannya, sehingga untuk mendapatkan perlu pengorbanan. Misalnya pada saat kemarau panjang air merupakan benda ekonomi yang untuk memperolehnya diperlukan biaya atau tenaga.
2)    Benda bebas
Benda bebas, yaitu benda yang tersedia di alam bebas. Orang bisa mendapatkannya secara cuma-cuma. Misalnya udara untuk pernapasan, air di musim penghujan, dan sebagainya.
3)    Benda illith
Benda illith  adalah benda yang ada di sekitar kita, namun jika berlebihan dapat merugikan kehidupan manusia. Misalnya air dan api termasuk benda  illith  yang jika berlebihan justru merugikan atau bahkan membunuh manusia.
2.    Menurut wujudnya
Menurut wujudnya, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan:
1)    Barang atau benda konkret
Barang konkret merupakan alat pemuas kebutuhan yang    dapat dilihat, diraba, dan dirasakan manfaatnya. Misalnya    rumah, pakaian, roti, nasi, dan sebagainya.
2)    Jasa
Jasa merupakan alat pemuas kebutuhan yang hanya dapat dirasakan manfaatnya, tetapi tidak dapat dilihat atau diraba. Misalnya hiburan musik, layanan angkutan, dan sebagainya.
3.    Menurut hubungannya dengan benda lain
Menurut hubungannya dengan benda lain, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan:
1)    Benda substitusi
Benda substitusi merupakan benda yang penggunaannya dapat menggantikan benda lain yang sedang diperlukan. Misalnya sepeda motor dapat menggantikan mobil, roti dapat menggantikan nasi.
2)    Benda komplementer
Benda komplementer merupakan benda yang dapat berfungsi jika dilengkapi dengan benda lain. Misalnya nasi dengan lauk pauknya, buku dengan pulpen, mobil dengan bahan bakar, dan sebagainya.
4.    Menurut tujuan pemakaiannya
Menurut tujuan pemakaiannya, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan:
1)    Benda konsumsi
Benda konsumsi adalah benda yang dapat langsung dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya minuman dan makanan.
2)    Benda produksi
Benda produksi merupakan benda yang dipergunakan untuk memproduksi benda lain. Misalnya alat pembuat kue, mesin traktor, kompor, dan sebagainya.
5.    Menurut tingkat pemakaiannya
Menurut tingkat pemakaiannya, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan:
1)    Benda tahan lama
Benda tahan lama merupakan benda yang dapat dipergunakan berulang kali. Misalnya pakaian, sepatu, perhiasan, kendaraan, dan sebagainya.
2)    Benda tidak tahan lama
Benda tidak tahan lama merupakan benda yang hanya dapat dipergunakan satu kali saja atau benda yang habis pakai. Misalnya makanan, minuman, parfum, bahan bakar, dan sebagainya.

7 Nov 2012

TINDAKAN, MOTIF, DAN PRINSIP EKONOMI

A. Tindakan ekonomi
Tindakan Ekonomi à segala usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dengan pertimbangan yang baik berdasarkan skala prioritas untuk mencapai kemakmuran.
Kebutuhan à keinginan manusia yang menuntut untuk dipenuhi. Adapun macam-macam klasifikasi kebutuhan manusia adalah sebagai berikut:
1. Kebutuhan Manusia Menurut Abraham H. Maslow
a. Kebutuhan fisik à kebutuhan yang mendasar dan penting bagi kebutuhan fisiknya. Ex: makanan, minuman, tempat tinggal.
b. Kebutuhan akan rasa aman
Setiap makhluk hidup membutuhkan perlindungan dan rasa aman / selamat. Ex: anak sakit memutuhkan perawatan hingga sembuh, masyarakat membutuhkan keamanan dalam melakukan setiap kegiatan.
c. Kebutuhan akan pengakuan diri à kebutuhan manusia untuk dapat diterima di lingkungannya sebagai individu yang berbeda dengan individu lainya. Ex: berteman, sahabat, dan bertetangga yang baik.
d. Kebutuhan akan harga diri à kebutuhan untuk diharga atas potensi, kemampuan, atau kesuksesan yang diraihnya. Ex: Rina rajin belajar sehingga dia mendapat peringkat pertama, Budi memiliki kepemimpinan yang bagus sehingga temannya memilihnya sebagai ketua kelas.
e. Kebutuhan akan perwujudan diri à kebutuhan manusia untuk menggali potensinya untuk dipakai sebagai pengembangan diri individu. Ex: setiap orang diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya dalam rapat.
2. Kebutuhan Menurut Intensitasnya
a. Kebutuhan primer à kebutuhan utama dan mendasar dan harus dipenuhi untuk keberlangsungan hidup. Ex: makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
b. Kebutuhan skunder à kebutuahan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer atau kebutuhan dasar terpenuhi. Ex: makanan yang lebih enak, pakaian yang lebih bagus, pendidikan.
c. Kebutuhan tersier à kebutuhan yang ditujukan untuk kepuasan dan kesenangan. Ex: perhiasan, mobil mewah, dan rumah mewah.
3. Kebutuhan Menurut Sifatnya
a. Kebutuhan jasmani à kebutuhan yang ditujukan untuk fisik atau jasmani . Ex: makanan, pakaian, rumah. 
b. Kebutuhan rohani à kebutuhan yang ditujukan untuk jiwa. Ex: pendidikan, mengaji, mendengarkan musik.
4. Kebutuhan Menurut Waktu
a. Kebutuhan sekarang à kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga. Ex:
b. Kebutuhan masa depan à kebutuhan yang dapat ditunda dan diperlukan dimasa mendatang. Ex: asuransi jiwa, tabungan, investasi.
5. Kebutuhan Menurut Subjek
a. Kebutuhan indivudu à kebutuhan tiap-tiap manusia. Ex: belajar, tidur, makan, minum.
b. Kebutuhan bersama à kebutuhan yang diperlukan oleh sekelompok orang dan digunakan secara bersama-sama/bergantian. Ex: telepon umum. WC umum, dan angkutan umum.
B. Motif Ekonomi
Motif Ekonomi à keinginan atau alasan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi atau kegiatan ekonomi baik dari dalam diri manusia maupun dari luar/lingkungan.
Adapun motif ekonomi dibagi menjadi dua, yaitu:
· Motif intrinsik à keinginan untuk memperoleh barang dan jasa yang diinginkan sesuai kesadaran sendiri. Ex: Jerry belajar sungguh-sungguh karena ingin pandai, Pak Eri bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
· Motif ekstrinsik à keinginan seseorang untuk memperoleh barang dan jasa yang diingikan karena pengaruh dari luar/orang lain. Ex: Pak Joni bekerja kerasa agar anaknya bisa sekolah tinggi, Eris belajar dengan rajin karena ingin mendapat hadiah dari orang tuanya jika nilainya bagus.
Macam-macam motif eknomi dalam kehidupan sehari-hari:
a. Motif ekonomi untuk memperoleh laba atau keuntungan à dorongan yang muncul untuk memperoleh keuntungan dan mendorong semangat untuk menggali ide yang bersifat penemuan baru (inovasi). Ex: perusahaan motor Honda yang dulu menggunakan mesin dua tak, sekarang berinovasi menjadi empat tak yang lebih hemat BBM dan ramah lingkungan.
b. Motif ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sendiri à keinginan yang dimiliki oleh setiap individu untuk memenuhi kebutuhan hidunya. Ex: pendatan Jeki rendah, untuk memenuhi kebutuhanya jeki menambah pendapatannya dengan menjadi tukang ojek di malam harinya.
c. Motif ekonomi untuk memperoleh penghargaan à keinginan seseorang selain mendapat keuntungan, juga inginan dihargai dan dihormati oleh orang lain. Ex: Bu Darmi sebagai kepala sekolah yang baik meskipun gajinya tetap, beliau terus berusaha menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga para guru dan muridnya merasa segan dan menghormatinya.
d. Motif ekonomi untukmemperoleh kekuasaan à keinginan seseorang untk memperoleh kekuasaan dalam masyarakat khususnya dalam bidang ekonomi. Ex: Pak Surya memiliki beberapa perusahaan besar, semua kebutuhannya tercukupi, meskipun demikian, Pak Surya tetap memiliki keinginan untuk berusaha mengembangkan perusahaan agar lebih besar lagi hingga dapat tercapai keinginannya untuk menguasai ekonomi di daerahnya.
e. Motif ekonomi untukuntuk sosial à keinginan seseorang untuk memperoleh pendapatan, kemudian sebagian pendapatannya digunakan untuk menolong sesama dengan tulus iklas. Ex: bersedekah untuk fakir miskin, menyumbang daerah yang terkena musibah.
C. Prinsip Ekonomi
Prinsip Ekonomi à usaha manusia dengan pengorbanan tertentu untuk mencapai hasil yang optimal.
Penggolongan Prinsip Ekonomi :
a. Prinsip ekonomi konsumen
Konsumen à orang yang mengurangi nilai guna barang dan jasa.
dengan pendapatan yang diterima, konsumen berusaha mencapai kepuasan yang sebesar-besarnya dari kebutuhan yang beraneka ragam. Karena pendapatan dan alat pemuas yang terbatas, sedangkan kebutuhannya yang tidak terbatas, maka konsumen perlu melakukan kegiatan selektif dalam membuat skala prioritas kebutuhanya. Ex: Juki ingin membeli sepatu, ia memasuki beberapa toko sepatu untuk membandingkan kualitas dan harganya tiap toko. Pada akhirnya Juki memilih membeli di toko sepatu “SAHABAT”, karena selain sepatu berkualitas bagus harganya juga dapat dijangkau untuk dibeli Juki.
b. Prinsip ekonomi produsen
Produsen à orang yang menambah nilai guna barang dan jasa.
Produsen dengan segala usahanya perlu mempertimbangkan pilihan untuk menentukan barang-barang yang akan diproduksi. Barang produksi yang diproses oleh tenaga kerja atau menggunakan mesin, diupayakan agar menggunakan biaya produksi yang rendah untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Dengan demikian tujuan produsen adalah memperoleh keuntungan (laba) yang besar dengan pengorbanan tertentu. Ex: Pak Ujang pengusaha kerupuk yang menggunakan bahan bakar minyak, karena harga minyak mahal Pak Ujang mengganti bahan bakarnya dari sisa penggilingan tebu yang dibeli dari perusahaan gula. Dengan pertimbangan harga minyak yang Rp. 4.000,-/liter yang habis digunakan beberapa jam saja, sedangkan jika menggunakan sisa tebu yang harganya Rp. 12.000,-/truk dan bisa digunakan sela satu minggu. Dengan mengganti bahan bakar minyak ke sisa pengolahan tebu Pak Ujang bisa menekan biaya produksi kerupuk.
c. Prinsip ekonomi distributor
Distributor à orang yang menyalurkan barang dan jasa.
Distributor mempertimbangkan efisiensi jarak, biaya, dan waktu yang diperlukan distributor untuk menyalurkan barang dan jasa. Ex: untuk menyalurkan barang elektronik dari perusahaan CV. Untung mempertimbangkan hal-hal berikut:
1. Membeli gudang yang letaknya strategis dan mudah dijankau
2. Membuka cabang-cabang distributor
3. Menyewa / membeli truk untuk mengangkut barang ke lokasi pasar yang cukup jauh
4. Menyewa / membeli mobil box sesuai kebutuhan untuk mengangkut barang dari gudang ke pasar / supermarket
5. Membeli motor untuk memudahkan kegiatan distribusi ke agen-agen kecil barang elektronik.
Dengan demikian untuk dapat menyalurkan barang dan jasa ke konsumen, selain menggunakan prinsip ekonomi, distributorjuga erlu melakukan efesiensi dalam penyaluran barang dan jasa, yakni disertai perhitungan biaya dan saluran distribusi yang akan dilaluinya menuju konsumen
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

17 Okt 2013

Perusahaan Perseorangan,Firma,CV,dan PT



1.      Syarat mendirikan perusahaan perorangan
Syarat mendirikan perusahaan perseorangan bisa dibagi menjadi tiga aspek penting, yaitu modal, pembukuan, dan pembayaran pajak.
Pertama, Anda sebagai entrepreneur harus menemukan sumber modal yang sesuai. Anda bisa pertimbangkan tabungan pribadi, pinjaman dari keluarga atau teman, pinjaman bank dan sebagainya. Jumlah modal yang diperlukan juga harus dikalkulasi dengan akurat.
Kedua, untuk menyusun pembukuan, Anda perlu mencantumkan poin-poin berikut ini:
· Keadaan kekayaan perusahaan
· Kebutuhan perusahaan
· Perjanjian kerja
· Surat, dokumen, korespondensi yang masuk dan keluar
· Laporan per periode (bisa per bulan, kuartal, tahun)
· Arsip
Ketiga, pembayaran pajak juga harus diperhatikan. Jenis-jenis pajak yang dibayarkan kepada negara ialah:
· Pajak penghasilan
· Pajak pertambahan nilai barang dan jasa
· Pajak penjualan atas barang mewah
· Pajak bumi dan bangunan
Prosedur mendirikan perusahaan perseorangan
Sebenarnya tidak ada aturan yang mengikat dalam pendirian perusahaan perseorangan. Akan tetapi, biasanya orang mengikuti prosedur berikut ini untuk mendirikan sebuah perusahaan perseorangan.
Izin permohonan usaha dari Dinas Perdagangan di wilayah setempat (izin usaha). Syarat-syarat untuk mendapatkan izin usaha adalah fotokopi KTP pemegang saham perusahaan, fotokopi NPWP, surat keterangan domisili atau SITU, neraca keuangan perusahaan, materai senilai Rp6.000.
Izin permohonan tempat usaha dari Pemda setempat juga harus dikantongi. Untuk itu, Anda harus menyerahkan proposal berisi rencana dan uraian lengkap usaha yang akan didirikan, termasuk biaya modal usahanya. Setelah itu, isi beberapa formulir yang sudah dipersiapkan. Jangan lupa untuk menyertakan denah lokasi usaha Anda. Beberapa fotokopi juga perlu disiapkan yaitu fotokopi KTP pengurus perusahaan, NPWP, dan surat bukti kepemilikan tanah dan atau bangunan yang dijadikan lokasi usaha.

Jika perusahaan perseorangan tidak cukup mewadahi bisnis Anda, mungkin Anda bisa coba mendirikan perusahaan dalam bentuk perseroan terbatas. Perusahaan bentuk ini biasanya berskala besar dan melibatkan banyak pihak dalam hal permodalan maupun dari struktur perusahaan.
Anda dapat mencari informasi bagaimana mendirikan perusahaan dalam bentuk PT dengan mengunjungi kantor kelurahan, kantor notaris, kantor pajak, Kementerian Hukum dan HAM, dan Badan Perizinan Terpadu (BPT).
Secara ringkas, berikut ini adalah langkah-langkah dalam pendirian perusahaan dalam bentuk perseroan terbatas (PT).
Pertama, membuat akte perusahaan di notaris
Perusahaan dalam bentuk PT harus sudah berbadan hukum, maka Anda wajib membuat akte perusahaan. Akte perusahaan berisi informasi mengenai nama perusahaan, nama pemilik modal, struktur perusahaan, dan bergerak di bidang apa. Notaris akan membantu Anda dalam menyiapkan akte tersebut.
Kedua, mendapatkan Surat Keterangan Domisili Usaha
Sebagai perusahaan berbadan hukum, Anda membutuhkan keterangan domisili perusahaan. Surat ini Anda dapatkan dari kantor kelurahan atau kantor kepala desa di mana perusahaan Anda berdomisili. Surat ini biasanya ditandatangani lurah atau kepala desa dan diketahui oleh camat pemerintah setempat.
Untuk mendapatkan surat keterangan domisili, Anda memerlukan salinan akte perusahaan Anda. Biasanya, biaya administrasi di kantor kelurahan yang dikenakan sebesar Rp200.000–Rp300.000.
Ketiga, mengurus NPWP perusahaan
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perusahaan mutlak Anda miliki jika ingin mendirikan perusahaan dalam bentuk PT. Untuk mendapatkan NPWP, Anda memerlukan salinan akte perusahaan dan surat keterangan domisili. Biasanya, pembuatan NPWP hanya butuh beberapa jam. Selain itu, tidak ada biaya administrasi yang perlu Anda bayar.
Keempat, mendapatkan Surat Keputusan pendirian perusahaan dari Kementerian Hukum dan HAM
Prosedur ini biasanya diurus oleh notaris. Bila Anda berkunjung ke kantor Kementerian Hukum dan HAM, di loket pengurusan SK perusahaan, tertera beragam biaya untuk berbagai hal. Untuk mengurus SK perusahaan misalnya, biayanya kira-kira Rp1.000.000. Bila Anda meminta bantuan notaris, tentu akan ada biaya tambahan. Notaris biasanya menyerahkan salinan akte perusahaan, Surat Keterangan Domisili dan NPWP perusahaan Anda untuk mendapatkan SK perusahaan.
Kelima, mengurus SIUP
SIUP merupakan bagian dari proses mendirikan perusahaan agar perusahaan bisa beroperasi. Persyaratan untuk mendapatkan SIUP adalah sebagai berikut:
Ø  Mengisi formulir pengajuan SIUP dengan materai
Ø  Fotokopi KTP penanggung jawab perusahaan (Direktur Utama/Direktur)
Ø  Pas foto Direktur Utama/Direktur (berwarna dan berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar)
Ø  Fotokopi NPWP Direktur Utama/Direktur
Ø  Surat Keterangan Domisili Usaha
Ø  Fotokopi izin tertentu untuk usaha-usaha tertentu
Ø  Fotokopi akte pendirian dan pengesahannya (SK dari Kementerian Hukum dan HAM)
Ø  Surat Kuasa bila pengurusan dikuasakan (dengan materai Rp6.000) dan KTP yang diberi kuasa
Keenam, mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
TDP merupakan bagian dari proses mendirikan perusahaan. Persyaratan untuk mendapatkan TDP adalah sebagai berikut:
· Mengisi formulir pengajuan TDP dengan materai
· Fotokopi KTP penanggung jawab perusahaan (Direktur Utama/Direktur)
· Pas foto Direktur Utama/Direktur (berwarna dan berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar)
· Fotokopi NPWP Direktur Utama/Direktur
· Surat Keterangan Domisili Usaha
· Fotokopi izin tertentu untuk usaha-usaha tertentu
· Fotokopi akte pendirian dan pengesahannya (SK dari Kementerian Hukum dan HAM)
· Surat Kuasa bila pengurusan dikuasakan (dengan materai Rp6.000) dan KTP yang diberi kuasa














2. Ciiri Mendirikan Firma
Suatu firma dapat dibentuk dengan membuat akta pendirian oleh mereka yang mendirikannya, akta pendirian tersebut kemudian didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri dalam mana firma tersebut berdomisili.
Dalam mendaftarkan akta pendirian firma, ada beberapa hal yang perlu di cantumkan dalam akta tersebut.
  1. Nama, nama kecil, pekerjaan dan tempat tinggal para persero firma;
  2. Pernyataan firmanya dengan menunjukkan apakah perseroan itu umum, ataukah terbatas pada suatu cabang khusus dari perusahaan tertentu, dan jika persekutuan firma itu usaha yang husus maka harus disebutkan usaha yang husus itu
  3. Penunjukan para persero, yang tidak diperkenankan bertandatangan atas nama firma
  4. Saat mulai berlakunya perseroan dan saat berakhirnya
  5. Dan selanjutnya, pada umumnya, bagian-bagian dari perjanjiannya yang harus dipakai untuk menentukan hak-hak pihak ketiga terhadap para persero.
Setiap orang dapat memeriksa akta atau petikannya yang terdaftar, dan dapat memperoleh salinannya atas biaya sendiri. (KUHD Pasal 25)
Pendaftarannya harus diberi tanggal dari hari pada waktu akta atau petikannya itu dibawa kepada panitera. (KUHD Pasal 27)








3. Syarat Mendirikan CV
Badan Usaha CV biasa digunakan oleh perusahaan pertemanan yang tidak terlalu besar atau perluasan dari perusahaan perseorangan. CV juga bisa diartikan sebagai sebuah persekutuan firma yang di dalamnya terdapat satu atau beberapa sekutu komanditer, yakni sekutu yang hanya menyerahkan uang, harta atau tenaga, namun tidak terlibat secara langsung dengan pengurusan ataupun penguasaan dalam persekutuan. Njlimet ya? Oke, saya coba sederhanakan. Moga-moga nggak salah dan kalau salah tolong dikoreksi. Jadi begini, persekutuan komanditer itu ada dua sekutu. Sekutu yang jadi pengurus yang dinamakan sekutu kerja dan sekutu yang setor uang, dinamakan sekutu tidak kerja. Sekutu ini bisa lebih dari satu orang.
Sekarang kita bahas teknisnya. Dalam mendirikan CV, ada yang dinamakan ikhtisar resmi yang artinya berkas atau data resmi yang dikeluarkan dari pihak pendiri CV tersebut. Anda harus menyiapkan ikhtisar resmi tersebut. Iktisar resmi tersebut meliputi :
·         Nama lengkap, pekerjaan dan tempat tinggal para pendirinya.
·         Penetapan nama CV anda.
·         Keterangan yang berisi sifat CV anda di kemudian harinya. Bersifat khusus atau terbatas untuk menjalankan sebuah perusahaan cabang secara khusus.
·         Nama sekutu yang tidak berkuasa untuk menandatangani perjanjian atas nama sekutu.
·         Saat mulai dan berlakunya CV.
·         Klausul-klausul penting lain yang berkaitan dengan pihak ketiga terhadap sekutu pendiri.
·         Pendaftaran akta pendirian ke PN harus diberi tanggal.
·         Pembentukan kas atau uang dari CV yang khusus disediakan bagi penagih dari pihak ketiga. Jika kas sudah kosong, maka berlakulah tanggung jawab pribadi untuk keseluruhan.
·         Pengeluaran satu atau beberapa sekutu dari wewenangnya untuk bertindak atas nama persekutuan.
Dan menurut kebiasaan, saat anda akan mendidirikan CV, anda hanya mendasarkannya pada akta notaris dan kemudian didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang berwenang. Kemudian diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia.
Tahapannya-pun sedikit, hanya ada 2 macam :
·         Anda mendaftarkan CV anda ke panitia PN.
·         Dan ini adalah kewajiban anda selaku pendiri CV. Yang didaftarkan hanya akta pendiriannya saja atau ikhtisar resmi CV anda.
·         Anda mengumumkan akta pendirian CV anda.
Setelah tahap pendaftaran selesai, anda berkewajiban untuk mengumumkan ikhtisar resmi akta pendirian CV anda dalam tambahan berita negara Republik Indonesia
























4. Cara Mendirikan Perusahaan Perseroan ( PT )
Sebelum mengajukan permintaan untuk mendirikan perseroan terbatas (PT), ada baiknya sudah diperoleh kesepakatan sebagai berikut :
  1. Pendiri Perseroan minimal 2 (dua) orang, harus Warga Negara Indonesia kecuali pendirian PT yang dimaksud adalah dalam rangka fasilitas Penanaman Modal Asing (PMA).
  2. Perseroan Terbatas (PT)
  3. Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
  4. Modal Perseroan
  5. Komposisi Saham
  6. Pengurus Perseroan
  7. Jangka Waktu Berdirinya Perseroan
  8. Syarat – Syarat Pendirian PT
Berikut ada beberapa dokumen-dokumen persyaratan pendirian sebuah PT :
  • Copy KTP para pemegang saham dan pengurus, minimal 2 orang
  • Copy KK penanggung jawab / Direktur
  • Nomor NPWP Penanggung jawab
  • Pas photo penanggung jawab ukuran 3 X 4 = 2 lbr berwarna
  • Copy PBB tahun terakhir sesuai domisili perusahaan
  • Copy Surat Kontrak/Sewa Kantor atau bukti kepemilikan tempat usaha
  • Surat Keterangan Domisili dari pengelola Gedung jika berdomisili di Gedung Perkantoran
  • Surat Keterangan RT / RW (jika dibutuhkan, untuk perusahaan yang berdomisili di lingkungan perumahan) khusus luar jakarta
  • Kantor berada di Wilayah Perkantoran/Plaza, atau Ruko, atau tidak berada di wilayah pemukiman.
  • Siap di survei bahwa perusahaan tersebut layak atau tidak untuk didirikan di tempat tersebut.

18 Jul 2013

Hubungan antara Kelangkaan Sumber Daya dengan Kebutuhan Manusia

A.    ARTI KELANGKAAN DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBABNYA
Kelangkaan yaitu suatu keadaan ketika kita tidak mampu mendapatkan semua barang dan jasa yang kita butuhkan.
faktor-faktor penyebab terjadinya kelangkaan :
 1.    Kebutuhan manusia tidak terbatas
 2.    Sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa terbatas
B.    USAHA-USAHA MANUSIA DALAM MENGATASI KELANGKAAN
1.    Pemanfaatan Sumber Daya secara Efektif dan Efisien
Hendaknya kita memanfaatkan sumber daya secara efisien dan efektif serta menggali yang belum dimanfaatkan. Hal ini dapat dilakukan dengan lima cara, yakni:
a.    Mengubah bentuk benda untuk meningkatkan nilai hasil. Misalnya tebu diubah menjadi gula, rotan diubah menjadi perabot rumah tangga, dan sebagainya.
b.    Mengkombinasikan kegunaan benda, misalnya coklat yang dicampur gula dan susu.
c.    Memperbaiki barang yang rusak, misalnya mengelem buku yang rusak jilidannya dan sebagainya.
d.    Mendaur ulang barang bekas untuk dijadikan barang yang bernilai guna. Misalnya botol kemasan air mineral diubah menjadi kap lampu atau hiasan dinding, dan sebagainya.
e.    Mengadakan tebang pilih dalam pemanfaatan hasil hutan dan mengadakan reboisasi. Misalnya hanya menebang pohon dengan diameter tertentu.
2.    Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Keterbatasan kemampuan yang dimiliki manusia dapat diatasi melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. Proses alih teknologi dari negara maju ke negara berkembang hanya dapat terjadi melalui proses pendidikan dan pelatihan ini yang antara lain dapat dilakukan dengan cara:
a.    Mengikuti pendidikan formal
b.    Mengikuti kursus-kursus keterampilan
c.    Mengikuti program magang
3.    Mengelola dan Mendayagunakan Sumber Modal dengan Tepat Guna
Modal merupakan bentuk sumber daya yang sangat menentukan dalam proses produksi. Modal dapat berupa uang ataupun sarana, mesin-mesin produksi. Namun, jika pengelolaannya tidak tepat, modal akan habis percuma. Kebangkrutan suatu usaha
merupakan salah satu contoh konkret ketidakmampuan mengelola sumber daya modal yang ada.
C.    JENIS-JENIS KEBUTUHAN MANUSIA
1.    Menurut kepentingannya
Menurut kepentingannya, kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
1)    Kebutuhan pokok/kebutuhan primer
Kebutuhan pokok merupakan bentuk kebutuhan yang mendasar dan muncul secara alamiah sebagai sarana untuk kelangsungan hidup manusia secara layak. Adapun yang termasuk kebutuhan primer adalah pangan, sandang, dan papan. Jika kebutuhan primer belum tercukupi, maka manusia dikatakan belum layak hidupnya.
2)    Kebutuhan tambahan/kebutuhan sekunder
Kebutuhan tambahan merupakan jenis kebutuhan yang muncul karena ada tuntutan sosial yang berguna sebagai pelengkap kebutuhan pokok. Misalnya sepatu/sandal untuk melengkapi kebutuhan akan pakaian, kendaraan (sepeda, sepeda motor) sebagai alat transportasi. Keberadaan kebutuhan sekunder tidak memengaruhi terhadap kelangsungan hidup seseorang, artinya jika tidak terpenuhi manusia tetap masih dikatakan sebagai hidup yang layak.
3)    Kebutuhan tersier
Kebutuhan tersier merupakan bentuk kebutuhan akan barang mewah. Suatu benda dikatakan mewah atau tidak tergantung dari tingkat kemakmuran seseorang yang memiliki benda tersebut. Misalnya bagi seorang yang berpenghasilan pas-pasan mobil bisa dikatakan sebagai barang mewah, namun tidaklah demikian bagi orang yang penghasilannya berlebih. Dengan demikian pengertian mewah atau tidak sangatlah relatif.
2.    Menurut waktu
Menurut waktu pemenuhannya, kebutuhan dapat diklasifkasikan sebagai berikut :
1)     Kebutuhan sekarang
Kebutuhan sekarang merupakan bentuk kebutuhan untuk keperluan saat ini yang harus segera dipenuhi dalam jangka waktu yang cepat. Misalnya kebutuhan akan makanan/minuman, kebutuhan alat tulis bagi pelajar, kebutuhan kendaraan bagi yang akan bepergian jauh, dan sebagainya.
2)    Kebutuhan yang akan datang
Kebutuhan yang akan datang merupakan bentuk kebutuhan yang pemenuhannya memerlukan proses lama, sehingga dapat ditunda. Misalnya kebutuhan memiliki rumah pribadi, kendaraan pribadi, dan sebagainya.
3.    Menurut subjek
Menurut subjek atau pemakainya, kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1)    Kebutuhan perorangan
Kebutuhan perorangan merupakan bentuk kebutuhan yang diperlukan oleh setiap individu secara pribadi. Misalnya makanan, minuman, pakaian, sepatu, dan sebagainya
2)    Kebutuhan kelompok atau kebutuhan bersama
Kebutuhan rohani merupakan bentuk kebutuhan yang dapat dipergunakan secara bersama-sama. Misalnya jembatan, gedung sekolah, jalan raya, dan sebagainya.
4.    Menurut sifatnya
Menurut sifatnya, kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai
berikut.
1)    Kebutuhan jasmani
Kebutuhan jasmani merupakan bentuk kebutuhan yang berkaitan dengan fisik manusia. Misalnya makanan dan minuman, pakaian, perhiasan, kendaraan, dan sebagainya.
2)    Kebutuhan rohani
Kebutuhan rohani merupakan bentuk kebutuhan yang berkaitan dengan psikis/kejiwaan seseorang. Misalnya hiburan, prestasi, penghargaan, dan sebagainya. Kebutuhan manusia sangatlah beranekaragam, baik jenis dan mutunya. Hal ini sudah menjadi sifat kebutuhan manusia. Jika kebutuhan yang paling mendesak sudah terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan berikutnya, sehingga dapat dikatakan bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas.
D.    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEBUTUHAN MANUSIA BERANEKARAGAM
1.    Keadaan Alam (Tempat)
Keadaan alam mengakibatkan perbedaan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Orang yang tinggal di daerah kutub, membutuhkan pakaian yang tebal untuk menahan  hawa dingin. Lain halnya dengan kita yang tinggal di daerah tropis, cukup memakai pakaian yang tipis. Oleh karena itu, tampa di sini bahwa keadaan alam dapat mendorong manusia untuk menginginkan
barang-barang yang sesuai dengan kondisi alam di tempat yang bersangkutan.
 2.    Agama dan Kepercayaan
Ajaran agama yang berbeda dapat mengakibatkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya, penganut agama Islam dilarang makan babi, sedangkan penganut agama Hindu dilarang makan sapi. Hal ini  menunjukkan bahwa masing-masing agama memerlukan alat-alat pemenuhan kebutuhan tertentu yang harus dipakai dalam menjalankan ibadah. Selain itu dalam hal perayaan keagamaan, masing-masing agama atau kepercayaan berbeda-beda, sehingga kebutuhan akan barang juga berbeda. Misalnya pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan akan pakaian muslim akan meningkat tajam. Berbeda halnya ketika hari raya Natal tiba, orang-orang Nasrani membutuhkan pohon Natal dan bingkisan-bingkisan Natal. Dengan demikian masing-masing agama atau kepercayaan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda.
3.    Adat Istiadat
Adat atau tradisi yang berlaku di masyarakat sangat memengaruhi kebutuhan hidup masyarakat. Alasannya, suatu adat atau tradisi akan memengaruhi baik perilaku maupun tujuan hidup kelompok masyarakat setempat. Akibatnya tradisi yang berbeda akan menimbulkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya upacara perkawinan. Pelaksanaan upacara antardaerah akan berbeda-beda. Upacara pernikahan di Jawa Tengah dengan di Sumatra Barat akan memiliki ritual yang berbeda, sehingga kebutuhannya pun akan berbeda pula.
4.    Tingkat Peradaban
Makin tinggi peradaban suatu masyarakat makin banyak kebutuhan dan makin tinggi pula kualitas atau mutu barang yang dibutuhkan. Pada zaman purba, kebutuhan manusia masih sedikit. Namun seiring berkembangnya peradaban,  kebutuhan manusia semakin banyak. Manusia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya agar mencapai kemakmuran. Dahulu manusia tidak membutuhkan sepeda motor, namun sekarang sepeda motor menjadi kebutuhan yang sangat penting, karena dapat mengefisienkan waktu  sampai tempat tujua. Selain itu cita rasa kebutuhan manusia modern juga semakin meningkat. Manusia menuntut kualitas tinggi dari barang-barang atau jasa yang dibutuhkan. Dengan demikian membuktikan bahwa perkembangan peradaban akan menyebabkan kebutuhan akan berkembang dan beragam.

E.    SKALA PRIORITAS KEBUTUHAN
Hal-hal yang perlu dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan skala prioritas adalah:
1.    Tingkat Urgensinya
Dalam menentukan pilihan mana yang harus didahulukan perlu mempertimbangkan seberapa jauh tingkat kepentingan hal yang kita butuhkan tersebut. Misalnya Badi seorang pelajar yang sedang menghadapi tes, lampu kamar lebih penting daripada alat tulis, karena lampu kamar sebagai sarana penerangan belajar, sedangkan alat tulis bisa meminjam dulu ke kakak ataupun adik.
2.    Kesempatan yang Dimiliki
Jika suatu kebutuhan hanya dibutuhkan pada saat itu saja maka perlu didahulukan. Misalnya dalam kondisi darurat, keselamatan atau kesehatan merupakan nomor satu. Demi kesembuhan, obat merupakan kebutuhan yang perlu didahulukan, sedangkan hal yang lainnya bisa dikesampingkan.
3.    Pertimbangan Masa Depan
Dalam menghadapi pilihan yang sulit, faktor masa depan perlu dipertimbangkan. Misalnya ada beberapa pilihan bidang kursus/les ingin diikuti, namun tidak mungkin memilih semuanya, maka perlu dipertimbangkan jenis kursus apa yang bermanfaat bagi masa depannya. Antara pilihan les Matematika ataukah Bahasa Inggris? Meskipun keduanya sama penting, namun mengutamakan bahasa  Inggris merupakan pilhan yang paling tepat, sebab kegunaan di masa mendatang Bahasa Inggris lebih luas dibandingkan dengan Matematika.
4.    Kemampuan Diri
Memiliki banyak keinginan dan selalu merasa tidak puas merupakan bagian dari sifat manusia. Namun hal yang juga menjadi bagian dari sifat manusia yang sering terlupakan adalah sifat keterbatasan kemampuan. Menentukan pilihan perlu mempertim bangkan pula kemampuan yang dimiliki, baik kemampuan materi maupun nonmateri, sehingga pilihan yang dijatuhkan bisa tepat. Misalnya hidup di kota besar dengan persaingan yang ketat memaksa manusia untuk saling berlomba agar tidak tertinggal dengan lainnya. Dalam kondisi seperti itu kadang muncul persaingan
yang tidak sehat, berusaha memaksakan diri agar bisa sama dengan orang lain tanpa mempertimbangkan kemampuan diri, akibatnya akan menderita sendiri.
F.    ARTI DAN MACAM-MACAM ALAT PEMENUHAN KEBUTUHAN
Berbagai bentuk alat pemenuhan kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.    Menurut kelangkaannya
Menurut kelangkaannya, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan:
1)    Benda ekonomi
Benda ekonomi, yaitu benda yang tersedia dalam jumlah yang kecil (sedikit) dibandingkan dengan yang membutuhkannya, sehingga untuk mendapatkan perlu pengorbanan. Misalnya pada saat kemarau panjang air merupakan benda ekonomi yang untuk memperolehnya diperlukan biaya atau tenaga.
2)    Benda bebas
Benda bebas, yaitu benda yang tersedia di alam bebas. Orang bisa mendapatkannya secara cuma-cuma. Misalnya udara untuk pernapasan, air di musim penghujan, dan sebagainya.
3)    Benda illith
Benda illith  adalah benda yang ada di sekitar kita, namun jika berlebihan dapat merugikan kehidupan manusia. Misalnya air dan api termasuk benda  illith  yang jika berlebihan justru merugikan atau bahkan membunuh manusia.
2.    Menurut wujudnya
Menurut wujudnya, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan:
1)    Barang atau benda konkret
Barang konkret merupakan alat pemuas kebutuhan yang    dapat dilihat, diraba, dan dirasakan manfaatnya. Misalnya    rumah, pakaian, roti, nasi, dan sebagainya.
2)    Jasa
Jasa merupakan alat pemuas kebutuhan yang hanya dapat dirasakan manfaatnya, tetapi tidak dapat dilihat atau diraba. Misalnya hiburan musik, layanan angkutan, dan sebagainya.
3.    Menurut hubungannya dengan benda lain
Menurut hubungannya dengan benda lain, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan:
1)    Benda substitusi
Benda substitusi merupakan benda yang penggunaannya dapat menggantikan benda lain yang sedang diperlukan. Misalnya sepeda motor dapat menggantikan mobil, roti dapat menggantikan nasi.
2)    Benda komplementer
Benda komplementer merupakan benda yang dapat berfungsi jika dilengkapi dengan benda lain. Misalnya nasi dengan lauk pauknya, buku dengan pulpen, mobil dengan bahan bakar, dan sebagainya.
4.    Menurut tujuan pemakaiannya
Menurut tujuan pemakaiannya, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan:
1)    Benda konsumsi
Benda konsumsi adalah benda yang dapat langsung dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya minuman dan makanan.
2)    Benda produksi
Benda produksi merupakan benda yang dipergunakan untuk memproduksi benda lain. Misalnya alat pembuat kue, mesin traktor, kompor, dan sebagainya.
5.    Menurut tingkat pemakaiannya
Menurut tingkat pemakaiannya, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan:
1)    Benda tahan lama
Benda tahan lama merupakan benda yang dapat dipergunakan berulang kali. Misalnya pakaian, sepatu, perhiasan, kendaraan, dan sebagainya.
2)    Benda tidak tahan lama
Benda tidak tahan lama merupakan benda yang hanya dapat dipergunakan satu kali saja atau benda yang habis pakai. Misalnya makanan, minuman, parfum, bahan bakar, dan sebagainya.

7 Nov 2012

TINDAKAN, MOTIF, DAN PRINSIP EKONOMI

A. Tindakan ekonomi
Tindakan Ekonomi à segala usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dengan pertimbangan yang baik berdasarkan skala prioritas untuk mencapai kemakmuran.
Kebutuhan à keinginan manusia yang menuntut untuk dipenuhi. Adapun macam-macam klasifikasi kebutuhan manusia adalah sebagai berikut:
1. Kebutuhan Manusia Menurut Abraham H. Maslow
a. Kebutuhan fisik à kebutuhan yang mendasar dan penting bagi kebutuhan fisiknya. Ex: makanan, minuman, tempat tinggal.
b. Kebutuhan akan rasa aman
Setiap makhluk hidup membutuhkan perlindungan dan rasa aman / selamat. Ex: anak sakit memutuhkan perawatan hingga sembuh, masyarakat membutuhkan keamanan dalam melakukan setiap kegiatan.
c. Kebutuhan akan pengakuan diri à kebutuhan manusia untuk dapat diterima di lingkungannya sebagai individu yang berbeda dengan individu lainya. Ex: berteman, sahabat, dan bertetangga yang baik.
d. Kebutuhan akan harga diri à kebutuhan untuk diharga atas potensi, kemampuan, atau kesuksesan yang diraihnya. Ex: Rina rajin belajar sehingga dia mendapat peringkat pertama, Budi memiliki kepemimpinan yang bagus sehingga temannya memilihnya sebagai ketua kelas.
e. Kebutuhan akan perwujudan diri à kebutuhan manusia untuk menggali potensinya untuk dipakai sebagai pengembangan diri individu. Ex: setiap orang diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya dalam rapat.
2. Kebutuhan Menurut Intensitasnya
a. Kebutuhan primer à kebutuhan utama dan mendasar dan harus dipenuhi untuk keberlangsungan hidup. Ex: makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
b. Kebutuhan skunder à kebutuahan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer atau kebutuhan dasar terpenuhi. Ex: makanan yang lebih enak, pakaian yang lebih bagus, pendidikan.
c. Kebutuhan tersier à kebutuhan yang ditujukan untuk kepuasan dan kesenangan. Ex: perhiasan, mobil mewah, dan rumah mewah.
3. Kebutuhan Menurut Sifatnya
a. Kebutuhan jasmani à kebutuhan yang ditujukan untuk fisik atau jasmani . Ex: makanan, pakaian, rumah. 
b. Kebutuhan rohani à kebutuhan yang ditujukan untuk jiwa. Ex: pendidikan, mengaji, mendengarkan musik.
4. Kebutuhan Menurut Waktu
a. Kebutuhan sekarang à kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga. Ex:
b. Kebutuhan masa depan à kebutuhan yang dapat ditunda dan diperlukan dimasa mendatang. Ex: asuransi jiwa, tabungan, investasi.
5. Kebutuhan Menurut Subjek
a. Kebutuhan indivudu à kebutuhan tiap-tiap manusia. Ex: belajar, tidur, makan, minum.
b. Kebutuhan bersama à kebutuhan yang diperlukan oleh sekelompok orang dan digunakan secara bersama-sama/bergantian. Ex: telepon umum. WC umum, dan angkutan umum.
B. Motif Ekonomi
Motif Ekonomi à keinginan atau alasan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi atau kegiatan ekonomi baik dari dalam diri manusia maupun dari luar/lingkungan.
Adapun motif ekonomi dibagi menjadi dua, yaitu:
· Motif intrinsik à keinginan untuk memperoleh barang dan jasa yang diinginkan sesuai kesadaran sendiri. Ex: Jerry belajar sungguh-sungguh karena ingin pandai, Pak Eri bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
· Motif ekstrinsik à keinginan seseorang untuk memperoleh barang dan jasa yang diingikan karena pengaruh dari luar/orang lain. Ex: Pak Joni bekerja kerasa agar anaknya bisa sekolah tinggi, Eris belajar dengan rajin karena ingin mendapat hadiah dari orang tuanya jika nilainya bagus.
Macam-macam motif eknomi dalam kehidupan sehari-hari:
a. Motif ekonomi untuk memperoleh laba atau keuntungan à dorongan yang muncul untuk memperoleh keuntungan dan mendorong semangat untuk menggali ide yang bersifat penemuan baru (inovasi). Ex: perusahaan motor Honda yang dulu menggunakan mesin dua tak, sekarang berinovasi menjadi empat tak yang lebih hemat BBM dan ramah lingkungan.
b. Motif ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sendiri à keinginan yang dimiliki oleh setiap individu untuk memenuhi kebutuhan hidunya. Ex: pendatan Jeki rendah, untuk memenuhi kebutuhanya jeki menambah pendapatannya dengan menjadi tukang ojek di malam harinya.
c. Motif ekonomi untuk memperoleh penghargaan à keinginan seseorang selain mendapat keuntungan, juga inginan dihargai dan dihormati oleh orang lain. Ex: Bu Darmi sebagai kepala sekolah yang baik meskipun gajinya tetap, beliau terus berusaha menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga para guru dan muridnya merasa segan dan menghormatinya.
d. Motif ekonomi untukmemperoleh kekuasaan à keinginan seseorang untk memperoleh kekuasaan dalam masyarakat khususnya dalam bidang ekonomi. Ex: Pak Surya memiliki beberapa perusahaan besar, semua kebutuhannya tercukupi, meskipun demikian, Pak Surya tetap memiliki keinginan untuk berusaha mengembangkan perusahaan agar lebih besar lagi hingga dapat tercapai keinginannya untuk menguasai ekonomi di daerahnya.
e. Motif ekonomi untukuntuk sosial à keinginan seseorang untuk memperoleh pendapatan, kemudian sebagian pendapatannya digunakan untuk menolong sesama dengan tulus iklas. Ex: bersedekah untuk fakir miskin, menyumbang daerah yang terkena musibah.
C. Prinsip Ekonomi
Prinsip Ekonomi à usaha manusia dengan pengorbanan tertentu untuk mencapai hasil yang optimal.
Penggolongan Prinsip Ekonomi :
a. Prinsip ekonomi konsumen
Konsumen à orang yang mengurangi nilai guna barang dan jasa.
dengan pendapatan yang diterima, konsumen berusaha mencapai kepuasan yang sebesar-besarnya dari kebutuhan yang beraneka ragam. Karena pendapatan dan alat pemuas yang terbatas, sedangkan kebutuhannya yang tidak terbatas, maka konsumen perlu melakukan kegiatan selektif dalam membuat skala prioritas kebutuhanya. Ex: Juki ingin membeli sepatu, ia memasuki beberapa toko sepatu untuk membandingkan kualitas dan harganya tiap toko. Pada akhirnya Juki memilih membeli di toko sepatu “SAHABAT”, karena selain sepatu berkualitas bagus harganya juga dapat dijangkau untuk dibeli Juki.
b. Prinsip ekonomi produsen
Produsen à orang yang menambah nilai guna barang dan jasa.
Produsen dengan segala usahanya perlu mempertimbangkan pilihan untuk menentukan barang-barang yang akan diproduksi. Barang produksi yang diproses oleh tenaga kerja atau menggunakan mesin, diupayakan agar menggunakan biaya produksi yang rendah untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Dengan demikian tujuan produsen adalah memperoleh keuntungan (laba) yang besar dengan pengorbanan tertentu. Ex: Pak Ujang pengusaha kerupuk yang menggunakan bahan bakar minyak, karena harga minyak mahal Pak Ujang mengganti bahan bakarnya dari sisa penggilingan tebu yang dibeli dari perusahaan gula. Dengan pertimbangan harga minyak yang Rp. 4.000,-/liter yang habis digunakan beberapa jam saja, sedangkan jika menggunakan sisa tebu yang harganya Rp. 12.000,-/truk dan bisa digunakan sela satu minggu. Dengan mengganti bahan bakar minyak ke sisa pengolahan tebu Pak Ujang bisa menekan biaya produksi kerupuk.
c. Prinsip ekonomi distributor
Distributor à orang yang menyalurkan barang dan jasa.
Distributor mempertimbangkan efisiensi jarak, biaya, dan waktu yang diperlukan distributor untuk menyalurkan barang dan jasa. Ex: untuk menyalurkan barang elektronik dari perusahaan CV. Untung mempertimbangkan hal-hal berikut:
1. Membeli gudang yang letaknya strategis dan mudah dijankau
2. Membuka cabang-cabang distributor
3. Menyewa / membeli truk untuk mengangkut barang ke lokasi pasar yang cukup jauh
4. Menyewa / membeli mobil box sesuai kebutuhan untuk mengangkut barang dari gudang ke pasar / supermarket
5. Membeli motor untuk memudahkan kegiatan distribusi ke agen-agen kecil barang elektronik.
Dengan demikian untuk dapat menyalurkan barang dan jasa ke konsumen, selain menggunakan prinsip ekonomi, distributorjuga erlu melakukan efesiensi dalam penyaluran barang dan jasa, yakni disertai perhitungan biaya dan saluran distribusi yang akan dilaluinya menuju konsumen
 

Dwi Nurul Istiqomah Template by Ipietoon Cute Blog Design