This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

29 Okt 2012

Psikologi Sosial


Tingkah laku merupakan hasil interaksi individu dan masyarakat yang disebabkan adanya proses sosialisasi (individu-individu saling berinteraksi dalam masyarakat) dan negosiasi (individu-individu yang tidakj komform dengan standar masyarakat menciptakan standar baru yang dapat diterima masyarakat. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya karena manusia memiliki akal dan perasaan. Dalam rangka pengembangan masyarakat, Psikologi Sosial memandang manusia sebagai makhluk yang tingkah lakunya dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan sosialnya.
Psikologi berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Focus utama Psikologi Sosial adalah pada pemahaman mengenai bagaimana dan mengapa individu berperilaku, berpikir, dan memiliki perasaan tertentu dalam konteks situasi social. Yang dimaksud dengan situasi social adalah kehadiran orang lain secara nyata maupun secara imajinasi. Berikut beberapa definisi Psikologi Sosial dari berbagai ahli yang berbeda:
  • Sherif & Muzler, 1958: Psikologi Sosial adalah ilmu tentang pengalaman dan perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi stimulus social.
  • Dewey & Huber, 1966: Psikologi social adalah study tentang manusia individual ketika ia berinteraksi, biasanya secara simbolik dengan lingkungannya.
  • Shaw & Constanzo, 1970: Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku individual sebagaifungsi rangsang-rangsang social.
  • Smith & Mackie, 2000: Social psychology is the scientific study of social and cognitive processes on the way individuals perceive, influence and relate to others.
  • Baron & Byrne, 2004: Psikologi Sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang berusaha untuk memahami asal-usul dan penyebab dari tingkah laku dan pemikiran individu pada konteks situasi social.
Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan  yang mana memiliki nilai-nilai dan metode-metode yang digunakan oleh bidang ilmu pengetahuan lain. Nilai-nilai dasar yang harus dipenuhi semua bidang agar dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan:
  • Akurasi: teliti, tepat, bebas dari kesalahan.
  • Obyektivitas: bebas dari bias.
  • Skeptisme: menerima hanya bila telah diverifikasi.
  • Berpikiran terbuka: mengubah pandangan bila terbukti tidak benar.
Psikologi Sosial berbeda dengan sosiologi. Psikologi Sosial fokusnya pada individu yaitu mempelajari perilaku dan pemikiran individu sementara Sosiologi focus pada kelompok-kelompok besar atau masyarakat sebagai suatu keutuhan. Contohnya: dalam suatu kasus KDRT, Psikologi Sosial akan focus pada penyebab orang-orang tertentu melakukan KDRT, sedangkan Sosiologi akan melihat perbandingan angka KDRT pada berbagai lapisan dalam kelompok masyarakat.
Seorang Psikologi Sosial terutama tertarik untuk memahami berbagai factor dan kondisi yang membentuk perilaku social dan pemikiran social pada individu tentang orang lain. Ada setidaknya 5 faktor penyebab dari perilaku social dan pemikiran social:
  1. Perilaku dan karakter orang lain. Kita sering secara kuat dipengaruhi oleh perilaku orang lain dan juga seringkali dipengaruhi oleh penampilan orang lain. Contoh: perlakuan yang berbeda antara orang tua dan anak kecil.
  2. Proses-proses kognitif. Proses-proses kognit memainkan peran penting dalam perilaku dan pemikiran social. Untuk memahami perilaku manusia dalam situasi social, kita harus memahami pikiran mereka tentang situasi tersebut, atau biasa disebut oleh para psikolog social dengan construals (pemahaman). Contoh: Andi yang biasanya kita ketahui selalu tepat waktu, bila pada suatu pertemuan yang dijanjikan dia datang terlambat, maka kita bisa menerima alasannya karena tahu bahwa dia tidak biasanya datang terlambat. Bda dengan Roy yang memang selalu ngaret, kita akan emosi bila dia datang terlambat.
  3. Variabel-variabel lingkungan: Pengaruh dari lingkungan fisik. Lingkungan fisik berpengaruh terhadap perasaan, pikiran, dan perilaku kita sehingga variable ekologis juga menjadi bahasan dalam psikologi social modern. Contoh: manusia menjadi lebih cepat marah dalam cuaca yang panas.
  4. Konteks Budaya. Perilaku social seringkali sangat dipengaruhi oleh norma-norma social (aturan social mengenai bagaimana manusia seharusnya berperilaku dalam situasi tertentu), keanggotaan dalam berbagai kelompok, dan perubahan nilai-nilai social. Contoh: di Mauritania wanita yang cantik adalah wanita yang bertubuh gemuk. Makin gemuk wanita itu, makin cantik dia. Sementara di Barat, wanita cantik dinilai melalui tubuhnya yang proporsional (seperti model-model yang tubuhnya kurus-kurus).
  5. Factor-faktor biologis. Pilihan, perilaku, emosi, atau bahkan sikap sampai batas tertentu dipengaruhi oleh bawaan biologis (Buss, 1999; Nisbet, 1990). Pandangan bahwa factor biologis memainkan peran penting dalam perilaku social datang dari bidang Psikologi Evolusioner (evolutionary psychology) yang menyatakan bahwa manusia, seperti makhluk lainnya telah mengalami proses evolusi biologis, dan hasil dari proses ini adalah kita sekarang memiliki sejumlah besar mekanisme psikologis yang merupakan hasil evolusi (evolved psychology mechanism) yang membantu kita untuk tetap hidup atau mempertahankan keberadaan kita. Proses evolusi melibatkan 3 komponen dasar, yaitu: variasi (tiap individu berbeda satu sama lainnya), factor bawaan (ada variasi yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya) dam factor seleksi. Contoh: laki-laki pada jaman dulu bertubuh besar-besar karena tugas mereka yang mengharuskan mereka berkerja keras, lalu sekarang tubuh laki-laki semakin kecil karena pekerjaannya semakin ringan, factor genetic tubuh kecil ini lalu diturunkan ke anaknya.
Ada dua pendekatan perspektif dalam psikologi social yang menyangkut tingkah laku manusia:
  1. Psychological Social Psychology (PSP)
    • Behavioral perspective, dalam perspektif ini stimulus yang ada langsung diterima oleh manusia tanpa ada proses belajar. Teori-teori dalam perspektif ini: Operant Behavior And Reinforcement; Social Learning Theory; Social Exchange Theory.
    • Cognitive perspective, dalam perspektif ini ada kegiatan kognitif yaitu proses berpikir manusia yang kemudian membentuk skema. Teori-teori dalam perspektif ini: Field Theory/Life Space; Contemporary Cognitive Theory.
    2. Sociological Social Psychology (SSP)
    • Structural perspective, orang melakukan perilaku-perilaku tertentu karena struktur masyarakat yang menuntutnya melakukan perilaku itu. Teori-teori dalam perspektif ini: Role Theory; Postmodernism
    • Interactionist Perspective, meskipun mengetahui standar masyarakat tidak berarti ia akan menampilkan tingkah laku yang comfort dengan standar tersebut. Teori-teori dalam perspektif ini: Symbolic Interaction Theory; Identity Theory.
Metode Penelitian dalam Psikologi Sosial
  1. Observasi Sistematis, yaitu  mengamati secara hati-hati perilaku yang ada dilengkapi dengan pengukuran yang akurat dan teliti. Ada 2 teknik dalam observasi sitematis, yaitu: a) observasi alamiah (naturalistic observation), yaitu observasi terhadap perilaku dalam situasi alami (Linden, 2000). Dalam teknik ini, peneliti tidak boleh mempengaruhi orang yang diteliti, sehingga peneliti berupaya agar orang-orang yang diamatinya tidak memperhatikan keberadaan peneliti. Contoh: penelitian Brandon mengenai pengaruh suhu udara terhadap perilaku membunyikan klakson. Brandoon mengamatinya dengan bersembunyi di balik semak-semak dan menghitung bunyi klakson beberapa detik setelah lampu hijau menyala. b) Metode survey, yaitu metode penelitian di mana peneliti meminta sejumlah besar partisipan untuk merespon pertanyaan-pertanyaan tentang sikap atau perilaku mereka. Metode ini digunakan untuk mengukur sikap mengenai isu-isu social.Syarat survey: orang-orang yang berpartisipasi harus mewakili populasi yang lebih besar; pertanyaan-pertanyaan disusun ke dalam kalimat akan berpengaruh pada hasil yang didapat. Metode ini berguna untuk mempelajari aspek-aspek dari perilaku social, namun hasil yang diperoleh baru bisa akurat bila isu mengenai sampling dan perumusan pertanyaan diperhatikan secara hati-hati.
  2. Metode Korelasi, yaitu peneliti mencoba untuk menentukan apakah, dan seberapa jauh, variable-variabel yang berbeda berhubungan satu sama lain dengan mengadakan observasi yang hati-hati terhadap masing-masing variable, kemudian melaksanakan uji statistic yang tepat untuk menentukan apakah dan seberapa jauh variable-variabel tersebut berkorelasi. Metode ini dapat digunakan dalam berbagai situasi natural dan seringkali sangat efisien (sejumlah informasi dapat diperoleh dalam waktu yang relative singkat). Namun, hal tersebut tidak dapat dijadikan hubungan sebab-akibat yang merupakan kelemahan metode ini.
  3. Metode eksperimen, yaitu sebuah metode di mana satu factor atau lebih (variable bebas) diubah secara sistematis untuk menentukan apakah suatu variable mempengaruhi satu atau lebih factor yang lain (variable terikat). Contoh: penelitian mengenai pengaruh jabat tangan terhadap persepsi orang lain mengenai orang yang diajak berjabat tangan tersebut.

28 Okt 2012

Asmaul Husna

Berikut adalah senarai 99 nama-nama Allah dalam Islam. "Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia) maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu, dan pulaukanlah orang-orang yang berpaling dari kebenaran dalam masa menggunakan nama-namaNya. Mereka akan mendapat balasan mengenai apa yang mereka telah kerjakan." Surah Al-A'raf, ayat 180.
"(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan "zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia." Surah Ar-Ra'd, ayat 28.
Allah
Ar-Rahman
Ar-Raheem
Al-Malik
Al-Malik (Maha Memiliki Menguasai Seluruh Alam)
Ar-Rahim (Maha Penyayang)
Ar-Rahman (Maha Pemurah)
Allah subhana huwa Taala
Al-Qudduus
As-Salaam
Al-Mumin
Al-Muhaymin
Al-Muhaimin (Maha Memelihara)
Al-Mukmin (Maha Mengurniakan Keamanan)
As-Salaam (Maha Sejahtera)
Al-Quddus (Maha Suci)
Al-Khaaliq
Al-Mutakabbir
Al-Jabbaar
Al-Aziz
Al-Khaaliq (Maha Menciptakan)
Al-Mutakabbir (Maha Memiliki Segala Keagungan)
Al-Jabbar (Maha Kuasa)
Al-Aziz (Maha Perkasa)
Al-Qahhaar
Al-Ghaffaar
Al-Musawwir
Al-Baari
Al-Qahhar (Maha Mengalahkan)
Al-Ghaffar (Maha Pengampun)
Al-Musawwir (Maha Membentuk Rupa)
Al-Baari (Maha Mengadakan)
Al-Aleem
Al-Fattah
Ar-Razzaq
Al-Wahhab
Al-Alim (Maha Mengetahui)
Al-Fattah (Maha Pemberi Keputusan)
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Al-Wahhab (Maha Pemberi Kurnia)
Ar-Raafey
Al-Khaafidh
Al-Baasit
Al-Qaabidh
Ar-Rafi (Maha Meninggikan)
Al-Khaafiz (Maha Merendahkan)
Al-Baasit (Maha Melapangkan)
Al-Qaabiz (Maha Menyempitkan)
Al-Baseer
As-Samii
Al-Mudhill
Al-Muizz
Al-Basir (Maha Melihat)
As-Sami' (Maha Mendengar)
Al-Mudhill (Yang Menghinakan)
Al-Muizz (Maha Memuliakan)
Al-Khabeer
Al-Lateef
Al-Adl
Al-Hakam
Al-Khabir (Maha Berwaspada)
Al-Latif (Maha Lemah Lembut)
Al-Adl (Yang Mempunyai Keadilan)
Al-Hakam (Maha Mengadili)
As-Shakur
Al-Ghafoor
Al-Adheem
Al-Haleem
As-Shakur (Maha Mensyukuri)
Al-Ghafur (Maha Pengampun)
Al-Adhim (Maha Besar)
Al-Halim (Maha Penyantun)
Al-Muqeet
Al-Hafeedh
Al-Kabeer
Al-Ali
Al-Muqit (Maha Perkasa)
Al-Hafiz (Maha Memelihara)
Al-Kabir (Maha Berwaspada)
Al-Ali (Maha Tinggi)
Ar-Raqeeb
Al-Kareem
Al-Jaleel
Al-Haseeb
Ar-Raqib (Maha Mengawasi)
Al-Karim (Maha Pemurah)
Al-Jalil (Maha Mulia)
Al-Hasib ( Amat Dihormati)
Al-Waduud
Al-Hakeem
Al-Waasey
Al-Mujeeb
Al-Wadud (Maha Pengasih)
Al-Hakim (Maha Bijaksana)
Al-Waasi' (Maha Lapang)
Al-Mujib (Maha Memperkenankan)
Al-Haq
As-Shaheed
Al-Baaith
Al-Majeed
Al-Haq (Maha Benar)
As-Shahid (Maha Menyaksikan)
Al-Baaith (Maha Membangkitkan Semula)
Al-Majid (Maha Mulia)
Al-Wali
Al-Mateen
Al-Qawi
Al-Wakeel
Al-Wali (Maha Memerintah)
Al-Matin (Maha Kuat)
Al-Qawi (Maha Kuat)
Al-Wakil (Maha Mentadbir)
Al-Mueed
Al-Mubdi
Al-Muhsi
Al-Hameed
Al-Muid (Maha Memulihkan)
Al-Mubdi (Maha Pencipta dari Asal)
Al-Muhsi (Maha Menghitung)
Al-Hamid (Maha Terpuji)
Al-Qayyum
Al-Hai
Al-Mumeet
Al-Muhyi
Al-Qayyum (Maha Berdikari)
Al-Hai (Yang Hidup Kekal)
Al-Mumit (Maha Pemusnah)
Al-Muhyi (Maha Menghidupkan)
Al-Ahad
Al-Waahid
Al-Maajid
Al-Waajid
Al-Ahad (Maha Esa)
Al-Waahid (Maha Tunggal)
Al-Maajid (Maha Mulia)
Al-Waajid (Maha Mencarikan)
Al-Muqaddim
Al-Muqtadir
Al-Qaadir
As-Samad
Al-Muqaddim (Maha Menyegerakan)
Al-Muqtadir (Maha Berkuasa)
Al-Qaadir (Maha Berkuasa)
As-Samad (Tumpuan Segala Hajat)
Adh-Dhaahir
Al-Aakhir
Al-Awwal
Al-Muakkhir
Adh-Dhaahir
Al-Aakhir (Maha Akhir)
Al-Awwal (Maha Awal)
Al-Muakkhir ( Maha Penangguh)
Al-Barr
Al-Muta-aali
Al-Waali
Al-Baatin
Al-Barr (Maha Membuat Kebajikan)
Al-Muta-aali (Maha Tinggi)
Al-Waali (Maha Melindungi)
Al-Baatin (Maha Tersembunyi)
Ar-Ra-uf
Al-Afuw
Al-Muntaqim
At-Tawwaab
Ar-Rauf (Maha Pengasih)
Al-Afuw (Maha Pemaaf)
Al-Muntaqim (Maha Pembalas Dendam)
At-Tawwaab (Maha Menerima Taubat)
Al-Muqsit
Dhul-Jalaali wal Ikraam
Maalik-ul-Mulk
Al-Muqsit (Maha Saksama)
Dhul-Jalaali wal Ikraam
Maalik-ul-Mulk
Al-Maaney
Al-Mughni
Al-Ghani
Al-Jaamey
Al-Maane (Maha Melarang)
Al-Mughni (Maha Memakmurkan)
Al-Ghani (Maha Kaya)
Al-Jami' (Maha Mengumpulkan)
Al-Haadi
An-Nur
An-Naafey
Adh-Dhaarr
Al-Haadi (Maha Petunjuk)
An-Nur (Maha Bercahaya)
An-Naafi' (Memberi Manfaat)
Adh-Dhaarr
As-Sabur
Ar-Rasheed
Al-Waarith
Al-Baaqi
As-Sabur (Maha Penyabar)
Ar-Rashid (Maha Bijaksana)
Al-Waarith (Maha Mewarisi)
Al-Baaqi (Maha Kekal)
 

29 Okt 2012

Psikologi Sosial


Tingkah laku merupakan hasil interaksi individu dan masyarakat yang disebabkan adanya proses sosialisasi (individu-individu saling berinteraksi dalam masyarakat) dan negosiasi (individu-individu yang tidakj komform dengan standar masyarakat menciptakan standar baru yang dapat diterima masyarakat. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya karena manusia memiliki akal dan perasaan. Dalam rangka pengembangan masyarakat, Psikologi Sosial memandang manusia sebagai makhluk yang tingkah lakunya dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan sosialnya.
Psikologi berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Focus utama Psikologi Sosial adalah pada pemahaman mengenai bagaimana dan mengapa individu berperilaku, berpikir, dan memiliki perasaan tertentu dalam konteks situasi social. Yang dimaksud dengan situasi social adalah kehadiran orang lain secara nyata maupun secara imajinasi. Berikut beberapa definisi Psikologi Sosial dari berbagai ahli yang berbeda:
  • Sherif & Muzler, 1958: Psikologi Sosial adalah ilmu tentang pengalaman dan perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi stimulus social.
  • Dewey & Huber, 1966: Psikologi social adalah study tentang manusia individual ketika ia berinteraksi, biasanya secara simbolik dengan lingkungannya.
  • Shaw & Constanzo, 1970: Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku individual sebagaifungsi rangsang-rangsang social.
  • Smith & Mackie, 2000: Social psychology is the scientific study of social and cognitive processes on the way individuals perceive, influence and relate to others.
  • Baron & Byrne, 2004: Psikologi Sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang berusaha untuk memahami asal-usul dan penyebab dari tingkah laku dan pemikiran individu pada konteks situasi social.
Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan  yang mana memiliki nilai-nilai dan metode-metode yang digunakan oleh bidang ilmu pengetahuan lain. Nilai-nilai dasar yang harus dipenuhi semua bidang agar dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan:
  • Akurasi: teliti, tepat, bebas dari kesalahan.
  • Obyektivitas: bebas dari bias.
  • Skeptisme: menerima hanya bila telah diverifikasi.
  • Berpikiran terbuka: mengubah pandangan bila terbukti tidak benar.
Psikologi Sosial berbeda dengan sosiologi. Psikologi Sosial fokusnya pada individu yaitu mempelajari perilaku dan pemikiran individu sementara Sosiologi focus pada kelompok-kelompok besar atau masyarakat sebagai suatu keutuhan. Contohnya: dalam suatu kasus KDRT, Psikologi Sosial akan focus pada penyebab orang-orang tertentu melakukan KDRT, sedangkan Sosiologi akan melihat perbandingan angka KDRT pada berbagai lapisan dalam kelompok masyarakat.
Seorang Psikologi Sosial terutama tertarik untuk memahami berbagai factor dan kondisi yang membentuk perilaku social dan pemikiran social pada individu tentang orang lain. Ada setidaknya 5 faktor penyebab dari perilaku social dan pemikiran social:
  1. Perilaku dan karakter orang lain. Kita sering secara kuat dipengaruhi oleh perilaku orang lain dan juga seringkali dipengaruhi oleh penampilan orang lain. Contoh: perlakuan yang berbeda antara orang tua dan anak kecil.
  2. Proses-proses kognitif. Proses-proses kognit memainkan peran penting dalam perilaku dan pemikiran social. Untuk memahami perilaku manusia dalam situasi social, kita harus memahami pikiran mereka tentang situasi tersebut, atau biasa disebut oleh para psikolog social dengan construals (pemahaman). Contoh: Andi yang biasanya kita ketahui selalu tepat waktu, bila pada suatu pertemuan yang dijanjikan dia datang terlambat, maka kita bisa menerima alasannya karena tahu bahwa dia tidak biasanya datang terlambat. Bda dengan Roy yang memang selalu ngaret, kita akan emosi bila dia datang terlambat.
  3. Variabel-variabel lingkungan: Pengaruh dari lingkungan fisik. Lingkungan fisik berpengaruh terhadap perasaan, pikiran, dan perilaku kita sehingga variable ekologis juga menjadi bahasan dalam psikologi social modern. Contoh: manusia menjadi lebih cepat marah dalam cuaca yang panas.
  4. Konteks Budaya. Perilaku social seringkali sangat dipengaruhi oleh norma-norma social (aturan social mengenai bagaimana manusia seharusnya berperilaku dalam situasi tertentu), keanggotaan dalam berbagai kelompok, dan perubahan nilai-nilai social. Contoh: di Mauritania wanita yang cantik adalah wanita yang bertubuh gemuk. Makin gemuk wanita itu, makin cantik dia. Sementara di Barat, wanita cantik dinilai melalui tubuhnya yang proporsional (seperti model-model yang tubuhnya kurus-kurus).
  5. Factor-faktor biologis. Pilihan, perilaku, emosi, atau bahkan sikap sampai batas tertentu dipengaruhi oleh bawaan biologis (Buss, 1999; Nisbet, 1990). Pandangan bahwa factor biologis memainkan peran penting dalam perilaku social datang dari bidang Psikologi Evolusioner (evolutionary psychology) yang menyatakan bahwa manusia, seperti makhluk lainnya telah mengalami proses evolusi biologis, dan hasil dari proses ini adalah kita sekarang memiliki sejumlah besar mekanisme psikologis yang merupakan hasil evolusi (evolved psychology mechanism) yang membantu kita untuk tetap hidup atau mempertahankan keberadaan kita. Proses evolusi melibatkan 3 komponen dasar, yaitu: variasi (tiap individu berbeda satu sama lainnya), factor bawaan (ada variasi yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya) dam factor seleksi. Contoh: laki-laki pada jaman dulu bertubuh besar-besar karena tugas mereka yang mengharuskan mereka berkerja keras, lalu sekarang tubuh laki-laki semakin kecil karena pekerjaannya semakin ringan, factor genetic tubuh kecil ini lalu diturunkan ke anaknya.
Ada dua pendekatan perspektif dalam psikologi social yang menyangkut tingkah laku manusia:
  1. Psychological Social Psychology (PSP)
    • Behavioral perspective, dalam perspektif ini stimulus yang ada langsung diterima oleh manusia tanpa ada proses belajar. Teori-teori dalam perspektif ini: Operant Behavior And Reinforcement; Social Learning Theory; Social Exchange Theory.
    • Cognitive perspective, dalam perspektif ini ada kegiatan kognitif yaitu proses berpikir manusia yang kemudian membentuk skema. Teori-teori dalam perspektif ini: Field Theory/Life Space; Contemporary Cognitive Theory.
    2. Sociological Social Psychology (SSP)
    • Structural perspective, orang melakukan perilaku-perilaku tertentu karena struktur masyarakat yang menuntutnya melakukan perilaku itu. Teori-teori dalam perspektif ini: Role Theory; Postmodernism
    • Interactionist Perspective, meskipun mengetahui standar masyarakat tidak berarti ia akan menampilkan tingkah laku yang comfort dengan standar tersebut. Teori-teori dalam perspektif ini: Symbolic Interaction Theory; Identity Theory.
Metode Penelitian dalam Psikologi Sosial
  1. Observasi Sistematis, yaitu  mengamati secara hati-hati perilaku yang ada dilengkapi dengan pengukuran yang akurat dan teliti. Ada 2 teknik dalam observasi sitematis, yaitu: a) observasi alamiah (naturalistic observation), yaitu observasi terhadap perilaku dalam situasi alami (Linden, 2000). Dalam teknik ini, peneliti tidak boleh mempengaruhi orang yang diteliti, sehingga peneliti berupaya agar orang-orang yang diamatinya tidak memperhatikan keberadaan peneliti. Contoh: penelitian Brandon mengenai pengaruh suhu udara terhadap perilaku membunyikan klakson. Brandoon mengamatinya dengan bersembunyi di balik semak-semak dan menghitung bunyi klakson beberapa detik setelah lampu hijau menyala. b) Metode survey, yaitu metode penelitian di mana peneliti meminta sejumlah besar partisipan untuk merespon pertanyaan-pertanyaan tentang sikap atau perilaku mereka. Metode ini digunakan untuk mengukur sikap mengenai isu-isu social.Syarat survey: orang-orang yang berpartisipasi harus mewakili populasi yang lebih besar; pertanyaan-pertanyaan disusun ke dalam kalimat akan berpengaruh pada hasil yang didapat. Metode ini berguna untuk mempelajari aspek-aspek dari perilaku social, namun hasil yang diperoleh baru bisa akurat bila isu mengenai sampling dan perumusan pertanyaan diperhatikan secara hati-hati.
  2. Metode Korelasi, yaitu peneliti mencoba untuk menentukan apakah, dan seberapa jauh, variable-variabel yang berbeda berhubungan satu sama lain dengan mengadakan observasi yang hati-hati terhadap masing-masing variable, kemudian melaksanakan uji statistic yang tepat untuk menentukan apakah dan seberapa jauh variable-variabel tersebut berkorelasi. Metode ini dapat digunakan dalam berbagai situasi natural dan seringkali sangat efisien (sejumlah informasi dapat diperoleh dalam waktu yang relative singkat). Namun, hal tersebut tidak dapat dijadikan hubungan sebab-akibat yang merupakan kelemahan metode ini.
  3. Metode eksperimen, yaitu sebuah metode di mana satu factor atau lebih (variable bebas) diubah secara sistematis untuk menentukan apakah suatu variable mempengaruhi satu atau lebih factor yang lain (variable terikat). Contoh: penelitian mengenai pengaruh jabat tangan terhadap persepsi orang lain mengenai orang yang diajak berjabat tangan tersebut.

28 Okt 2012

Asmaul Husna

Berikut adalah senarai 99 nama-nama Allah dalam Islam. "Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia) maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu, dan pulaukanlah orang-orang yang berpaling dari kebenaran dalam masa menggunakan nama-namaNya. Mereka akan mendapat balasan mengenai apa yang mereka telah kerjakan." Surah Al-A'raf, ayat 180.
"(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan "zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia." Surah Ar-Ra'd, ayat 28.
Allah
Ar-Rahman
Ar-Raheem
Al-Malik
Al-Malik (Maha Memiliki Menguasai Seluruh Alam)
Ar-Rahim (Maha Penyayang)
Ar-Rahman (Maha Pemurah)
Allah subhana huwa Taala
Al-Qudduus
As-Salaam
Al-Mumin
Al-Muhaymin
Al-Muhaimin (Maha Memelihara)
Al-Mukmin (Maha Mengurniakan Keamanan)
As-Salaam (Maha Sejahtera)
Al-Quddus (Maha Suci)
Al-Khaaliq
Al-Mutakabbir
Al-Jabbaar
Al-Aziz
Al-Khaaliq (Maha Menciptakan)
Al-Mutakabbir (Maha Memiliki Segala Keagungan)
Al-Jabbar (Maha Kuasa)
Al-Aziz (Maha Perkasa)
Al-Qahhaar
Al-Ghaffaar
Al-Musawwir
Al-Baari
Al-Qahhar (Maha Mengalahkan)
Al-Ghaffar (Maha Pengampun)
Al-Musawwir (Maha Membentuk Rupa)
Al-Baari (Maha Mengadakan)
Al-Aleem
Al-Fattah
Ar-Razzaq
Al-Wahhab
Al-Alim (Maha Mengetahui)
Al-Fattah (Maha Pemberi Keputusan)
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Al-Wahhab (Maha Pemberi Kurnia)
Ar-Raafey
Al-Khaafidh
Al-Baasit
Al-Qaabidh
Ar-Rafi (Maha Meninggikan)
Al-Khaafiz (Maha Merendahkan)
Al-Baasit (Maha Melapangkan)
Al-Qaabiz (Maha Menyempitkan)
Al-Baseer
As-Samii
Al-Mudhill
Al-Muizz
Al-Basir (Maha Melihat)
As-Sami' (Maha Mendengar)
Al-Mudhill (Yang Menghinakan)
Al-Muizz (Maha Memuliakan)
Al-Khabeer
Al-Lateef
Al-Adl
Al-Hakam
Al-Khabir (Maha Berwaspada)
Al-Latif (Maha Lemah Lembut)
Al-Adl (Yang Mempunyai Keadilan)
Al-Hakam (Maha Mengadili)
As-Shakur
Al-Ghafoor
Al-Adheem
Al-Haleem
As-Shakur (Maha Mensyukuri)
Al-Ghafur (Maha Pengampun)
Al-Adhim (Maha Besar)
Al-Halim (Maha Penyantun)
Al-Muqeet
Al-Hafeedh
Al-Kabeer
Al-Ali
Al-Muqit (Maha Perkasa)
Al-Hafiz (Maha Memelihara)
Al-Kabir (Maha Berwaspada)
Al-Ali (Maha Tinggi)
Ar-Raqeeb
Al-Kareem
Al-Jaleel
Al-Haseeb
Ar-Raqib (Maha Mengawasi)
Al-Karim (Maha Pemurah)
Al-Jalil (Maha Mulia)
Al-Hasib ( Amat Dihormati)
Al-Waduud
Al-Hakeem
Al-Waasey
Al-Mujeeb
Al-Wadud (Maha Pengasih)
Al-Hakim (Maha Bijaksana)
Al-Waasi' (Maha Lapang)
Al-Mujib (Maha Memperkenankan)
Al-Haq
As-Shaheed
Al-Baaith
Al-Majeed
Al-Haq (Maha Benar)
As-Shahid (Maha Menyaksikan)
Al-Baaith (Maha Membangkitkan Semula)
Al-Majid (Maha Mulia)
Al-Wali
Al-Mateen
Al-Qawi
Al-Wakeel
Al-Wali (Maha Memerintah)
Al-Matin (Maha Kuat)
Al-Qawi (Maha Kuat)
Al-Wakil (Maha Mentadbir)
Al-Mueed
Al-Mubdi
Al-Muhsi
Al-Hameed
Al-Muid (Maha Memulihkan)
Al-Mubdi (Maha Pencipta dari Asal)
Al-Muhsi (Maha Menghitung)
Al-Hamid (Maha Terpuji)
Al-Qayyum
Al-Hai
Al-Mumeet
Al-Muhyi
Al-Qayyum (Maha Berdikari)
Al-Hai (Yang Hidup Kekal)
Al-Mumit (Maha Pemusnah)
Al-Muhyi (Maha Menghidupkan)
Al-Ahad
Al-Waahid
Al-Maajid
Al-Waajid
Al-Ahad (Maha Esa)
Al-Waahid (Maha Tunggal)
Al-Maajid (Maha Mulia)
Al-Waajid (Maha Mencarikan)
Al-Muqaddim
Al-Muqtadir
Al-Qaadir
As-Samad
Al-Muqaddim (Maha Menyegerakan)
Al-Muqtadir (Maha Berkuasa)
Al-Qaadir (Maha Berkuasa)
As-Samad (Tumpuan Segala Hajat)
Adh-Dhaahir
Al-Aakhir
Al-Awwal
Al-Muakkhir
Adh-Dhaahir
Al-Aakhir (Maha Akhir)
Al-Awwal (Maha Awal)
Al-Muakkhir ( Maha Penangguh)
Al-Barr
Al-Muta-aali
Al-Waali
Al-Baatin
Al-Barr (Maha Membuat Kebajikan)
Al-Muta-aali (Maha Tinggi)
Al-Waali (Maha Melindungi)
Al-Baatin (Maha Tersembunyi)
Ar-Ra-uf
Al-Afuw
Al-Muntaqim
At-Tawwaab
Ar-Rauf (Maha Pengasih)
Al-Afuw (Maha Pemaaf)
Al-Muntaqim (Maha Pembalas Dendam)
At-Tawwaab (Maha Menerima Taubat)
Al-Muqsit
Dhul-Jalaali wal Ikraam
Maalik-ul-Mulk
Al-Muqsit (Maha Saksama)
Dhul-Jalaali wal Ikraam
Maalik-ul-Mulk
Al-Maaney
Al-Mughni
Al-Ghani
Al-Jaamey
Al-Maane (Maha Melarang)
Al-Mughni (Maha Memakmurkan)
Al-Ghani (Maha Kaya)
Al-Jami' (Maha Mengumpulkan)
Al-Haadi
An-Nur
An-Naafey
Adh-Dhaarr
Al-Haadi (Maha Petunjuk)
An-Nur (Maha Bercahaya)
An-Naafi' (Memberi Manfaat)
Adh-Dhaarr
As-Sabur
Ar-Rasheed
Al-Waarith
Al-Baaqi
As-Sabur (Maha Penyabar)
Ar-Rashid (Maha Bijaksana)
Al-Waarith (Maha Mewarisi)
Al-Baaqi (Maha Kekal)