This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

28 Agt 2015

LUTUNG KASARUNG

A long time ago in west Java there was a kingdom.  The king was Prabu Tapak Agung.  He had two beautiful daughters and no son.  Purba Rarang was his first daughter, and Purba Sari was his second daughter.  When the king was about to pass away he gave the throne to his second daughter, Purba Sari. Purba Rarang was very disappointed.  She thought that she deserve to replace her father as the ruler.  She discussed the situation with her fiancé, Indrajaya.
Then she got an evil idea.  She asked a witch to cast a spell to Purba Sari.  Soon after that Purba Sari had a strange skin disease.  There were black dots on her skin.  She also had skin rash.  Consequently Purba Rarang had a reason to tell people that her sister had a great sin and she was cursed by god.  She told her people that such a person did not qualify to be a leader.
After that she ordered the army to send Purba Sari to a wood and had her exiled there.  The army then built a wooden house for Purba Sari in a wood.  So Purba Sari lived in the wood.  As there were many animals in the wood she got along with them well.
Her best friend was a black monkey.  She called the monkey Lutung Kasarung.  Lutung was very attentive and very kind to her.  He gave fruits and vegetables to Purba Sari.
Lutung Kasarung was not an ordinary monkey.  He often meditates like human being.  One night when there was a full moon he sat meditating.  He was praying to God. Suddenly a spring emerged beside Lutung. It became bigger and bigger and finally it became a lake.  The water was very clear and aromatic.
The next day Lutung came to see Purba Sari.  He asked her to follow him.  Lutung took her to the lake and asked her to take a bath.  When Purba Sari took bath in the lake something strange happened.  Her skin disease was gone and her smooth fair skin was back.  Purba Sari was very happy and thankful to God.
Meanwhile Purba Rarang who lived in the palace wanted to see her sister.  So she went to the wood with her soldiers.  She was very surprised when she saw Purba Sari was in good condition and looked beautiful.  Her evil heart led her to find a way to beat her sister. Then she asked her sister to measure the length of their hair.  The one who had the longest hair would win.  Purba Sari’s hair proved to be longer than Purba Rarang’s.
Purba Rarang was very jealous to her sister.  She thought hard to find a way to beat Purba Sari.  Then she got another idea.  She asked her sister to compare their fiancé.  Purba Rarang was sure that she would win because Indra Jaya was very handsome.  She was sure that Purba Sari did not have any fiancé.  When Purba Rarang showed Indra Jaya, Purba Sari was confused.  So she just appointed Lutung Kasarung as her fiancé.
Purba Rarang laughed out loud.
‘So your fiancé is a monkey?’
Lutung Kasarung then sat on the ground.  He was meditating and praying to God. Then amazingly he changed into a very handsome man.  Initially Lutung Kasarung was a handsome man who was punished by God and became a monkey.  After some years that day he got clemency from God and he became human being again.
Purba Rarang was very surprised.  He had no choice but to accept that her sister was better than her.  She asked for apology.  Purba Sari gave her apology.  After that they went back to palace.  Purba Sari became the queen and married to Lutung Kasarung.
by Dwi Nurul Istiqomah
Cc : Cerita Rakyat

8 Agt 2015

Bahsa Indonesia Kelas X Semester 1 Bab 1 - 3

Teks Prosedur Kompleks
1. Unsur-unsur Teks Prosedur Kompleks
  • Pengertian
  • Struktur
  • Ciri Kebahasaan  

2. Pengertian
     Prosedur Kompleks adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahap-tahap yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Terdapat banyak kegiatan disekitar kita yang harus dilakukan menurut prosedur.Jika kalian tidak mengikuti prosedur itu,tujuan yang diharapkan tidak tercapai dan kalian dapat dikatakan sebagai orang yang tidak mengetahui aturan. Tetapi langkah-langkah tersebut tidak dapat di balik-balik.
3. Struktur
Tujuan: Berisi tujuan dari pembuatan teks prosedur kompleks atau hasil akhir yang akan dicapai (dapat berupa judul)
langkah-langkah: Langkah-langkah adalah cara-cara yang ditempuh agar tujuan itu tercapai.

4. Ciri Kebahasaan
  1. Menggunakan kalimat imperatif, dekralatif, dan introgatif
  2. Partisipan manusia
  3. Menggunakan verba material dan tingkah laku
  4. Menggunakan konjungsi temporal

1.KALIMAT IMPERATIF Adalah Kalimat imperatif adalah kalimat yang isinya atau yang mengandungperintah.
Contoh:
  Kenali si petugas
  Pahami kesalahan anda
  Pastikan tuduhan pelanggaran 
      2.  KALIMAT DEKRALATIF: Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berfungsi untukmemberikan informasi kepada pembaca.
Contoh:
Pengerndara memahami kesalahannya
Pengerndara menolak atau menerima tuduhan
Pengendara memastikan tuduhan pelanggaran
      3.  KALIMAT INTROGATIF: Kalimat introgatif adalah kalimat yang berfungsi untuk memintainformasi tentang sesuatu. 
Contoh:
Apakah anda mengenali petugas?
Apakah anda memahami kesalahan anda?
Siapakah yang menerima atau menolak tuduhan?

II.
Partisipan Manusia: Partisipan manusia adalah semua manusia yang ikut serta dalam suatu kegiatan
Contoh :
Jika pengendara melakukan pelanggaran,tentu pihak yang berwajib menilangnya
III.
Verba
 a. Verba material : verba yang mengacu pada tindakan fisik (melakukan, memukul, dan menilang) 
 b. Verba tingkah laku : verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan pada ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tidak tampak), seperti menerima, menolak.
IV.
KONJUNGSI TEMPORAL
    Konjungsi temporan adalah sesuatu yang mengacu pada urutan waktu 

    Contoh: 
Pertama, gunakan jas lab. Kedua, lakukan percobaan. Ketiga, simpulkan hasil percobaan
amelnewsind.blogspot.com/.../teks-prosedur-kompleks-pengertian.html

Contoh Teks Prosedur Kompleks

Pelajar yang berkarakter
Pendidikan adalah elemen yang sangat penting dalam kehidupan. Pendidikan merupakan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Salah satu unsur yang paling penting dalam pendidikan adalah pelajar. Artinya, pelajarlah yang menentukan baik buruknya pendidikan suatu negara.
Di Indonesia, pendidikan mengalami keterpurukan. Selain karena sistem pendidikan yang carut marut, keterpurukan pendidikan di indonesia juga dipengaruhi oleh perilaku pelajar yang tisak sesuai dengan norma dan aturan, seperti tawuran, merokok, dll.
Untuk memperbaiki pendidikan di indonesia, diperlukan pendidikan yang berkarakter sehingga pelajar memiliki karakter yang baik. Untuk menjadi pelajar yang berkarakter, haruslah mengikuti langkah langkah berikut :

1.      Budayakan untuk memiliki adab dan sopan santun yang baik
2.      Hindarilah untuk berlaku curang
3.      Biasakanlah untuk bertanya kepada guru jika belum paham
4.      Diskusikanlah pelajaran dengan teman bila perlu


TEKS EKSPOSISI

A.   Pengertian Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah jenis teks yang berisi tentang paparan pandangan pribadi terhadap suatu permasalahan.
B.   Tujuan Teks Eksposisi
1. Memberi penjelasan atau informasi.
2. Memaparkan pandangan pribadi mengenai suatu hal.
C.   Ciri-Ciri Teks Eksposisi
1.    Berisi pendapat tentang masalah tertentu, namun tetap objektif.
2.    Diperjelas dengan fakta dapat berupa angka, statistik, gambar, grafik, tabel, dan peta.
3.    Mempunyai analisis dan bukti
4.    Diakhiri dengan penegasan pendapat.
5.    Argumentasinya satu sisi, yaitu sisi yang mendukung atau sisi yang menolak.
D.   Jenis Teks Eksposisi
1.   Eksposisi definisi
Memaparkan pengertian sesuatu dengan memfokuskan pada karakteristiknya
Contoh :
Brokoli (Brassica oleracea ) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan. Brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yangditengarai memiliki aktivitas antikanker. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, manfaat brokoli untuk kecantikan memang belum begitu dikenal masyarakat luas.
2.   Eksposisi berita
Berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian atau peristiwa. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar. Ciri khususnya adanya unsur 5W+1H.
Contoh :
Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Sukoharjo sejak beberapa hari terakhir meresahkan masyarakat. Pantauan di sejumlah pedagang di Sukoharjo didapati tumpukan gas elpiji 3 kilogram dalam keadaan kosong. Mereka mengaku belum mendapatkan kiriman sejak dua hingga tiga hari yang lalu.  “Stok kosong, semua ada 15 tabung belum dapat kiriman dari pangkalan. Akibatnya tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Agus Gunawan salah satu pedagang gas elpiji asal Sukoharjo Kota, Kamis (18/09/2014).
3.   Eksposisi ilustrasi
Pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide.
Contoh :
Saat ini politik di Indonesia sedang mendominasi wacana di media. Layaknya gula yang sedang dikelilingi semut. Media selalu memberitakan kondisi politik di Indonesia dengan gamblang. Media memberitakan kondisi elit politik di Indonesia yang saling memperebutkan kekuasaan.

4.   Eksposisi proses
Sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau langkah-langkah tertentu.
Contoh :
Manfaat wortel untuk wajah di antaranya bisa digunakan sebagai masker yang berfungsi untuk mencerahkan kulit wajah, tidak banyak yang tahu. Cara membuat masker ini dengan memblender atau memarut sampai lembut. Tuangkan parutan wortel dalam cawan dan tambahkan madu 1 sendok makan dan aduk hingga merata. Sebelum mengoleskan pada wajah, sebaiknya bilas wajah terlebih dahulu dan oleskan merata ke seluruh permukaan wajah 15 hingga 30 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air yang hangat, lalu bilas dengan air dingin. Lakukan perawatan wajah ini rutin agar mendapatkan manfaat wortel secara optimal yakni mencerahkan wajah sekaligus mengurangi flek dan kerutan.
5.   Eksposisi analisis
Proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.
Contoh :
Masangin merupakan permainan yang melegenda di Alun-Alun Selatan, Yogyakarta. Permainan tersebut dilakukan dengan melewati dua buah pohon beringin kembar dengan mata yang ditutup kain hitam. Mitos yang berkembang di masyarakat, jika seseorang mampu melintasi kedua pohon beringin dengan mata tertutup, maka setiap keinginan yang kita niatkan sebelum permainan akan dikabulkan. Konon, yang bisa melintas hanyalah orang yang memiliki kebersihan hati. Jika hati bersih, maka pemain akan mulus melintasi dua pohon tanpa hambatan. Begitu juga sebaliknya, jika hati tidak bersih, maka pemain akan berputar-putar atau miring ke kanan dan ke kiri beringin.Namun di balik mitos itu, masangin dapat dipandang dari segi ilmu pengetahuan dan kesehatan. Dari segi ilmu pengetahuan dapat dikemukakan bahwa peristiwa berbeloknya arah pemain diakibatkan karena kecepatan arah angin, sedangkan dari segi kesehatan karena adanya potensi vertigo pada setiap orang.
...
6.   Eksposisi klasifikasi
Membagi sesuatu dan mengelompokkannya ke dalam kategori-kategori. (Ada verba penggolongan : digolongkan, diklasifikasikan, terdiri dari, meliputi, dibagi )
Contoh :
Yogyakarta memiliki banyak objek dan daya tarik wisata. Bentuk wisata di DIY meliputi wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition), wisata budaya, wisata alam, wisata minat khusus, wisata edukasi dengan berbagai fasilitasnya, seperti resort, hotel, dan restoran. Keanekaragaman budaya serta keramahtamahan masyarakat, membuat DIY mampu menciptakan produk-produk budaya dan pariwisata yang menjanjikan.
7.   Eksposisi perbandingan
Menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain. (mencari persamaan dan perbedaan)
Contoh :
Olahraga Jogging merupakan salah satu jenis olahraga murah, aman, dan bisa dilakukan di mana saja. Jogging dapat dilakukan di lingkungan sekitar rumah, taman, pantai ataupun pegunungan dan memiliki banyak manfaat. Berbeda dengan olahraga diving, tak hanya mahal tetapi olahraga ini hanya dapat dilakukan  di laut. Selain membutuhkan peralatan yang cukup lengkap, diving juga olahraga yang cukup berisiko. Saat ini, keduanya sama-sama digemari oleh remaja.
8.   Eksposisi pertentangan
Berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang digunakan adalah "akan tetapi", "meskipun begitu", "sebaliknya".
Contoh :
Masyarakat di daerah perkotaan terbiasa dengan kehidupan yang serba modern. Alat komunikasi, transportasi, dan teknologi informasi yang canggih menyebabkan mereka cenderung malas dan kurang bersosialisasi. Sebaliknya, masyarakat pedesaan terpencil terbiasa dengan kehidupan yang sederhana. Mereka menggunakan peralatan, transportasi, dan teknologi yang masih tradisional. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghalangi mereka untuk bersosialisasi antarmasyarakat.
E.   Struktur teks eksposisi
1.   Pernyataan pendapat (tesis)
Berisikan gagasan utama atau prediksi penulis tentang sebuah permasalahan yang berdasarkan fakta.
2.   Argumentasi
Menjelaskan secara lebih mendalam pernyataan pendapat (tesis) yang diyakini kebenarannya oleh penulis melalui pengungkapan fakta-fakta sebagai penjelasan argumen penulis.
3.   Penegasan Ulang Pendapat
Berupa penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi. Pada bagian ini pula bisa disematkan hal-hal yang patut diperhatikan atau dilakukan supaya pendapat atau prediksi sang penulis dapat terbukti.
F.   Ciri Kebahasaan
1.    Penggunaan Pronomina Persona
Pronomina persona adalah kata yang mengacu kepada orang, baik orang pertama, kedua, atau ketiga. Pronomina persona ini biasanya digunakan dalam menyatakan pendapat. Pronomina yang sering digunakan seperti kita, kami, dan saya. Terlebih kata pronomina saya banyak digunakan ketika menyatakan pendapat pribadi.
2.    Menggunakan konjungsi (kata penghubung)
Konjungsi yang banyak digunakan adalah “pada kenyataannya”, “kemudian”, dan “lebih lanjut”. Konjungsi tersebut digunakan untuk menghubungkan fakta-fakta supaya fakta-fakta yang disajikan runtut. Selain itu juga konjungsi lain, seperti "atau" untuk menyatakan dualisme pendapat, konjungsi "dengan demikian" untuk menyatakan penegasan ulang pendapat.
G.   Analisis Struktur Teks Eksposisi
             
Kemacetan dan Masa Depan Kota
         Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.
         Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. Di bagian utara, termasuk Sleman misalnya, kemacetan setiap pagi dan sore dapat dirasakan misalnya pada ruas Jalan Nyi Condrolukito (AM Sangaji), Jalan Affandi (Gejayan), serta Jalan Kaliurang terutama pada persimpangan dengan Jalan Lingkar Utara. Hal yang sama terjadi pada wilayah lain yang memiliki para pekerja dan anak sekolah relatif besar di Kota Yogyakarta, misalnya Bantul. Seperti diketahui, ketiga wilayah ini memiliki keterkaitan kegiatan sosial ekonomi yang erat, yang membentuk aglomerasi wilayah Yogyakarta-Sleman-Bantul (Kartamantul).
         Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjangcenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetandapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.
         Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.

  Analisis struktur teks “Kemacetan dan Masa Depan Kota” 
Tesis
Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.
Argumentasi
Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah.
Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjangcenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran.
Penegasan Ulang Pendapat
Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas.  


2 Feb 2015

TUGAS SEKOLAH

Berikut Ini AKU SHARE KTIku Tentang Lidah Buaya loh!! :)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Tanaman lidah buaya adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Canary di sebelah Barat Afrika.Lidah buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) merupakan tumbuhan yang mudah tumbuh hanya dengan media tanah humus bercampur pasir dan berada di tempat yang bersuhu panas. Lidah buaya juga sering dijadikan tanaman hias yang memenuhi pot di rumah – rumah, pekarangan atau lingkungan sekitar kita. Dan tumbuhan ini tidak membutuhkan perawatan extra tapi, mempunyai banyak manfaatnya yang diambil dan digunankan dengan pengelolahan lidah buaya. Akan tetapi, masih banyak orang yang belum mengetahui khasiat dari kandungan zat yang bermanfaat dari lidah buaya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kandungan yang terdapat dari lidah buaya ini meliputi zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida, hormon, asam salisat, sterol, gula, antra kuinon.
Masyarakat sendiri mengenal lidah buaya sendiri untuk penyubur rambut.Dan ekstrak lidah buaya sendiri dapat digunakan sebagai campuran kosmetik / obat-obatan kimiawi. Selain digunakan sebagai obat-obatan, lidah buaya juga mampu menjadi olahan makanan seperti Nata De Aloe, jus lidah buaya, permen, kripik, jus, manisan lidah buaya, dan lain sebagainya. Memproduksi manisan lidah buaya sangat menguntungkan selain biaya produksi yang tidak terlalu mahal juga kualitasnya yang baik.
Di samping itu lidah buaya juga memiliki efek samping yang berdampak buruk bagi tubuh apabila tidak cocok mengonsumsi lidah buaya. Efek samping dari lidah buaya yaitu diare, kram, kanker kolorektal, kematian, dan alergi pada kulit.
Dari uraian di atas disimpulkan bahwa lidah buaya harus dilestarikan dan dibudayakan karena mempunyai manfaat yang banyak bagi kesehatan serta dapat digunakan sebagai bahan kosmetik obat – obatan. Dan juga sebagai bahan dasar olahan makanan yang alami dan baik bagi tubuh kita.
       1.2 Rumusan Masalah
1.)  Apa pengertian lidah buaya?
2.)  Apa saja ciri-ciri lidah buaya?
3.)  Kandungan zat apa saja yang terkandung di dalam lidah buaya?
4.)  Apa saja khasiat dan manfaat lidah buaya?
5.)  Apa saja olahan dari lidah buaya?
6.)  Apa efek samping lidah buaya bagi tubuh?
7.)  Bagaimana cara menanam lidah buaya?


1.3    Tujuan
1.)  Memberi wawasan apa yang dimaksud lidah buaya
2.)  Memberi wawasan tentang ciri-ciri lidah buaya
3.)  Memberikan informasi zat apa saja yang terjandung di dalam lidah buaya
4.)  Memberikan wawasan tentang khasiat dan manfaat dari lidah buaya
5.)  Memberikan informasi apa saja yang dapat diolah dari lidah buaya
6.)  Memberi wawasan tentang efek samping lidah buaya bagi tubuh
7.)  Memberikan informasi tentang cara menanam lidah buaya
       1.4 Manfaat
  1.) Mengetahui pengertian lidah buaya
  2.) Mengetahui tentang ciri-ciri lidah buaya
  3.) Mengetahui tentang zat yang terkandung di dalam lidah buaya
  4.) Mengetahui tentang khasiat dan manfaat dari lidah buaya
  5.) Mengetahui tentang apa saja yang dapat diolah dari lidah buaya
  6.) Mengetahui tentang efek samping lidah buaya bagi tubuh
  7.) Mengetahui tentang cara menanam lidah buaya




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Lidah Buaya
Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah  sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Pertama kali ditemukan pada tahun 1500 Sebelum Masehi. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrik, tepatnya Ethiopia yang termasuk golongan Liliaceae. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan. Secara umum, Lidah Buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebgai tanaman obat dan bahan baku industri. Menurut catatan seorang ahli ilmu berkebangsaan Arab bernama Idris, lidah buaya merupakan produk dari pulau Socotra di Yunani dan sudah dikenal sejak abad ke-4 SM.
 Beberapa sumber menyatakan bahwa lidah buaya masuk ke Indonesia dibawa oleh petani keturunan cina pada abad ke-17. Pemanfaatan ini di Indonesia masih sedikit, terbatas sebagai tanaman hias di pekarangan rumah digunakan sebagai kosmetika untuk menyuburkan rambut. Pada tahun 1990 petani di Kalimantan Barat mulai mengusahakan tanaman lidah buaya secara komersial yang di olah menjadi minuman lidah buaya.
Berdasarkan hasil penelitian tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakaridadan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Lidah Buaya dipercaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AID.
Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian. Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.
Seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.
2.2 Ciri-Ciri Lidah Buaya
Lidah Buaya atau Aloe Vera merupakan tumbuhan yang hidup di tempat yang memiliki suhu panas atau baiasa di tanam di dalam pot ataupun di pekarang rumah untuk dijadikan tanaman hias. Daunnya agak runcing berupa taji, tidak tipis, getas, pinggirnya bergerigi/ berduri kecil, permukaannya berbintik-bintik, panjangnya mencapai 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya mencapai 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika sisi Utara, Hindia Barat. Lidah buaya termasuk suku liliaceae. Dan lidah buaya mempunyai lebih dari 350 jenis tanamannya.
Lidah buaya dapat tumbuh di daerah kering maupun daerah yang beliklim dingin. Dalam kondisi gelap ,terutama malam hari, stomata atau mulut daun membuka sehingga uap air dapat masuk. Disebabkan pada malam hari udaranya dingin,uap air tersebut membentuk embun. Stomata yang membuka pada malam hari memberi keuntungan, yakni tidak akan terjadi penguapan air dari tubuh tanaman, sehingga air yang berada di dalam tubuh daunya dapat dipertahankan. Karena, dia mampu bertahan hidup dalam kondisi yang bagaimanapun keringnya.
Kelemahan lidah buaya adalah jika ditanam di daerah basah dengan curah hujan tinggi, mudah terserang cendawan terutama fusarium sp yang menyerang pangkal batangnya. Dan dari segi budi daya, tanaman lidah buaya sangat mudah dan relatif tidak memerlukan investasi besar. Disebabkan tanaman ini adalah tanaman tahunan yang dapat dipanen berulang-ulang dengan masa produksi 7-8 tahun.
a.       Batang tanaman Aloe Vera berbatang pendek dan berserat atau berkayu. Pada umumnya sangat pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Namun, ada juga beberapa species yang berbentuk pohon dengan ketinggian 3 m – 5 m. Species ini dapat dijumpai di gurun Afrika Utara dan Amerika. Melalui batang ini akan tumbuh tunas yang akan menjadi tunas baru atau anakan.Batang Aloe Vera juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman.
b.      Seperti halnya tanaman berkeping satu lainya, daun lidah buaya berbentuk tombak dengan helaian memanjang. Daunnya berdaging tebal tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan dan mempunyai lapisan lilin dipermukaan, serta bersifat sukulen, yakni mengandung air, getah, atau lendir yang mendominasi daun. Bagian atas daun rata dan bagian bawahnya membulat (cembung). Panjang daun bisa meraih 50 – 75 cm, dengan berat 0, 5 kg – 1 kg, daun melingkar rapat di sekitar batang bersaf-saf. Di daun lidah buaya muda dan anak (sucker) terdapat bercak berwarna hijau pucat sampai putih. Bercak ini akan hilang saat lidah buaya dewasa. Namun tidak demikian halnya dengan tanaman lidah buaya jenis kecil atau lokal. Hal ini kemungkinan disebabkan faktor genetiknya. Sepanjang tepi daun berjajar gerigi atau duri yang tumpul dan tidak berwarna.. Panjang daun bisa meraih 50 – 75 cm, dengan berat 0,5 kg – 1 kg, daun melingkar rapat di sekitar batang bersaf-saf.
c.       Bunga Bunga Aloe Vera berwarna kuning atau kemerahan berbentuk pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga memiliki ukuran kecil, tersusun dalam rencanaian berupa tandan, dan panjangnya dapat meraih 1 mtr.. Bunga umumnya nampak apabila ditanam di pegunungan. d. Akar Akar tanaman Aloe Vera berbentuk akar serabut yang pendek dan ada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar 50 cm – 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menginginkan tanah yang subur dan gembur dibagian atasnya.
d.      Akar tanaman Aloe Vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 – 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya

2.3 Kandungan Zat yang Terkandung Di Dalam Lidah Buaya
    Lidah buaya merupakan salah satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku indusrtri. Di Negara maju, seperti Amerika, Australia, dan negara-negara di Eropa, lidah buaya telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.
a.     Kadungan Berupa Cairan
Tanaman lidah buaya mengandung dua jenis cairan, yakni cairan bening seperti jeli dan cairan bewarna kekuningan yang mengandung aloin.
1.     Cairan bening seperti jeli
Jeli lidah buaya ini dapat di peroleh dengan membelah batang lidah buaya. Jeli mengandung zat antibakteri dan antijamur yang dapat menstimulasi fibroblast, yakni sel-sel kulit yang berfungsi menyembuhkan lika. Para ahli meyakini lidah buaya sangat mujarab karena mengandung salisilat, yakni zat peredan sakit dan antibengkak yang juga terdapat dalam aspirin.

2.     Eksudat atau cairan berwarna kekuningan yang mengandung aloin
Cairan berwarna kekuningan yang mengandung aloin ini berasal dari lateks yang terdapat di bagian luar kulit lidah buaya. Cairan ini tidak sama dengan jeli lidah buaya, dianggap cukup aman dan banyak dimanfaatkan sebagai obat pencahar komersial.
Komponen yang terkandung dalam lidah buaya sebagian besar adalah air yang mencapai 99,5% dengan total padatan terlarut hanya 0,49%, lemak 0,067%, karbohidrat 0,043%, protein 0,038 %, vitamin A 4,594 IU, dan vitamin  C 3,476 mg.
b.     Zat-zat yang terkandung dalam lidah buaya
Manfaat lidah buaya beragam disebabkan kandungan bahan aktif yang dimilikinya seperti terlihat di table 2 dan 3
Tabel 1. Zat-zat yang terkandung dalam gel lidah buaya
                              Zat      
Kegunaan
1.      Lignin
-Mempunyai kemampuan penyerapan yang tinggi, sehingga memudahkan peresapan gel ke kulit
2.      Saporin
-Mempunyai kemampuan membersihkan dan bersifat antiseptic
-Bahan pencuci yang sangat baik
3.      Komplek anthraquinone aloin, barbaloin, anthranol, aloe emodin, anthracene, aleotic acid, ester asam sinamat, asam krisophanat, eteral oil, resistanol
-Bahan laksatif.
-Penghilang rasa sakit, mengurangi racun.
-Senyawa antibakteri.
-Mempunyai kandungan antibiotik.
4.      Vitamin B1, B2, niacinamida, B6, cholin, asam folat
-Bahan penting untuk menjalankan fungsi tubuh secara normal dan sehat.
5.      Enzim oksidase, amylase, katalase, lipase, protease
-Mengatur proses-proses kimia dalam tubuh.
-Menyembuhkan luka dalam dan luar.
6.      Mono dan polisakarida, selulosa, glukosa, mannosa, aldopentosa, rhamnosa
-Berfungsi untuk memproduksi mucopolisakarida
-Memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
- Mengaktifkan makrovage-activating termasuk peningkatan volume produksi oksida nitrat (yang memiliki potensi antitumor).
            Enzim protease bekerja sama dengan glukomannan mampu memecah bakteri yang menyerang luka. Salah satu enzim dalam lidah buaya dapat memecah brandykinin, senyawa penyebab rasa nyeri yang terbentuk di luka sehingga rasa nyeri tersebut dapat hilang. Sementara itu, asam krisofan mendorong penyembuhan kulit yang mengalami kerusakan. Karena itu pula, getah pulp lidah buaya bersifat antiseptic sekaligus meredam rasa sakit.
                        Tabel 2. Komposisi kimia gel lidah buaya
Bahan
Kegunaan
Unsur
Konsentrasi (ppm)
Mineral







Asam amino















Protein
-Memberi ketahanan terhadap penyakit, menjaga kesehatan dan memberikan vitalitas.
-Berinteraksi dengan vitamin untuk mendukung fungsi- fungsi tubuh.




-Bahan untuk pertumbuhan dan perbaikan.
-Untuk sintesa bahan lain.
-Sumber energi.
Kalsium (Ca)
Fosfor (P)
Besi (Fe)
Magnesium (Mg)
Mangan (Mn)
Kalium (K)
Natrium (Na)
Tembaga (Cu)
Asam aspartat
Asam glutamate
Alanin
Isoleusin
Fenilalanin
Threonin
Prolin
Valin
Leusin
Histidin
Serin
Glisin
Methionin
Lysine
Arginin
Tryosin
tryptophan
458,00
20,10
1,18
60,80
1,04
797,00
84,40
0,11
43,00
52,00
28,00
14,00
14,00
31,00
14,00
14,00
20,00
18,00
45,00
28,00
14,00
37,00
14,00
14,00
30,00
0,1 %
            Adanya kalsium dalam lidah buaya dapat membantu pembentukan dan regenerasi tulang, kalium dan natrium berfungsi dalam regulasi dan metabolisme tubuh dan penting dalam pengaturan inpuls saraf. Unsure seng (Zn) berhubungan dengan kesehatan saluran air kencing.
            Cairan lidah buaya memiliki keasaman (pH) yang natural, mirip dengan Ph kulit manusia. Hal ini dapat menhindari terjadinya alergi kulit bagi pemakainya. Adanya senyawa lignin dan polisakarida lain member kemampuan untuk menembus kulit secara baik, sekaligus sebagai media pembawa zat-zat nutrisi yang diperlukan kulit. Asam aminonya akkan membantu perkembangan sel-sel baru dengan kecepatan luar biasa. Bersamaan dengan itu, enzin-enzim yang terdapat dalam cairan lidah buaya akan membantu menghilangkan  sel-sel yang telah mati dari epidermis.
            Beragamnya unsur yang terkandung dalam lidah buaya membuat kandungan ini sulit dipisah-pisahkan kendati menggunakan peralatan canggih. Hanya, para ahli yakin bahwa daya penyembuhan dalam lidah buaya inilah yang merangsang mekanisme penyembuhan dalam tubuh manusia.
            Jumlah asam amino, vitamin, enzim, anthraquinone, dan unsure lainnya tidak terdapat dalam jumlah besar, tetapi karena di gabungkan menjadi satu, membuahkan hasil yang menakjubkan. Hal ini di sebabkan unsure yang terdapat di dalam lidah buaya ini menstimulasi macropage di dalam tubuh. Macropage adalah salah satu sel darah yang mengendalikan system kekebalan tubuh.
  Kandungan aloin dalam lidah buaya sangat bervariasi tergantung dari jenisnya, seperti terlihat pada table 4 di bawah ini
Table 4. Kandungan aloin berdasarkan jenis lidah buaya
Jenis lidah buaya komersial
Kadar aloin (%)
Cape aloe
Curacao aloe
                                  Socotrine aloe
5-9
7.5-10
7,0



2.4 Khasiat dan Manfaat dari Lidah Buaya
  A. Khasiat Lidah Buaya
1. Penyembuhan Penyakit
a)      Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes
Hormone research melaporkan bahwa pemberian ½ sendok teh ekstrak lidah buaya kepada 5 orang dewasa penderita diabetes setiap hari  selama 14 minggu, menurunkan kadar gula pasien diabetes yang tidak tergantung dari insulin (DM tipe II) Hingga 45% tanpa perubahan berat badan.
b)      Menyembuhkan ambein dan radang tenggorokan
Ambeien (wasir) merupakan pembengkakan pembuluh darah balik di anus. Ambeien menyebabkan rasa nyeri dan pendarahan di poros anus. Menurut Dr. Suwijiyo pramono, Apt., pakar tanaman obat fakultas farmasi universitas gadjah mada, lidah lidah buaya dapat menyembuhkan penyakit ambeien dan radang tenggorokan karena sifatnya yang anti-iritasi dan anti-inflasi. Lidah buaya yang mengandung lender dan antrakuinon yang bersifat laksatif melancarkan pembuangan air besar, sehingga tidak membuat anus sakit. Dalam hal ini khasiat lidah buaya akan lebih baik lagi jika dikombinasikan dengan daun handeuleun (daun ungu)
c)      Mengatasi gangguan pencernaan
Journal of alternative medicine memublikasikan efektivitas lidah buaya untuk mengatasi gangguan pencernaan. Jus lidah buaya ternyata mampu mengatur keasaman lambung, meningkatkan kerja lambung, dan menekan populasi mikroorganisme usus tertentu, termasuk yeast, serta menghilangkan sembelit dan luka dinding usus.
d)     Menghambat sel kanker
Japanese journal of cancer research melaporkan bahwa lidah buaya dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Sebuah penelitian terhadap 673 penderita kanker paru-paru di okiniwa, jepang, menunjukan bahwa kandungan senyawa lectin mencegah pertumbuhan sel kanker paru-paru, mengaktifkan makropage yang berperan melepas substansi pengaktifan kekebalan dan antikanker, seperti interferon, interleukins, dan faktor nekrosis tumor.
e)      Mencegah pembengkakan sendi
Menurut journal of the American pediatric medical association, lidah buaya dapat membantu mencegah encok (rematik) dan mengurangi peradangan persendian. Lidah buaya dilaporkan juga dapat menghambat reaksi autonimmune yang diakibatkan oleh penyakit encok(rematik).

f)       Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes
Hormone research melaporkan bahwa pemberian ½ sendok teh ekstrak lidah buaya kepada 5 orang dewasa penderita diabetes setiap hari  selama 14 minggu, menurunkan kadar gula pasien diabetes yang tidak tergantung dari insulin (DM tipe II) Hingga 45% tanpa perubahan berat badan.
2. Khasiat Sebagai Kesehatan Kulit
a.    Mendinginkan kulit yang terbakar sinar matahari, terutama bagi mereka yang
sering bekerja di luar ruang.
b.    Mengatasi masalah kulit yang di sebabkan cuaca, seperti kulit kering, kemerahan,
       mengelupas,dan iritasi ringan.
c.    Memudarkan warna pada memar di kulit.
d.   Mengatasi rasa tidak nyaman yang disebabkan alat cukur pada kulit.
e.    Mengatasi luka bakar ringan.
f.     Meredakan kulit yang melepuh.
g.    Dapat digunakan sebagai krim anti penuaan dini atau   untuk mengatasi keriput.
h.    Mengobati ruam akibat terkena getah tanaman.
i.      Mengatasi rasa gatal akibat gigitan serangga.
j.      Gunakan setiap hari untuk memudarkan bekas luka dan stretcmark, garis – garis
 putih atau merah akibat kehamilan.
k.   Merawat luka kecil akibat teriris pisau atau tergores.
l.     Memudarkan bintik – bintik kehitaman pada kulit.
m. Dapat berguna sebagai kondisioner dan jelly untuk rambut.
n.   Bisa untuk mengurangi jerawat.
o.   Digunakan untuk mempercepat pertumbuhan sariawan.
p.   Dapat digunakan sebagai body lotion alami.
q.   Untuk meredakan otot yang kram atau menegang.
r.     Digunakan untuk mengurangi keluhan pada masalah gusi.
s.    Mengurangi ketombe pada kepala.
t.     Mengatasi kutu air.




3. Khasiat Sebagai Kesehatan Tubuh
       Hidup sehat memang menjadi tantangan dewasa ini. Banyaknya polusi, makanan beracun dan kurang higienis dan banyak hal yang menurunkan kualitas kesehatan menjadi sebab hidup sehat menjadi sesuatu yang mahal dan sulit untuk digapai. Berbagai penyakit bisa muncul dari faktor luar diri kita, meskipun kita sudah sekuat tenaga mencoba untuk menjaga diri tetap sehat. Seperti penyakit kanker yang bisa menjangkiti kita, jika kita tidak waspada dalam masalah konsumsi makanan. Gula dan lemak juga semakin memenuhi menu makanan kita dewasa ini. Kedua jenis zat makanan ini membuat berat badan kita semakin tidak ideal dari hari ke hari. Bahkan bisa dikatakan bahwa obesitas menjadi masalah baru yang muncul di berbagai belahan dunia.
       Banyak orang yang mengeluarkan uang banyak untuk bisa menikmati hidup sehat dengan stamina yang baik. Padahal jika mereka membuka mata lebih baik lagi, alam sudah menemukan jalan keluar yang kita butuhkan. Tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar kita memiliki khasiat yang baik bagi tubuh untuk dikonsumsi. Mengkonsumsi tumbuhan tentu saja lebih aman daripada mengkonsumsi berbagai macam obat yang tentu berasal dari bahan kimia yang mungkin saja menimbulkan efek samping, baik dalam waktu dekat maupun di kemudian hari. Salah satu tumbuhan yang berkhasiat itu adalah lidah buaya.
       Lidah buaya dikenal dengan nama ilmiah Aloe Vera. Nama lidah buaya dalam bahasa Indonesia muncul karena memang bentuknya mirip seperti lidah buaya. Tumbuhan ini memang termasuk dalam tumbuhan tropis dimana daunnya memiliki daging yang tebal. Daging daun inilah yang menyimpan khasiat bagi tubuh manusia, diantaranya:
a.       Lidah buaya dapat meluruhkan racun dengan vitamin dan mineral yang dikandungnya. Pembersih alami ini akan membuat manusia merasakan kesegaran dan mengurangi stres dengan cara yang aman.
b.      Mendinginkan dan melancarkan pencernaan dengan kandungan serat yang ada di dalam daging daunnya. Penyakit seperti maag, iritasi usus, kelebihan asam lambung, sembelit dan lain-lain akan menjauh pergi.
c.       Untuk anda yang rentan infeksi mulut dan gigi, mengkonsumsi lidah buaya dapat menjadi pilihan untuk mengataisinya hal tersebut. Lidah buaya juga dapat mengatasi masalah pada gusi.
d.      Jus lidah buaya yang dikonsumsi selama 14 minggu sebanyak setengah gelas saja dapat menurunkan kadar gula dalam darah sebanyak 45 persen.
e.       Berat badan dapat terkontrol dengan konsumsi lidah buaya karena lancarnya pencernaan dan proses metabolisme dalam tubuh.
f.       Lidah buaya yang kaya akan berbagai macam antioksidan dapat membuat kekebalan tubuh kita meningkat dan menghindarkan kita dari banyak penyakit yang bertebaran di sekitar lingkungan kita.
g.      Saat bagian tubuh anda ada yang terbakar, mengoleskan lidah buaya pada bagian luka adalah satu hal yang bisa dilakukan untuk mendinginkan dan menghindari infeksi.
h.      Luka bakar, gel lidah buaya dapat menyembuhkan dan memperbaiki kulit yang terkena luka bakar, termasuk luka bakar akibat paparan sinar matahari.
i.        Lidah buaya merupakan antioksidan yang penuh kontra radikal bebas untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
j.        Membantu gerakan usus, Aloe lateks mengandung antrakuinon glycosidesaloin A dan B yang bermanfaat sebagai obat pencahar yang kuat.

B. Manfaat Lidah Buaya
1.        Manfaat Lidah Buaya untuk Kulit Wajah
  Sebagai tanaman non-toksin, lidah buaya banyak ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman obat tradisional. Yuk, simak 5 kegunaan dari lidah buaya berikut ini, seperti dikutip Zeenews
a)    Mencerahkan kulit
  Lidah buaya memiliki manfaat yang menakjubkan untuk kulit. Hanya dengan mengoleskan sedikit gel lidah buaya, Anda bisa mecerahkan kulit Anda dengan sempurna. Ini juga ampuh meringankan sengatan dari matahari. Tak hanya itu, ini juga membantu dalam menyembuhkan lepuh akibat gigitan serangga eczema etcetera.
b)   Obat untuk jerawat
  Tanaman lidah buaya memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu menyembuhkan masalah jerawat. Bila dioleskan pada kulit yang terkena jerawat, lidah buaya bisa menyembuhkan bekas luka dan mengurangi kemerahan. Aloe vera juga bisa diaplikasikan secara langsung ke kulit melalui gel, krim dan lotion untuk menyembuhkan jerawat.
c)    Masker Lidah Buaya untuk wajah berminyak
  Nah, untuk perawatan kulit berminyak, lidah buaya bisa juga dijadikan sebagai masker wajah.
Berikut resepnya:
a.       1 sendok makan masker lumpur
b.      1 sendok makan jus lidah buaya
c.       1 sendok makan tepung hazel
d.      air secukupnya untuk membuat bahan-bahan ini jadi pasta
e.       tambahkan 1 tetes essential tea tree oil
f.       1 tetes essential oil lavender
g.      1 tetes essential oil peppermint
Campurkan semua bahan, oleskan dan didiamkan selama 15 menit dan basuh dengan air hangat lalu percikkan air dingin.
2.         Manfaat Lidah Buaya untuk Rambut
  Semua orang pasti sudah tidak asing dengan khasiat lidah buaya yang satu ini. Sejak dulu lidah buaya memang dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan rambut.
Berikut ini bebeapa diantaranya:
1. Melawan rambut rontok
  Lidah buaya mengandung banyak vitamin dan mineral yang efektif untuk mengobati rambut rontok. Campur ekstrak lidah buaya dengan shampo dan oleskan pada rambut Anda.
2. Kondisioner alami
  Aloe vera adalah kondisioner rambut alami yang memiliki efek pendinginan. Anda dapat memijat rambut dan kulit kepala dengan jus lidah buaya untuk mendapatkan hasil terbaik. Diamkan dan bilas dengan shampo.
3. Mencegah kebotakan
  Penipisan rambut membuat Anda jadi botak? Anda dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dengan mengoleskan gel atau jus lidah buaya pada kulit kepala Anda secara teratur. Biarkan 10 menit dan bilas dengan shampo.
4. Pelembap alami
  Ingin melembapkan rambut dan membuatnya jadi lebih mudah ditata?Gunakan gel atau jus lidah buaya sebagai bahan perawatan rambut Anda. Oleskan gel atau jus lidah buaya pada rambut dan kulit kepala. Tunggu 15 menit dan bilas dengan shampo.
5. Melawan ketombe
  Jika Anda menderita ketombe, kulit kepala kering dan gatal, segera gunakan gel atau jus lidah buaya untuk mengobati ketombe secara alami. Oleskan ekstrak lidah buaya pada kulit kepala dan biarkan selama 40-60 menit untuk menyingkirkan ketombe.



3.      Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan
a.    Membantu menyembuhkan masalah pencernaan
     Jus lidah buaya membantu banyak dalam mendetoksifikasi dan meningkatkan proses pencernaan. Jus dan gel aloe vera membantu dalam memerangi sembelit, sindrom iritasi usus, mulas dan iritasi saluran pencernaan lainnya, karena aloe vera merupakan obat pencahar yang baik.
b.    Membantu meningkatkan kekebalan tubuh
     Tanaman lidah buaya merupakan sumber yang kaya akan vitamin seperti Vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, dan E, asam folat, dan Niacin. Jadi, konsumsi lidah buaya setiap hari mampu meningkatkan sistem pertahanan tubuh sehingga melindungi Anda dari segala jenis stres oksidatif.
c.    Membantu mengendalikan diabetes
     Lidah buaya bila dikonsumsi baik dalam bentuk jus atau gel, berfungsi sebagai obat tradisional untuk mengobati diabetes, karena membantu dalam menjaga kadar gula darah.
     Melihat begitu banyak manfaat tanaman lidah buaya ini, sudah sewajarnya jika kita mulai menanam tanaman ini di teras rumah. Selain sebagai tanaman hias, suatu saat bisa digunakan sebagai obat tradisional.
4.      Manfaat Lidah Buaya untuk Kecantikan
Lidah buaya ini ternyata punya manfaat yang banyak sekali, baik untuk kecantikan maupun kesehatan. Ada lebih dari 200 jenis tumbuhan lidah buaya (aloe vera), tapi sebenarnya hanya lima jenis yang dipertimbangkan memiliki manfaat untuk kesehatan atau digunakan untuk produk-produk kecantikan,yakni Aloe Barbadensis MillerAloe Perryi Baker,Aloe FeroxAloe Arborescens dan Aloe Saponaria.
Semakin tua tumbuhan lidah buaya semakin memberi manfaat untuk nutrisi maupun pengobatan. Gel lidah buaya seringkali digunakan untuk mengobati luka gores, tersayat, gigitan serangga dan ruam. Manfaat lidah buaya untuk kesehatan sebenarnya sudah dikenal sejak dahulu kala. Menurut catatan sejarah mengindikasikan penggunaan lidah buaya untuk bahan pengobatan telah digunakan sejak 1.500 SM. Lidah buaya diduga juga jadi bahan rahasia kecantikan Cloepatra dan disebutkan dalam al kitab beberapa kali.
Lidah buaya terkenal untuk membuat rambut menjadi lembut sehingga rambut menjadi indah. Mungkin manfaat ini sudah kita dengar sejak kecil, kita sering dianjurkan menggunakan lidah buaya agar rambut indah. Itulah sebabnya banyak shampo yang menggunakan ekstrak lidah buaya dalam produknya. Manfaat ini didapat dari kandungan Glyco Protein. Bila Anda memiliki tanaman ini di rumah, Anda dapat memanfaatkannya dengan cara mengupas kulitnya kemudian menggosokkan bagian dagingnya ke kulit kepala dan rambut agar rambut menjadi subur dan indah.
Lignin merupakan kandungan yang terdapat di dalam daun lidah buaya yang berguna untuk menjaga kelembapan kulit sehingga kulit tidak menjadi kering dan terjaga elastisitasnya, juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya alergi kulit pada pemakainya. Ditambah dengan kandungan antrakuinon dan asam amino yang akan sangat berguna bagi kulit karena membantu kulit untuk segera memperbarui diri untuk menghasilkan sel-sel baru dan dapat menghilangkan sel kulit mati. Daging dari daun lidah buaya ini juga memiliki tingkat keasaman yang sama dengan yang dimiliki manusia dan mampu meresap dengan baik ke dalam tubuh juga memiliki kandungan saponin yang dapat berfungsi sebagai anti bakteri dan anti jamur. Penggunaan secara teratur dapat membuat kulit Anda sehat dan tampak cantik berseri. Anda juga dapat memanfaatkan aloe vera sebagai masker wajah, karena juga mengandung antioksidan yang mencegah penuaan dini.
Efek dingin dari jelly lidah buaya dapat menjadi pertolongan pertama saat Anda menderita luka bakar atau tersiram air panas. Dapat pula dimanfaatkan untuk kulit yang perih akibat sengatan matahari yang berlebih. Cukup tempelkan daging lidah buaya pada daerah yang terluka. Rasa dingin yang dihasilkan dari lidah buaya akan membantu proses penyembuhan
2.5 Yang dapat Diolah dari Lidah Buaya
Banyaknya manfaat dari lidah buaya menjadikan para produsen makanan tertarik untuk mengolah sebagai bahan baku makanan. Terbukti dengan beragamnya produk makanan dari lidah buaya di pasaran. Mulai dari yang dijual segar, dibuat manisan, juice, serbuk sampai Aloe Vera gel.
Kita sebenarnya ketinggalan, di negara tetangga seperti Hongkong, Taiwan dan Cina, mengkonsumsi lidah buaya sudah membudaya. Mereka mengkonsumsi dalam bentuk juice, manisan bahkan di campur dengan teh. Jika kita mau berkreasi, daging lidah buaya sebenarnya lezat untuk dijadikan beragam masakan. Teksturnya kenyal dengan rasanya menyegarkan, sangat cocok untuk campuran salad, tumisan, juice maupun manisan.
Jika Anda akan mengolah lidah buaya, berikut tips untuk mengurangi bau langu, rasa pahit dan lendirnya :
·         Pilih lidah buaya berdaging tebal. Kupas kulit sedikit tebal sehingga tersisa daging buah yang berwarna putih transparan. Potong menjadi bentuk yang lebih kecil. Rendam di dalam air matang yang telah ditambah dengan 0,025% garam dan 0,025% asam sitrat. Biarkan selama 2 jam, cuci bersih dan tiriskan.
·         Cara lain : Setelah dikupas, cuci dan remas-remas potongan daging lidah buaya di dalam air garam. setelah lendirnya hilang, rendam dalam air kapur sirih atau tawas agar diperoleh tekstur gel yang lebih kokoh dan kenyal. Cuci bersih dan gel siap digunakan. Budi Sutomo
Ada banyak olahan makanan dari lidah buaya anatara lain : Nata De Aloe, Jus Lidah Buaya, Permen Lidah Buaya, Punch Lidah Buaya, Keripik Lidah Buaya, Manisan isi Strowberi dari Lidah Buaya, Puding Lidah Buaya, Sirup Lidah Buaya, Serbat Lidah Buaya dll.
Berikut ini cara pembuatan olahan makanan dari lidah buaya :
2.    Manisan Lidah Buaya Beupa Minuman (Nata De Aloe)
          Bahan :
1.    lidah buaya segar yang sudah di kupas 1 kg
2.    gula pasir 500 gr
3.    garam 5 gr
4.    asam sitrat 10 gr
5.    Na Benzoat 3% dari jumlah air yang digunakan dalam sirup
6.    Essence Pandan
7.    air putih bersih
Fungsi bahan :
ü  asam sitrat dan garamuntuk membuang kandungan lendir yang sangat banyak dalam lidah buaya
ü  Benzoat sebagai pengawet
ü  Essence Pandan sebagai pemberi aroma
ü  Air diperlukan sangat  banyak dalam pembuatan ini terutama dalam pencucian bahan (lidah buaya)
ü  Gula sebagai pemanis dalam sirup dan bukan sebagai pengawet karena kadar yang terkandung didalamnya tidak leblih dari 40%
Cara pembuatan :
1.      Siapkan bahan yang diperlukan
2.      Kupas lidah buaya hingga meghasilkan daging lidah buaya yang bersih potong dadu dengan ukuran 1cm
3.      Cuci daging lidah buaya sampai bersih atau kandungan lendir dalam lidah buaya banyak berkurang
4.      Lakukan blanching atau rebus dalam air mendidih ±10 menit.angkat dan langsung masukan kedalam air dingin( fungsi untuk mencegah pemanasan berlanjut)
5.      Iiriskan daging lidah buaya tadi yang siap untuk dilakukan pemanisan
6.      Bbuat larutan gulal dengan konsentrasi 20% ( Penambahan Na Benzoat dilakuakan pada saat larutan hangat.
7.      Masukan daging lidah buaya kedalam larutan tersebut dan lakukan pasteurisasi ±10 menit
8.      Masukan manisan lidah buaya kedalam wadah saji tambahkan batu es agar menambah kesegaran manisan tersebut.
2.    Permen Lidah Buaya
Bahan :
Ø  5kg lidah buaya diambil lendirnya
Ø  1kg gula putih
Ø  0,5g Sitrun
Ø  0,5g natrium benzoat
Ø  tetes perasa dan pewarna
Cara :
1.    Kupas lidah buaya, ambil dagingnya kemudian blender hingga halus.
2.    Rebus hingga kental, aduk terus sambil memasukkan gula. aduk hingga menyusut 50%.
3.    Kemudian tambahkan agar-agar, pewarna dan lain-lain  untuk mempermudah mencetak jadi permen.
4.    kalau sudah benar-benar kental, angkat lalu tuangkan kedalam loyang. dinginkan dan jemur selama 6 hari.
5.    Permen bisa dipotong sesuai selera setelah 6 hari, Setelah permen di potong menurut selera, kemudian taburi potongan permen tersebut dengan gula kastor.. campur rata.
6.    Permen (candy) dibuat dengan tiga rasa, yakni strawberi dengan warna pink, pandan dengan warna hijau, dan rasa alami aloevera dengan warna putih kekuningan.
7.    Diamkan selama 1 mnggu sampai gula benar-benar menempel pada permen, setelah satu minggu baru bisa di packing.

3.    Minuman Dari Lidah Buaya .
Ø Bahan :
1 pelepah lidah buaya berat 1 kg
6 buah siwalan/ 150 gram sari kelapa, potong-potong
es batu, secukupnya
Rendaman:
1 liter air
1 sdm air kapur sirih
½ sdt garam
Sirup:
350 gram gula pasir
750 ml air
1/2 sdt vanili bubuk
2 lembar daun pandan, simpulkan
pewarna merah, secukupnya
Cara :
1.      Rendaman: campur air dengan air kapur sirih dan garam.
2.      Kupas pelepah lidah buaya, potong daging lidah buaya  ukuran dadu 1 cm, masukkan ke dalam air rendaman diamkan selama 30 menit – 1 jam, cuci bersih dan tiriskan.
3.      Didihkan air, rebus daging lidah buaya selama 10 menit, angkat.
4.      Sirup: masak air bersama gula pasir, vanili bubuk, dan daun
pandan, beri pewarna merah, masak hingga mendidih. Masukkan daging lidah buaya dan siwalan/sari kelapa, masak sebentar, angkat dan dinginkan, simpan dalam lemari pendingin.
5.      Siapkan gelas, beri es batu, tuangkan sirup dan bahan isi secukupnya.
Sajikan segera selagi dingin.





4.    Kripik Lidah Buaya
Alat :
·         Pisau
·         Waskom
·         Blender
·         Penggorengan
·         Kompor
Bahan :
·         Lidah buaya
·         Telor
·         Terigu
·         Minyak goreng
·         Plastik.
Cara :
1.   Lidah buaya dikupas dan diambil dagingnya,
2.   Kemudian dicuci hingga bersih sampai lendirnya hilang dan kesat,
3.   Lalu diblender hingga lembut.
4.   Setelah itu larutan lidah buaya dicampur telur, terigu, dan minyak goreng,
5.   Diaduk hingga mengental,
6.   Kemudian didiamkan sekitar 15 menit,
7.   Baru adonan tersebut digiling hingga berbentuk kotak kecil-kecil,dan
8.   Digoreng hingga kering,
9.   Setelah itu diberi penyedap rasa.

5. Manisan Isi Strowberi dari Lidah Buaya.
Bahan Kulit:
§   250 g tepung terigu
§   2 btr telur
§   150 ml air
§   50 g mentega
§   1 sdm air jeruk lemon
§   100 g mentega, untuk olesan
§   50 g gula halus, untuk taburan
Bahan Isi:
·            750 g stroberi, iris tipis
·            250 g gula pasir
·            1 bh jeruk nipis, peras
·            100 g nanas, parut
·            100 g manisan lidah buaya, haluskan
·            1/2 sdt kayu manis bubuk
·            100 g kacang mede, sangrai, cincang kasar

Cara Membuat:
1.        Buat isi: Campur stroberi, gula pasir, air jeruk nipis, kayu manis bubuk, nanas, dan lidah buaya. Masak hingga airnya berkurang.
2.        Buat kulit: Uleni bahan kulit, diamkan selama 1 jam agar mudah dibentuk. Gilas tipis dan olesi dengan mentega, letakkan dan susun irisan stroberi hingga memenuhi permukaan kulit, tambahkan kacang mede, kemudian gulung. Poles atasnya dengan mentega dan panggang dalam oven hingga matang, kurang lebih 30 menit.
3.        Setelah dingin, potong menjadi 6 potong, taburi dengan gula halus.
4.        Sajikan selagi hangat sebagai makanan selingan atau sarapan.

2.6 Efek Samping Lidah Buaya bagi Tubuh
Selain mempunyai multimanfaat lidah buaya juga mempunyai efek samping.Karena aplikasi gel lidah buaya dapat menyebabkan iritasi kulit dan reaksi alergi lainnya. Minum jus lidah buaya atau gel mengkonsumsi secara langsung dapat menyebabkan kram dan diare pada beberapa individu. Menelan lidah buaya dapat menyebabkan noda usus besar, sehingga sulit untuk mengamati usus besar selama kolonoskopi. Berikut efek samping dari lidah buaya :
1.        Reaksi alergi : Orang yang alergi terhadap bawang putih, bawang merah, bunga tulip, atau tanaman lain dari keluarga lily, harus menghindari lidah buaya. Penggunaan lidah buaya secara topikal atau oral bagi orang yang memiliki alergi terhadap lidah buaya dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal-gatal, kram, dan diare. Salah satu cara sederhana untuk menguji apakah Anda alergi terhadap lidah buaya atau tidak adalah dengan mengoleskan sedikit cairan lidah buaya murni di belakang telinga. Untuk orang yang alergi terhadap lidah buaya, dianjurkan untuk selalu membaca label dari setiap produk yang digunakan, karena lidah buaya banyak terkandung dalam sejumlah besar produk perawatan kulit, makanan alami dan herbal, serta produk obat-obatan. 
2.      Diare dan kram : Jus daun lidah buaya mengandung aloe latex, yang dikenal sebagai pencahar. Lidah buaya bisa memicu timbulnya diare atau kram yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit berbahaya, bahkan meskipun digunakan hanya beberapa hari. Pada 5 November 2002, FDA (BP POM-nya Amerika) tidak merekomendasikan penggunaan lidah buaya sebagai obat pencahar. Sebagai obat pencahar, lidah buaya bersifat adiktif dan memiliki efek negatif permanen pada kesehatan kolon yang bisa memperparah sembelit (konstipasi). 
3.      Kanker Kolorektal : Penggunaan lidah buaya secara oral untuk jangka waktu satu tahun atau lebih dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Selain itu menurut penelitian genotoxicity menunjukkan bahwa obat pencahar yang mengandung lidah buaya menimbulkan risiko kanker kolorektal bahkan meskipun digunakan sesuai petunjuk. Menurut website Flora, bakteri Pseudomelanosis coli bisa timbul akibat penggunaan lidah buaya dalam jangka panjang, yang merupakan penyebab risiko kanker kolorektal. 
4.      Ketidakseimbangan Gula Darah : Mayo Clinic menyatakan bahwa lidah buaya yang dikonsumi secara oral memiliki kemampuan untuk menurunkan gula darah. Oleh karena itu, lidah buaya tidak boleh diambil oleh orang yang menderita diabetes kecuali di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Lidah buaya memiliki kontraindikasi dengan obat-obatan seperti hypoglycemics seperti insulin, DiaBeta, metformin, glyburide, dan glipizide. 
5.      Kematian : Menurut Mayo Clinic dan website Flora, kematian akibat kerusakan ginjal dan diare berdarah yang parah dapat terjadi akibat dosis toksik lidah buaya. Mengonsumsi lidah buaya secara oral dengan konsentrasi 1 gram per hari atau lebih selama beberapa hari adalah dosis yang bisa mematikan

2.7 Cara Membudidayakan Lidah Buaya
          Cara menanam lidah buaya cukup sederhana, selain cara menanamnya mudah lidah buaya juga dapat di taman di pot. Berikut ini cara menanam lidah buaya :
1.      Siapkan lahan kosong, Lakukan persiapan pada lahan dengan membajaknya dan digemburkan lebih dahulu. Jangan lupa membuat drainase dan bendungan jika perlu sehingga memudahkan anda dalam mendapatkan air, atau membuang kelebihan air saat musim penghujan. Pembuatan bedengan dengan ukuran 1 x 2 meter dan tinggi 30 - 40 cm sedangkan panjang supaya disesuaikan dengan panjang / lebar lahan. Jika anda ingin tumbuhan lidah buaya ini tidak menyebar kemana-mana maka siapkan pot tanaman. Sehingga perkembangan aloe vera nantinya bisa dibatasi.
2.      Pembibitan dilakukan secara vegetatif, yaitu dengan cara mencari anakan pada tanaman induk. Caranya dengan dicongkel tetapi pada bagian akar diupayakan agar tidak putus. Anakan yang diperoleh ditanam pada polybag. Waktu atau lama pembibitan sekitar 3 - 5 bulan.
3.      Setelah mencapai usia 3-5 bulan dari penanaman di polybag. Bibit yang sudah disiapkan ditanam pada lubang dengan kedalaman lebih dari 10 Cm. Yang harus diperhatikan pada saat penanaman adalah usahakan bibit tidak terhimpit dan daun tidak patah. Kemudian siram dengan sedikit air.
4.      Pada minggu pertama perhatikan daun paling luar lidah buaya, apakah layu atau tetap segar. Jika layu ada kemungkinan akar di gerogoti hama seperti semut dan serangga tanah lainnya. Jika ini terjadi lidah buaya dapat dicabut kembali dan bersihkan media tanam.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penjelasan tentang tanaman lidah buaya di atas adalah :
1.    Lidah buaya atau Aloe Vera memiliki kandungan yaitu suatu senyawa organik aloe emodin, 72 zat yang dibutuhkan tubuh, 18 macam asam amino diantaranya karbohidrat, lemak, dan air serta zat golongan dan mengandung semua jenis vitamin kecuali vitamin D, dan mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim.
2.    Tanaman Lidah Buaya atau Aloe Vera memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.Dan selain bermanfaat untuk kesehatan tanaman ini juga dapat diolah menjadi olahan makanan dan campuran obat – obatan yang instan.
3.    Cara menanam lidah buaya juga mudah dan sederhana. Lidah buaya juga bisa ditanam di pot.
4.    Namun, selain lidah buaya mempunyai banyak manfaat lidah buaya juga mempunyai efek samping yaitu gatal – gatal pada tubuh.
3.2 Saran
Saran dari penjelasan tentang tanaman lidah buaya di atas adalah :
1.    Masyarakat Indonesia perlu melestarikan tanaman lidah buaya karena lidah buaya mempunyai multimanfaat
2.    Pemerintah dan instansi terkait, diharapkan dapat mengembangkan lidah buaya  sebagai obat herbal yang sangat bermanfaat bagi manusia dengan begitu masyarakat akan pindah menggunakan obat herbal.
3.    Masyarakat harus lebih memilih menggunakan obat herbal khususnya lidah buaya dari pada menggunakan obat berbahan kimia yang menyebabkan efek samping dan akan  mempengaruhi kesehatan untuk tubuh manusia.



DAFTAR PUSTAKA
1.      Rahayu Puji,2007.Budi Daya Lidah Buaya.Semarang;Ghyyas Putra
7.      Furnawanthi Irni,2003.Khasiat dan Manfaat Lidah Buaya.Montong; PT.ArgoMedia Pustaka






Lampiran

 

28 Agt 2015

LUTUNG KASARUNG

A long time ago in west Java there was a kingdom.  The king was Prabu Tapak Agung.  He had two beautiful daughters and no son.  Purba Rarang was his first daughter, and Purba Sari was his second daughter.  When the king was about to pass away he gave the throne to his second daughter, Purba Sari. Purba Rarang was very disappointed.  She thought that she deserve to replace her father as the ruler.  She discussed the situation with her fiancé, Indrajaya.
Then she got an evil idea.  She asked a witch to cast a spell to Purba Sari.  Soon after that Purba Sari had a strange skin disease.  There were black dots on her skin.  She also had skin rash.  Consequently Purba Rarang had a reason to tell people that her sister had a great sin and she was cursed by god.  She told her people that such a person did not qualify to be a leader.
After that she ordered the army to send Purba Sari to a wood and had her exiled there.  The army then built a wooden house for Purba Sari in a wood.  So Purba Sari lived in the wood.  As there were many animals in the wood she got along with them well.
Her best friend was a black monkey.  She called the monkey Lutung Kasarung.  Lutung was very attentive and very kind to her.  He gave fruits and vegetables to Purba Sari.
Lutung Kasarung was not an ordinary monkey.  He often meditates like human being.  One night when there was a full moon he sat meditating.  He was praying to God. Suddenly a spring emerged beside Lutung. It became bigger and bigger and finally it became a lake.  The water was very clear and aromatic.
The next day Lutung came to see Purba Sari.  He asked her to follow him.  Lutung took her to the lake and asked her to take a bath.  When Purba Sari took bath in the lake something strange happened.  Her skin disease was gone and her smooth fair skin was back.  Purba Sari was very happy and thankful to God.
Meanwhile Purba Rarang who lived in the palace wanted to see her sister.  So she went to the wood with her soldiers.  She was very surprised when she saw Purba Sari was in good condition and looked beautiful.  Her evil heart led her to find a way to beat her sister. Then she asked her sister to measure the length of their hair.  The one who had the longest hair would win.  Purba Sari’s hair proved to be longer than Purba Rarang’s.
Purba Rarang was very jealous to her sister.  She thought hard to find a way to beat Purba Sari.  Then she got another idea.  She asked her sister to compare their fiancé.  Purba Rarang was sure that she would win because Indra Jaya was very handsome.  She was sure that Purba Sari did not have any fiancé.  When Purba Rarang showed Indra Jaya, Purba Sari was confused.  So she just appointed Lutung Kasarung as her fiancé.
Purba Rarang laughed out loud.
‘So your fiancé is a monkey?’
Lutung Kasarung then sat on the ground.  He was meditating and praying to God. Then amazingly he changed into a very handsome man.  Initially Lutung Kasarung was a handsome man who was punished by God and became a monkey.  After some years that day he got clemency from God and he became human being again.
Purba Rarang was very surprised.  He had no choice but to accept that her sister was better than her.  She asked for apology.  Purba Sari gave her apology.  After that they went back to palace.  Purba Sari became the queen and married to Lutung Kasarung.
by Dwi Nurul Istiqomah
Cc : Cerita Rakyat

8 Agt 2015

Bahsa Indonesia Kelas X Semester 1 Bab 1 - 3

Teks Prosedur Kompleks
1. Unsur-unsur Teks Prosedur Kompleks
  • Pengertian
  • Struktur
  • Ciri Kebahasaan  

2. Pengertian
     Prosedur Kompleks adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahap-tahap yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Terdapat banyak kegiatan disekitar kita yang harus dilakukan menurut prosedur.Jika kalian tidak mengikuti prosedur itu,tujuan yang diharapkan tidak tercapai dan kalian dapat dikatakan sebagai orang yang tidak mengetahui aturan. Tetapi langkah-langkah tersebut tidak dapat di balik-balik.
3. Struktur
Tujuan: Berisi tujuan dari pembuatan teks prosedur kompleks atau hasil akhir yang akan dicapai (dapat berupa judul)
langkah-langkah: Langkah-langkah adalah cara-cara yang ditempuh agar tujuan itu tercapai.

4. Ciri Kebahasaan
  1. Menggunakan kalimat imperatif, dekralatif, dan introgatif
  2. Partisipan manusia
  3. Menggunakan verba material dan tingkah laku
  4. Menggunakan konjungsi temporal

1.KALIMAT IMPERATIF Adalah Kalimat imperatif adalah kalimat yang isinya atau yang mengandungperintah.
Contoh:
  Kenali si petugas
  Pahami kesalahan anda
  Pastikan tuduhan pelanggaran 
      2.  KALIMAT DEKRALATIF: Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berfungsi untukmemberikan informasi kepada pembaca.
Contoh:
Pengerndara memahami kesalahannya
Pengerndara menolak atau menerima tuduhan
Pengendara memastikan tuduhan pelanggaran
      3.  KALIMAT INTROGATIF: Kalimat introgatif adalah kalimat yang berfungsi untuk memintainformasi tentang sesuatu. 
Contoh:
Apakah anda mengenali petugas?
Apakah anda memahami kesalahan anda?
Siapakah yang menerima atau menolak tuduhan?

II.
Partisipan Manusia: Partisipan manusia adalah semua manusia yang ikut serta dalam suatu kegiatan
Contoh :
Jika pengendara melakukan pelanggaran,tentu pihak yang berwajib menilangnya
III.
Verba
 a. Verba material : verba yang mengacu pada tindakan fisik (melakukan, memukul, dan menilang) 
 b. Verba tingkah laku : verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan pada ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tidak tampak), seperti menerima, menolak.
IV.
KONJUNGSI TEMPORAL
    Konjungsi temporan adalah sesuatu yang mengacu pada urutan waktu 

    Contoh: 
Pertama, gunakan jas lab. Kedua, lakukan percobaan. Ketiga, simpulkan hasil percobaan
amelnewsind.blogspot.com/.../teks-prosedur-kompleks-pengertian.html

Contoh Teks Prosedur Kompleks

Pelajar yang berkarakter
Pendidikan adalah elemen yang sangat penting dalam kehidupan. Pendidikan merupakan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Salah satu unsur yang paling penting dalam pendidikan adalah pelajar. Artinya, pelajarlah yang menentukan baik buruknya pendidikan suatu negara.
Di Indonesia, pendidikan mengalami keterpurukan. Selain karena sistem pendidikan yang carut marut, keterpurukan pendidikan di indonesia juga dipengaruhi oleh perilaku pelajar yang tisak sesuai dengan norma dan aturan, seperti tawuran, merokok, dll.
Untuk memperbaiki pendidikan di indonesia, diperlukan pendidikan yang berkarakter sehingga pelajar memiliki karakter yang baik. Untuk menjadi pelajar yang berkarakter, haruslah mengikuti langkah langkah berikut :

1.      Budayakan untuk memiliki adab dan sopan santun yang baik
2.      Hindarilah untuk berlaku curang
3.      Biasakanlah untuk bertanya kepada guru jika belum paham
4.      Diskusikanlah pelajaran dengan teman bila perlu


TEKS EKSPOSISI

A.   Pengertian Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah jenis teks yang berisi tentang paparan pandangan pribadi terhadap suatu permasalahan.
B.   Tujuan Teks Eksposisi
1. Memberi penjelasan atau informasi.
2. Memaparkan pandangan pribadi mengenai suatu hal.
C.   Ciri-Ciri Teks Eksposisi
1.    Berisi pendapat tentang masalah tertentu, namun tetap objektif.
2.    Diperjelas dengan fakta dapat berupa angka, statistik, gambar, grafik, tabel, dan peta.
3.    Mempunyai analisis dan bukti
4.    Diakhiri dengan penegasan pendapat.
5.    Argumentasinya satu sisi, yaitu sisi yang mendukung atau sisi yang menolak.
D.   Jenis Teks Eksposisi
1.   Eksposisi definisi
Memaparkan pengertian sesuatu dengan memfokuskan pada karakteristiknya
Contoh :
Brokoli (Brassica oleracea ) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan. Brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yangditengarai memiliki aktivitas antikanker. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, manfaat brokoli untuk kecantikan memang belum begitu dikenal masyarakat luas.
2.   Eksposisi berita
Berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian atau peristiwa. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar. Ciri khususnya adanya unsur 5W+1H.
Contoh :
Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Sukoharjo sejak beberapa hari terakhir meresahkan masyarakat. Pantauan di sejumlah pedagang di Sukoharjo didapati tumpukan gas elpiji 3 kilogram dalam keadaan kosong. Mereka mengaku belum mendapatkan kiriman sejak dua hingga tiga hari yang lalu.  “Stok kosong, semua ada 15 tabung belum dapat kiriman dari pangkalan. Akibatnya tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Agus Gunawan salah satu pedagang gas elpiji asal Sukoharjo Kota, Kamis (18/09/2014).
3.   Eksposisi ilustrasi
Pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide.
Contoh :
Saat ini politik di Indonesia sedang mendominasi wacana di media. Layaknya gula yang sedang dikelilingi semut. Media selalu memberitakan kondisi politik di Indonesia dengan gamblang. Media memberitakan kondisi elit politik di Indonesia yang saling memperebutkan kekuasaan.

4.   Eksposisi proses
Sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau langkah-langkah tertentu.
Contoh :
Manfaat wortel untuk wajah di antaranya bisa digunakan sebagai masker yang berfungsi untuk mencerahkan kulit wajah, tidak banyak yang tahu. Cara membuat masker ini dengan memblender atau memarut sampai lembut. Tuangkan parutan wortel dalam cawan dan tambahkan madu 1 sendok makan dan aduk hingga merata. Sebelum mengoleskan pada wajah, sebaiknya bilas wajah terlebih dahulu dan oleskan merata ke seluruh permukaan wajah 15 hingga 30 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air yang hangat, lalu bilas dengan air dingin. Lakukan perawatan wajah ini rutin agar mendapatkan manfaat wortel secara optimal yakni mencerahkan wajah sekaligus mengurangi flek dan kerutan.
5.   Eksposisi analisis
Proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.
Contoh :
Masangin merupakan permainan yang melegenda di Alun-Alun Selatan, Yogyakarta. Permainan tersebut dilakukan dengan melewati dua buah pohon beringin kembar dengan mata yang ditutup kain hitam. Mitos yang berkembang di masyarakat, jika seseorang mampu melintasi kedua pohon beringin dengan mata tertutup, maka setiap keinginan yang kita niatkan sebelum permainan akan dikabulkan. Konon, yang bisa melintas hanyalah orang yang memiliki kebersihan hati. Jika hati bersih, maka pemain akan mulus melintasi dua pohon tanpa hambatan. Begitu juga sebaliknya, jika hati tidak bersih, maka pemain akan berputar-putar atau miring ke kanan dan ke kiri beringin.Namun di balik mitos itu, masangin dapat dipandang dari segi ilmu pengetahuan dan kesehatan. Dari segi ilmu pengetahuan dapat dikemukakan bahwa peristiwa berbeloknya arah pemain diakibatkan karena kecepatan arah angin, sedangkan dari segi kesehatan karena adanya potensi vertigo pada setiap orang.
...
6.   Eksposisi klasifikasi
Membagi sesuatu dan mengelompokkannya ke dalam kategori-kategori. (Ada verba penggolongan : digolongkan, diklasifikasikan, terdiri dari, meliputi, dibagi )
Contoh :
Yogyakarta memiliki banyak objek dan daya tarik wisata. Bentuk wisata di DIY meliputi wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition), wisata budaya, wisata alam, wisata minat khusus, wisata edukasi dengan berbagai fasilitasnya, seperti resort, hotel, dan restoran. Keanekaragaman budaya serta keramahtamahan masyarakat, membuat DIY mampu menciptakan produk-produk budaya dan pariwisata yang menjanjikan.
7.   Eksposisi perbandingan
Menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain. (mencari persamaan dan perbedaan)
Contoh :
Olahraga Jogging merupakan salah satu jenis olahraga murah, aman, dan bisa dilakukan di mana saja. Jogging dapat dilakukan di lingkungan sekitar rumah, taman, pantai ataupun pegunungan dan memiliki banyak manfaat. Berbeda dengan olahraga diving, tak hanya mahal tetapi olahraga ini hanya dapat dilakukan  di laut. Selain membutuhkan peralatan yang cukup lengkap, diving juga olahraga yang cukup berisiko. Saat ini, keduanya sama-sama digemari oleh remaja.
8.   Eksposisi pertentangan
Berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang digunakan adalah "akan tetapi", "meskipun begitu", "sebaliknya".
Contoh :
Masyarakat di daerah perkotaan terbiasa dengan kehidupan yang serba modern. Alat komunikasi, transportasi, dan teknologi informasi yang canggih menyebabkan mereka cenderung malas dan kurang bersosialisasi. Sebaliknya, masyarakat pedesaan terpencil terbiasa dengan kehidupan yang sederhana. Mereka menggunakan peralatan, transportasi, dan teknologi yang masih tradisional. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghalangi mereka untuk bersosialisasi antarmasyarakat.
E.   Struktur teks eksposisi
1.   Pernyataan pendapat (tesis)
Berisikan gagasan utama atau prediksi penulis tentang sebuah permasalahan yang berdasarkan fakta.
2.   Argumentasi
Menjelaskan secara lebih mendalam pernyataan pendapat (tesis) yang diyakini kebenarannya oleh penulis melalui pengungkapan fakta-fakta sebagai penjelasan argumen penulis.
3.   Penegasan Ulang Pendapat
Berupa penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi. Pada bagian ini pula bisa disematkan hal-hal yang patut diperhatikan atau dilakukan supaya pendapat atau prediksi sang penulis dapat terbukti.
F.   Ciri Kebahasaan
1.    Penggunaan Pronomina Persona
Pronomina persona adalah kata yang mengacu kepada orang, baik orang pertama, kedua, atau ketiga. Pronomina persona ini biasanya digunakan dalam menyatakan pendapat. Pronomina yang sering digunakan seperti kita, kami, dan saya. Terlebih kata pronomina saya banyak digunakan ketika menyatakan pendapat pribadi.
2.    Menggunakan konjungsi (kata penghubung)
Konjungsi yang banyak digunakan adalah “pada kenyataannya”, “kemudian”, dan “lebih lanjut”. Konjungsi tersebut digunakan untuk menghubungkan fakta-fakta supaya fakta-fakta yang disajikan runtut. Selain itu juga konjungsi lain, seperti "atau" untuk menyatakan dualisme pendapat, konjungsi "dengan demikian" untuk menyatakan penegasan ulang pendapat.
G.   Analisis Struktur Teks Eksposisi
             
Kemacetan dan Masa Depan Kota
         Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.
         Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. Di bagian utara, termasuk Sleman misalnya, kemacetan setiap pagi dan sore dapat dirasakan misalnya pada ruas Jalan Nyi Condrolukito (AM Sangaji), Jalan Affandi (Gejayan), serta Jalan Kaliurang terutama pada persimpangan dengan Jalan Lingkar Utara. Hal yang sama terjadi pada wilayah lain yang memiliki para pekerja dan anak sekolah relatif besar di Kota Yogyakarta, misalnya Bantul. Seperti diketahui, ketiga wilayah ini memiliki keterkaitan kegiatan sosial ekonomi yang erat, yang membentuk aglomerasi wilayah Yogyakarta-Sleman-Bantul (Kartamantul).
         Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjangcenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetandapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.
         Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.

  Analisis struktur teks “Kemacetan dan Masa Depan Kota” 
Tesis
Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.
Argumentasi
Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah.
Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjangcenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran.
Penegasan Ulang Pendapat
Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas.  


2 Feb 2015

TUGAS SEKOLAH

Berikut Ini AKU SHARE KTIku Tentang Lidah Buaya loh!! :)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Tanaman lidah buaya adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Canary di sebelah Barat Afrika.Lidah buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) merupakan tumbuhan yang mudah tumbuh hanya dengan media tanah humus bercampur pasir dan berada di tempat yang bersuhu panas. Lidah buaya juga sering dijadikan tanaman hias yang memenuhi pot di rumah – rumah, pekarangan atau lingkungan sekitar kita. Dan tumbuhan ini tidak membutuhkan perawatan extra tapi, mempunyai banyak manfaatnya yang diambil dan digunankan dengan pengelolahan lidah buaya. Akan tetapi, masih banyak orang yang belum mengetahui khasiat dari kandungan zat yang bermanfaat dari lidah buaya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kandungan yang terdapat dari lidah buaya ini meliputi zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida, hormon, asam salisat, sterol, gula, antra kuinon.
Masyarakat sendiri mengenal lidah buaya sendiri untuk penyubur rambut.Dan ekstrak lidah buaya sendiri dapat digunakan sebagai campuran kosmetik / obat-obatan kimiawi. Selain digunakan sebagai obat-obatan, lidah buaya juga mampu menjadi olahan makanan seperti Nata De Aloe, jus lidah buaya, permen, kripik, jus, manisan lidah buaya, dan lain sebagainya. Memproduksi manisan lidah buaya sangat menguntungkan selain biaya produksi yang tidak terlalu mahal juga kualitasnya yang baik.
Di samping itu lidah buaya juga memiliki efek samping yang berdampak buruk bagi tubuh apabila tidak cocok mengonsumsi lidah buaya. Efek samping dari lidah buaya yaitu diare, kram, kanker kolorektal, kematian, dan alergi pada kulit.
Dari uraian di atas disimpulkan bahwa lidah buaya harus dilestarikan dan dibudayakan karena mempunyai manfaat yang banyak bagi kesehatan serta dapat digunakan sebagai bahan kosmetik obat – obatan. Dan juga sebagai bahan dasar olahan makanan yang alami dan baik bagi tubuh kita.
       1.2 Rumusan Masalah
1.)  Apa pengertian lidah buaya?
2.)  Apa saja ciri-ciri lidah buaya?
3.)  Kandungan zat apa saja yang terkandung di dalam lidah buaya?
4.)  Apa saja khasiat dan manfaat lidah buaya?
5.)  Apa saja olahan dari lidah buaya?
6.)  Apa efek samping lidah buaya bagi tubuh?
7.)  Bagaimana cara menanam lidah buaya?


1.3    Tujuan
1.)  Memberi wawasan apa yang dimaksud lidah buaya
2.)  Memberi wawasan tentang ciri-ciri lidah buaya
3.)  Memberikan informasi zat apa saja yang terjandung di dalam lidah buaya
4.)  Memberikan wawasan tentang khasiat dan manfaat dari lidah buaya
5.)  Memberikan informasi apa saja yang dapat diolah dari lidah buaya
6.)  Memberi wawasan tentang efek samping lidah buaya bagi tubuh
7.)  Memberikan informasi tentang cara menanam lidah buaya
       1.4 Manfaat
  1.) Mengetahui pengertian lidah buaya
  2.) Mengetahui tentang ciri-ciri lidah buaya
  3.) Mengetahui tentang zat yang terkandung di dalam lidah buaya
  4.) Mengetahui tentang khasiat dan manfaat dari lidah buaya
  5.) Mengetahui tentang apa saja yang dapat diolah dari lidah buaya
  6.) Mengetahui tentang efek samping lidah buaya bagi tubuh
  7.) Mengetahui tentang cara menanam lidah buaya




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Lidah Buaya
Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah  sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Pertama kali ditemukan pada tahun 1500 Sebelum Masehi. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrik, tepatnya Ethiopia yang termasuk golongan Liliaceae. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan. Secara umum, Lidah Buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebgai tanaman obat dan bahan baku industri. Menurut catatan seorang ahli ilmu berkebangsaan Arab bernama Idris, lidah buaya merupakan produk dari pulau Socotra di Yunani dan sudah dikenal sejak abad ke-4 SM.
 Beberapa sumber menyatakan bahwa lidah buaya masuk ke Indonesia dibawa oleh petani keturunan cina pada abad ke-17. Pemanfaatan ini di Indonesia masih sedikit, terbatas sebagai tanaman hias di pekarangan rumah digunakan sebagai kosmetika untuk menyuburkan rambut. Pada tahun 1990 petani di Kalimantan Barat mulai mengusahakan tanaman lidah buaya secara komersial yang di olah menjadi minuman lidah buaya.
Berdasarkan hasil penelitian tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakaridadan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Lidah Buaya dipercaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AID.
Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian. Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.
Seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.
2.2 Ciri-Ciri Lidah Buaya
Lidah Buaya atau Aloe Vera merupakan tumbuhan yang hidup di tempat yang memiliki suhu panas atau baiasa di tanam di dalam pot ataupun di pekarang rumah untuk dijadikan tanaman hias. Daunnya agak runcing berupa taji, tidak tipis, getas, pinggirnya bergerigi/ berduri kecil, permukaannya berbintik-bintik, panjangnya mencapai 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya mencapai 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika sisi Utara, Hindia Barat. Lidah buaya termasuk suku liliaceae. Dan lidah buaya mempunyai lebih dari 350 jenis tanamannya.
Lidah buaya dapat tumbuh di daerah kering maupun daerah yang beliklim dingin. Dalam kondisi gelap ,terutama malam hari, stomata atau mulut daun membuka sehingga uap air dapat masuk. Disebabkan pada malam hari udaranya dingin,uap air tersebut membentuk embun. Stomata yang membuka pada malam hari memberi keuntungan, yakni tidak akan terjadi penguapan air dari tubuh tanaman, sehingga air yang berada di dalam tubuh daunya dapat dipertahankan. Karena, dia mampu bertahan hidup dalam kondisi yang bagaimanapun keringnya.
Kelemahan lidah buaya adalah jika ditanam di daerah basah dengan curah hujan tinggi, mudah terserang cendawan terutama fusarium sp yang menyerang pangkal batangnya. Dan dari segi budi daya, tanaman lidah buaya sangat mudah dan relatif tidak memerlukan investasi besar. Disebabkan tanaman ini adalah tanaman tahunan yang dapat dipanen berulang-ulang dengan masa produksi 7-8 tahun.
a.       Batang tanaman Aloe Vera berbatang pendek dan berserat atau berkayu. Pada umumnya sangat pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Namun, ada juga beberapa species yang berbentuk pohon dengan ketinggian 3 m – 5 m. Species ini dapat dijumpai di gurun Afrika Utara dan Amerika. Melalui batang ini akan tumbuh tunas yang akan menjadi tunas baru atau anakan.Batang Aloe Vera juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman.
b.      Seperti halnya tanaman berkeping satu lainya, daun lidah buaya berbentuk tombak dengan helaian memanjang. Daunnya berdaging tebal tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan dan mempunyai lapisan lilin dipermukaan, serta bersifat sukulen, yakni mengandung air, getah, atau lendir yang mendominasi daun. Bagian atas daun rata dan bagian bawahnya membulat (cembung). Panjang daun bisa meraih 50 – 75 cm, dengan berat 0, 5 kg – 1 kg, daun melingkar rapat di sekitar batang bersaf-saf. Di daun lidah buaya muda dan anak (sucker) terdapat bercak berwarna hijau pucat sampai putih. Bercak ini akan hilang saat lidah buaya dewasa. Namun tidak demikian halnya dengan tanaman lidah buaya jenis kecil atau lokal. Hal ini kemungkinan disebabkan faktor genetiknya. Sepanjang tepi daun berjajar gerigi atau duri yang tumpul dan tidak berwarna.. Panjang daun bisa meraih 50 – 75 cm, dengan berat 0,5 kg – 1 kg, daun melingkar rapat di sekitar batang bersaf-saf.
c.       Bunga Bunga Aloe Vera berwarna kuning atau kemerahan berbentuk pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga memiliki ukuran kecil, tersusun dalam rencanaian berupa tandan, dan panjangnya dapat meraih 1 mtr.. Bunga umumnya nampak apabila ditanam di pegunungan. d. Akar Akar tanaman Aloe Vera berbentuk akar serabut yang pendek dan ada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar 50 cm – 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menginginkan tanah yang subur dan gembur dibagian atasnya.
d.      Akar tanaman Aloe Vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 – 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya

2.3 Kandungan Zat yang Terkandung Di Dalam Lidah Buaya
    Lidah buaya merupakan salah satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku indusrtri. Di Negara maju, seperti Amerika, Australia, dan negara-negara di Eropa, lidah buaya telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.
a.     Kadungan Berupa Cairan
Tanaman lidah buaya mengandung dua jenis cairan, yakni cairan bening seperti jeli dan cairan bewarna kekuningan yang mengandung aloin.
1.     Cairan bening seperti jeli
Jeli lidah buaya ini dapat di peroleh dengan membelah batang lidah buaya. Jeli mengandung zat antibakteri dan antijamur yang dapat menstimulasi fibroblast, yakni sel-sel kulit yang berfungsi menyembuhkan lika. Para ahli meyakini lidah buaya sangat mujarab karena mengandung salisilat, yakni zat peredan sakit dan antibengkak yang juga terdapat dalam aspirin.

2.     Eksudat atau cairan berwarna kekuningan yang mengandung aloin
Cairan berwarna kekuningan yang mengandung aloin ini berasal dari lateks yang terdapat di bagian luar kulit lidah buaya. Cairan ini tidak sama dengan jeli lidah buaya, dianggap cukup aman dan banyak dimanfaatkan sebagai obat pencahar komersial.
Komponen yang terkandung dalam lidah buaya sebagian besar adalah air yang mencapai 99,5% dengan total padatan terlarut hanya 0,49%, lemak 0,067%, karbohidrat 0,043%, protein 0,038 %, vitamin A 4,594 IU, dan vitamin  C 3,476 mg.
b.     Zat-zat yang terkandung dalam lidah buaya
Manfaat lidah buaya beragam disebabkan kandungan bahan aktif yang dimilikinya seperti terlihat di table 2 dan 3
Tabel 1. Zat-zat yang terkandung dalam gel lidah buaya
                              Zat      
Kegunaan
1.      Lignin
-Mempunyai kemampuan penyerapan yang tinggi, sehingga memudahkan peresapan gel ke kulit
2.      Saporin
-Mempunyai kemampuan membersihkan dan bersifat antiseptic
-Bahan pencuci yang sangat baik
3.      Komplek anthraquinone aloin, barbaloin, anthranol, aloe emodin, anthracene, aleotic acid, ester asam sinamat, asam krisophanat, eteral oil, resistanol
-Bahan laksatif.
-Penghilang rasa sakit, mengurangi racun.
-Senyawa antibakteri.
-Mempunyai kandungan antibiotik.
4.      Vitamin B1, B2, niacinamida, B6, cholin, asam folat
-Bahan penting untuk menjalankan fungsi tubuh secara normal dan sehat.
5.      Enzim oksidase, amylase, katalase, lipase, protease
-Mengatur proses-proses kimia dalam tubuh.
-Menyembuhkan luka dalam dan luar.
6.      Mono dan polisakarida, selulosa, glukosa, mannosa, aldopentosa, rhamnosa
-Berfungsi untuk memproduksi mucopolisakarida
-Memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
- Mengaktifkan makrovage-activating termasuk peningkatan volume produksi oksida nitrat (yang memiliki potensi antitumor).
            Enzim protease bekerja sama dengan glukomannan mampu memecah bakteri yang menyerang luka. Salah satu enzim dalam lidah buaya dapat memecah brandykinin, senyawa penyebab rasa nyeri yang terbentuk di luka sehingga rasa nyeri tersebut dapat hilang. Sementara itu, asam krisofan mendorong penyembuhan kulit yang mengalami kerusakan. Karena itu pula, getah pulp lidah buaya bersifat antiseptic sekaligus meredam rasa sakit.
                        Tabel 2. Komposisi kimia gel lidah buaya
Bahan
Kegunaan
Unsur
Konsentrasi (ppm)
Mineral







Asam amino















Protein
-Memberi ketahanan terhadap penyakit, menjaga kesehatan dan memberikan vitalitas.
-Berinteraksi dengan vitamin untuk mendukung fungsi- fungsi tubuh.




-Bahan untuk pertumbuhan dan perbaikan.
-Untuk sintesa bahan lain.
-Sumber energi.
Kalsium (Ca)
Fosfor (P)
Besi (Fe)
Magnesium (Mg)
Mangan (Mn)
Kalium (K)
Natrium (Na)
Tembaga (Cu)
Asam aspartat
Asam glutamate
Alanin
Isoleusin
Fenilalanin
Threonin
Prolin
Valin
Leusin
Histidin
Serin
Glisin
Methionin
Lysine
Arginin
Tryosin
tryptophan
458,00
20,10
1,18
60,80
1,04
797,00
84,40
0,11
43,00
52,00
28,00
14,00
14,00
31,00
14,00
14,00
20,00
18,00
45,00
28,00
14,00
37,00
14,00
14,00
30,00
0,1 %
            Adanya kalsium dalam lidah buaya dapat membantu pembentukan dan regenerasi tulang, kalium dan natrium berfungsi dalam regulasi dan metabolisme tubuh dan penting dalam pengaturan inpuls saraf. Unsure seng (Zn) berhubungan dengan kesehatan saluran air kencing.
            Cairan lidah buaya memiliki keasaman (pH) yang natural, mirip dengan Ph kulit manusia. Hal ini dapat menhindari terjadinya alergi kulit bagi pemakainya. Adanya senyawa lignin dan polisakarida lain member kemampuan untuk menembus kulit secara baik, sekaligus sebagai media pembawa zat-zat nutrisi yang diperlukan kulit. Asam aminonya akkan membantu perkembangan sel-sel baru dengan kecepatan luar biasa. Bersamaan dengan itu, enzin-enzim yang terdapat dalam cairan lidah buaya akan membantu menghilangkan  sel-sel yang telah mati dari epidermis.
            Beragamnya unsur yang terkandung dalam lidah buaya membuat kandungan ini sulit dipisah-pisahkan kendati menggunakan peralatan canggih. Hanya, para ahli yakin bahwa daya penyembuhan dalam lidah buaya inilah yang merangsang mekanisme penyembuhan dalam tubuh manusia.
            Jumlah asam amino, vitamin, enzim, anthraquinone, dan unsure lainnya tidak terdapat dalam jumlah besar, tetapi karena di gabungkan menjadi satu, membuahkan hasil yang menakjubkan. Hal ini di sebabkan unsure yang terdapat di dalam lidah buaya ini menstimulasi macropage di dalam tubuh. Macropage adalah salah satu sel darah yang mengendalikan system kekebalan tubuh.
  Kandungan aloin dalam lidah buaya sangat bervariasi tergantung dari jenisnya, seperti terlihat pada table 4 di bawah ini
Table 4. Kandungan aloin berdasarkan jenis lidah buaya
Jenis lidah buaya komersial
Kadar aloin (%)
Cape aloe
Curacao aloe
                                  Socotrine aloe
5-9
7.5-10
7,0



2.4 Khasiat dan Manfaat dari Lidah Buaya
  A. Khasiat Lidah Buaya
1. Penyembuhan Penyakit
a)      Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes
Hormone research melaporkan bahwa pemberian ½ sendok teh ekstrak lidah buaya kepada 5 orang dewasa penderita diabetes setiap hari  selama 14 minggu, menurunkan kadar gula pasien diabetes yang tidak tergantung dari insulin (DM tipe II) Hingga 45% tanpa perubahan berat badan.
b)      Menyembuhkan ambein dan radang tenggorokan
Ambeien (wasir) merupakan pembengkakan pembuluh darah balik di anus. Ambeien menyebabkan rasa nyeri dan pendarahan di poros anus. Menurut Dr. Suwijiyo pramono, Apt., pakar tanaman obat fakultas farmasi universitas gadjah mada, lidah lidah buaya dapat menyembuhkan penyakit ambeien dan radang tenggorokan karena sifatnya yang anti-iritasi dan anti-inflasi. Lidah buaya yang mengandung lender dan antrakuinon yang bersifat laksatif melancarkan pembuangan air besar, sehingga tidak membuat anus sakit. Dalam hal ini khasiat lidah buaya akan lebih baik lagi jika dikombinasikan dengan daun handeuleun (daun ungu)
c)      Mengatasi gangguan pencernaan
Journal of alternative medicine memublikasikan efektivitas lidah buaya untuk mengatasi gangguan pencernaan. Jus lidah buaya ternyata mampu mengatur keasaman lambung, meningkatkan kerja lambung, dan menekan populasi mikroorganisme usus tertentu, termasuk yeast, serta menghilangkan sembelit dan luka dinding usus.
d)     Menghambat sel kanker
Japanese journal of cancer research melaporkan bahwa lidah buaya dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Sebuah penelitian terhadap 673 penderita kanker paru-paru di okiniwa, jepang, menunjukan bahwa kandungan senyawa lectin mencegah pertumbuhan sel kanker paru-paru, mengaktifkan makropage yang berperan melepas substansi pengaktifan kekebalan dan antikanker, seperti interferon, interleukins, dan faktor nekrosis tumor.
e)      Mencegah pembengkakan sendi
Menurut journal of the American pediatric medical association, lidah buaya dapat membantu mencegah encok (rematik) dan mengurangi peradangan persendian. Lidah buaya dilaporkan juga dapat menghambat reaksi autonimmune yang diakibatkan oleh penyakit encok(rematik).

f)       Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes
Hormone research melaporkan bahwa pemberian ½ sendok teh ekstrak lidah buaya kepada 5 orang dewasa penderita diabetes setiap hari  selama 14 minggu, menurunkan kadar gula pasien diabetes yang tidak tergantung dari insulin (DM tipe II) Hingga 45% tanpa perubahan berat badan.
2. Khasiat Sebagai Kesehatan Kulit
a.    Mendinginkan kulit yang terbakar sinar matahari, terutama bagi mereka yang
sering bekerja di luar ruang.
b.    Mengatasi masalah kulit yang di sebabkan cuaca, seperti kulit kering, kemerahan,
       mengelupas,dan iritasi ringan.
c.    Memudarkan warna pada memar di kulit.
d.   Mengatasi rasa tidak nyaman yang disebabkan alat cukur pada kulit.
e.    Mengatasi luka bakar ringan.
f.     Meredakan kulit yang melepuh.
g.    Dapat digunakan sebagai krim anti penuaan dini atau   untuk mengatasi keriput.
h.    Mengobati ruam akibat terkena getah tanaman.
i.      Mengatasi rasa gatal akibat gigitan serangga.
j.      Gunakan setiap hari untuk memudarkan bekas luka dan stretcmark, garis – garis
 putih atau merah akibat kehamilan.
k.   Merawat luka kecil akibat teriris pisau atau tergores.
l.     Memudarkan bintik – bintik kehitaman pada kulit.
m. Dapat berguna sebagai kondisioner dan jelly untuk rambut.
n.   Bisa untuk mengurangi jerawat.
o.   Digunakan untuk mempercepat pertumbuhan sariawan.
p.   Dapat digunakan sebagai body lotion alami.
q.   Untuk meredakan otot yang kram atau menegang.
r.     Digunakan untuk mengurangi keluhan pada masalah gusi.
s.    Mengurangi ketombe pada kepala.
t.     Mengatasi kutu air.




3. Khasiat Sebagai Kesehatan Tubuh
       Hidup sehat memang menjadi tantangan dewasa ini. Banyaknya polusi, makanan beracun dan kurang higienis dan banyak hal yang menurunkan kualitas kesehatan menjadi sebab hidup sehat menjadi sesuatu yang mahal dan sulit untuk digapai. Berbagai penyakit bisa muncul dari faktor luar diri kita, meskipun kita sudah sekuat tenaga mencoba untuk menjaga diri tetap sehat. Seperti penyakit kanker yang bisa menjangkiti kita, jika kita tidak waspada dalam masalah konsumsi makanan. Gula dan lemak juga semakin memenuhi menu makanan kita dewasa ini. Kedua jenis zat makanan ini membuat berat badan kita semakin tidak ideal dari hari ke hari. Bahkan bisa dikatakan bahwa obesitas menjadi masalah baru yang muncul di berbagai belahan dunia.
       Banyak orang yang mengeluarkan uang banyak untuk bisa menikmati hidup sehat dengan stamina yang baik. Padahal jika mereka membuka mata lebih baik lagi, alam sudah menemukan jalan keluar yang kita butuhkan. Tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar kita memiliki khasiat yang baik bagi tubuh untuk dikonsumsi. Mengkonsumsi tumbuhan tentu saja lebih aman daripada mengkonsumsi berbagai macam obat yang tentu berasal dari bahan kimia yang mungkin saja menimbulkan efek samping, baik dalam waktu dekat maupun di kemudian hari. Salah satu tumbuhan yang berkhasiat itu adalah lidah buaya.
       Lidah buaya dikenal dengan nama ilmiah Aloe Vera. Nama lidah buaya dalam bahasa Indonesia muncul karena memang bentuknya mirip seperti lidah buaya. Tumbuhan ini memang termasuk dalam tumbuhan tropis dimana daunnya memiliki daging yang tebal. Daging daun inilah yang menyimpan khasiat bagi tubuh manusia, diantaranya:
a.       Lidah buaya dapat meluruhkan racun dengan vitamin dan mineral yang dikandungnya. Pembersih alami ini akan membuat manusia merasakan kesegaran dan mengurangi stres dengan cara yang aman.
b.      Mendinginkan dan melancarkan pencernaan dengan kandungan serat yang ada di dalam daging daunnya. Penyakit seperti maag, iritasi usus, kelebihan asam lambung, sembelit dan lain-lain akan menjauh pergi.
c.       Untuk anda yang rentan infeksi mulut dan gigi, mengkonsumsi lidah buaya dapat menjadi pilihan untuk mengataisinya hal tersebut. Lidah buaya juga dapat mengatasi masalah pada gusi.
d.      Jus lidah buaya yang dikonsumsi selama 14 minggu sebanyak setengah gelas saja dapat menurunkan kadar gula dalam darah sebanyak 45 persen.
e.       Berat badan dapat terkontrol dengan konsumsi lidah buaya karena lancarnya pencernaan dan proses metabolisme dalam tubuh.
f.       Lidah buaya yang kaya akan berbagai macam antioksidan dapat membuat kekebalan tubuh kita meningkat dan menghindarkan kita dari banyak penyakit yang bertebaran di sekitar lingkungan kita.
g.      Saat bagian tubuh anda ada yang terbakar, mengoleskan lidah buaya pada bagian luka adalah satu hal yang bisa dilakukan untuk mendinginkan dan menghindari infeksi.
h.      Luka bakar, gel lidah buaya dapat menyembuhkan dan memperbaiki kulit yang terkena luka bakar, termasuk luka bakar akibat paparan sinar matahari.
i.        Lidah buaya merupakan antioksidan yang penuh kontra radikal bebas untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
j.        Membantu gerakan usus, Aloe lateks mengandung antrakuinon glycosidesaloin A dan B yang bermanfaat sebagai obat pencahar yang kuat.

B. Manfaat Lidah Buaya
1.        Manfaat Lidah Buaya untuk Kulit Wajah
  Sebagai tanaman non-toksin, lidah buaya banyak ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman obat tradisional. Yuk, simak 5 kegunaan dari lidah buaya berikut ini, seperti dikutip Zeenews
a)    Mencerahkan kulit
  Lidah buaya memiliki manfaat yang menakjubkan untuk kulit. Hanya dengan mengoleskan sedikit gel lidah buaya, Anda bisa mecerahkan kulit Anda dengan sempurna. Ini juga ampuh meringankan sengatan dari matahari. Tak hanya itu, ini juga membantu dalam menyembuhkan lepuh akibat gigitan serangga eczema etcetera.
b)   Obat untuk jerawat
  Tanaman lidah buaya memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu menyembuhkan masalah jerawat. Bila dioleskan pada kulit yang terkena jerawat, lidah buaya bisa menyembuhkan bekas luka dan mengurangi kemerahan. Aloe vera juga bisa diaplikasikan secara langsung ke kulit melalui gel, krim dan lotion untuk menyembuhkan jerawat.
c)    Masker Lidah Buaya untuk wajah berminyak
  Nah, untuk perawatan kulit berminyak, lidah buaya bisa juga dijadikan sebagai masker wajah.
Berikut resepnya:
a.       1 sendok makan masker lumpur
b.      1 sendok makan jus lidah buaya
c.       1 sendok makan tepung hazel
d.      air secukupnya untuk membuat bahan-bahan ini jadi pasta
e.       tambahkan 1 tetes essential tea tree oil
f.       1 tetes essential oil lavender
g.      1 tetes essential oil peppermint
Campurkan semua bahan, oleskan dan didiamkan selama 15 menit dan basuh dengan air hangat lalu percikkan air dingin.
2.         Manfaat Lidah Buaya untuk Rambut
  Semua orang pasti sudah tidak asing dengan khasiat lidah buaya yang satu ini. Sejak dulu lidah buaya memang dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan rambut.
Berikut ini bebeapa diantaranya:
1. Melawan rambut rontok
  Lidah buaya mengandung banyak vitamin dan mineral yang efektif untuk mengobati rambut rontok. Campur ekstrak lidah buaya dengan shampo dan oleskan pada rambut Anda.
2. Kondisioner alami
  Aloe vera adalah kondisioner rambut alami yang memiliki efek pendinginan. Anda dapat memijat rambut dan kulit kepala dengan jus lidah buaya untuk mendapatkan hasil terbaik. Diamkan dan bilas dengan shampo.
3. Mencegah kebotakan
  Penipisan rambut membuat Anda jadi botak? Anda dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dengan mengoleskan gel atau jus lidah buaya pada kulit kepala Anda secara teratur. Biarkan 10 menit dan bilas dengan shampo.
4. Pelembap alami
  Ingin melembapkan rambut dan membuatnya jadi lebih mudah ditata?Gunakan gel atau jus lidah buaya sebagai bahan perawatan rambut Anda. Oleskan gel atau jus lidah buaya pada rambut dan kulit kepala. Tunggu 15 menit dan bilas dengan shampo.
5. Melawan ketombe
  Jika Anda menderita ketombe, kulit kepala kering dan gatal, segera gunakan gel atau jus lidah buaya untuk mengobati ketombe secara alami. Oleskan ekstrak lidah buaya pada kulit kepala dan biarkan selama 40-60 menit untuk menyingkirkan ketombe.



3.      Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan
a.    Membantu menyembuhkan masalah pencernaan
     Jus lidah buaya membantu banyak dalam mendetoksifikasi dan meningkatkan proses pencernaan. Jus dan gel aloe vera membantu dalam memerangi sembelit, sindrom iritasi usus, mulas dan iritasi saluran pencernaan lainnya, karena aloe vera merupakan obat pencahar yang baik.
b.    Membantu meningkatkan kekebalan tubuh
     Tanaman lidah buaya merupakan sumber yang kaya akan vitamin seperti Vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, dan E, asam folat, dan Niacin. Jadi, konsumsi lidah buaya setiap hari mampu meningkatkan sistem pertahanan tubuh sehingga melindungi Anda dari segala jenis stres oksidatif.
c.    Membantu mengendalikan diabetes
     Lidah buaya bila dikonsumsi baik dalam bentuk jus atau gel, berfungsi sebagai obat tradisional untuk mengobati diabetes, karena membantu dalam menjaga kadar gula darah.
     Melihat begitu banyak manfaat tanaman lidah buaya ini, sudah sewajarnya jika kita mulai menanam tanaman ini di teras rumah. Selain sebagai tanaman hias, suatu saat bisa digunakan sebagai obat tradisional.
4.      Manfaat Lidah Buaya untuk Kecantikan
Lidah buaya ini ternyata punya manfaat yang banyak sekali, baik untuk kecantikan maupun kesehatan. Ada lebih dari 200 jenis tumbuhan lidah buaya (aloe vera), tapi sebenarnya hanya lima jenis yang dipertimbangkan memiliki manfaat untuk kesehatan atau digunakan untuk produk-produk kecantikan,yakni Aloe Barbadensis MillerAloe Perryi Baker,Aloe FeroxAloe Arborescens dan Aloe Saponaria.
Semakin tua tumbuhan lidah buaya semakin memberi manfaat untuk nutrisi maupun pengobatan. Gel lidah buaya seringkali digunakan untuk mengobati luka gores, tersayat, gigitan serangga dan ruam. Manfaat lidah buaya untuk kesehatan sebenarnya sudah dikenal sejak dahulu kala. Menurut catatan sejarah mengindikasikan penggunaan lidah buaya untuk bahan pengobatan telah digunakan sejak 1.500 SM. Lidah buaya diduga juga jadi bahan rahasia kecantikan Cloepatra dan disebutkan dalam al kitab beberapa kali.
Lidah buaya terkenal untuk membuat rambut menjadi lembut sehingga rambut menjadi indah. Mungkin manfaat ini sudah kita dengar sejak kecil, kita sering dianjurkan menggunakan lidah buaya agar rambut indah. Itulah sebabnya banyak shampo yang menggunakan ekstrak lidah buaya dalam produknya. Manfaat ini didapat dari kandungan Glyco Protein. Bila Anda memiliki tanaman ini di rumah, Anda dapat memanfaatkannya dengan cara mengupas kulitnya kemudian menggosokkan bagian dagingnya ke kulit kepala dan rambut agar rambut menjadi subur dan indah.
Lignin merupakan kandungan yang terdapat di dalam daun lidah buaya yang berguna untuk menjaga kelembapan kulit sehingga kulit tidak menjadi kering dan terjaga elastisitasnya, juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya alergi kulit pada pemakainya. Ditambah dengan kandungan antrakuinon dan asam amino yang akan sangat berguna bagi kulit karena membantu kulit untuk segera memperbarui diri untuk menghasilkan sel-sel baru dan dapat menghilangkan sel kulit mati. Daging dari daun lidah buaya ini juga memiliki tingkat keasaman yang sama dengan yang dimiliki manusia dan mampu meresap dengan baik ke dalam tubuh juga memiliki kandungan saponin yang dapat berfungsi sebagai anti bakteri dan anti jamur. Penggunaan secara teratur dapat membuat kulit Anda sehat dan tampak cantik berseri. Anda juga dapat memanfaatkan aloe vera sebagai masker wajah, karena juga mengandung antioksidan yang mencegah penuaan dini.
Efek dingin dari jelly lidah buaya dapat menjadi pertolongan pertama saat Anda menderita luka bakar atau tersiram air panas. Dapat pula dimanfaatkan untuk kulit yang perih akibat sengatan matahari yang berlebih. Cukup tempelkan daging lidah buaya pada daerah yang terluka. Rasa dingin yang dihasilkan dari lidah buaya akan membantu proses penyembuhan
2.5 Yang dapat Diolah dari Lidah Buaya
Banyaknya manfaat dari lidah buaya menjadikan para produsen makanan tertarik untuk mengolah sebagai bahan baku makanan. Terbukti dengan beragamnya produk makanan dari lidah buaya di pasaran. Mulai dari yang dijual segar, dibuat manisan, juice, serbuk sampai Aloe Vera gel.
Kita sebenarnya ketinggalan, di negara tetangga seperti Hongkong, Taiwan dan Cina, mengkonsumsi lidah buaya sudah membudaya. Mereka mengkonsumsi dalam bentuk juice, manisan bahkan di campur dengan teh. Jika kita mau berkreasi, daging lidah buaya sebenarnya lezat untuk dijadikan beragam masakan. Teksturnya kenyal dengan rasanya menyegarkan, sangat cocok untuk campuran salad, tumisan, juice maupun manisan.
Jika Anda akan mengolah lidah buaya, berikut tips untuk mengurangi bau langu, rasa pahit dan lendirnya :
·         Pilih lidah buaya berdaging tebal. Kupas kulit sedikit tebal sehingga tersisa daging buah yang berwarna putih transparan. Potong menjadi bentuk yang lebih kecil. Rendam di dalam air matang yang telah ditambah dengan 0,025% garam dan 0,025% asam sitrat. Biarkan selama 2 jam, cuci bersih dan tiriskan.
·         Cara lain : Setelah dikupas, cuci dan remas-remas potongan daging lidah buaya di dalam air garam. setelah lendirnya hilang, rendam dalam air kapur sirih atau tawas agar diperoleh tekstur gel yang lebih kokoh dan kenyal. Cuci bersih dan gel siap digunakan. Budi Sutomo
Ada banyak olahan makanan dari lidah buaya anatara lain : Nata De Aloe, Jus Lidah Buaya, Permen Lidah Buaya, Punch Lidah Buaya, Keripik Lidah Buaya, Manisan isi Strowberi dari Lidah Buaya, Puding Lidah Buaya, Sirup Lidah Buaya, Serbat Lidah Buaya dll.
Berikut ini cara pembuatan olahan makanan dari lidah buaya :
2.    Manisan Lidah Buaya Beupa Minuman (Nata De Aloe)
          Bahan :
1.    lidah buaya segar yang sudah di kupas 1 kg
2.    gula pasir 500 gr
3.    garam 5 gr
4.    asam sitrat 10 gr
5.    Na Benzoat 3% dari jumlah air yang digunakan dalam sirup
6.    Essence Pandan
7.    air putih bersih
Fungsi bahan :
ü  asam sitrat dan garamuntuk membuang kandungan lendir yang sangat banyak dalam lidah buaya
ü  Benzoat sebagai pengawet
ü  Essence Pandan sebagai pemberi aroma
ü  Air diperlukan sangat  banyak dalam pembuatan ini terutama dalam pencucian bahan (lidah buaya)
ü  Gula sebagai pemanis dalam sirup dan bukan sebagai pengawet karena kadar yang terkandung didalamnya tidak leblih dari 40%
Cara pembuatan :
1.      Siapkan bahan yang diperlukan
2.      Kupas lidah buaya hingga meghasilkan daging lidah buaya yang bersih potong dadu dengan ukuran 1cm
3.      Cuci daging lidah buaya sampai bersih atau kandungan lendir dalam lidah buaya banyak berkurang
4.      Lakukan blanching atau rebus dalam air mendidih ±10 menit.angkat dan langsung masukan kedalam air dingin( fungsi untuk mencegah pemanasan berlanjut)
5.      Iiriskan daging lidah buaya tadi yang siap untuk dilakukan pemanisan
6.      Bbuat larutan gulal dengan konsentrasi 20% ( Penambahan Na Benzoat dilakuakan pada saat larutan hangat.
7.      Masukan daging lidah buaya kedalam larutan tersebut dan lakukan pasteurisasi ±10 menit
8.      Masukan manisan lidah buaya kedalam wadah saji tambahkan batu es agar menambah kesegaran manisan tersebut.
2.    Permen Lidah Buaya
Bahan :
Ø  5kg lidah buaya diambil lendirnya
Ø  1kg gula putih
Ø  0,5g Sitrun
Ø  0,5g natrium benzoat
Ø  tetes perasa dan pewarna
Cara :
1.    Kupas lidah buaya, ambil dagingnya kemudian blender hingga halus.
2.    Rebus hingga kental, aduk terus sambil memasukkan gula. aduk hingga menyusut 50%.
3.    Kemudian tambahkan agar-agar, pewarna dan lain-lain  untuk mempermudah mencetak jadi permen.
4.    kalau sudah benar-benar kental, angkat lalu tuangkan kedalam loyang. dinginkan dan jemur selama 6 hari.
5.    Permen bisa dipotong sesuai selera setelah 6 hari, Setelah permen di potong menurut selera, kemudian taburi potongan permen tersebut dengan gula kastor.. campur rata.
6.    Permen (candy) dibuat dengan tiga rasa, yakni strawberi dengan warna pink, pandan dengan warna hijau, dan rasa alami aloevera dengan warna putih kekuningan.
7.    Diamkan selama 1 mnggu sampai gula benar-benar menempel pada permen, setelah satu minggu baru bisa di packing.

3.    Minuman Dari Lidah Buaya .
Ø Bahan :
1 pelepah lidah buaya berat 1 kg
6 buah siwalan/ 150 gram sari kelapa, potong-potong
es batu, secukupnya
Rendaman:
1 liter air
1 sdm air kapur sirih
½ sdt garam
Sirup:
350 gram gula pasir
750 ml air
1/2 sdt vanili bubuk
2 lembar daun pandan, simpulkan
pewarna merah, secukupnya
Cara :
1.      Rendaman: campur air dengan air kapur sirih dan garam.
2.      Kupas pelepah lidah buaya, potong daging lidah buaya  ukuran dadu 1 cm, masukkan ke dalam air rendaman diamkan selama 30 menit – 1 jam, cuci bersih dan tiriskan.
3.      Didihkan air, rebus daging lidah buaya selama 10 menit, angkat.
4.      Sirup: masak air bersama gula pasir, vanili bubuk, dan daun
pandan, beri pewarna merah, masak hingga mendidih. Masukkan daging lidah buaya dan siwalan/sari kelapa, masak sebentar, angkat dan dinginkan, simpan dalam lemari pendingin.
5.      Siapkan gelas, beri es batu, tuangkan sirup dan bahan isi secukupnya.
Sajikan segera selagi dingin.





4.    Kripik Lidah Buaya
Alat :
·         Pisau
·         Waskom
·         Blender
·         Penggorengan
·         Kompor
Bahan :
·         Lidah buaya
·         Telor
·         Terigu
·         Minyak goreng
·         Plastik.
Cara :
1.   Lidah buaya dikupas dan diambil dagingnya,
2.   Kemudian dicuci hingga bersih sampai lendirnya hilang dan kesat,
3.   Lalu diblender hingga lembut.
4.   Setelah itu larutan lidah buaya dicampur telur, terigu, dan minyak goreng,
5.   Diaduk hingga mengental,
6.   Kemudian didiamkan sekitar 15 menit,
7.   Baru adonan tersebut digiling hingga berbentuk kotak kecil-kecil,dan
8.   Digoreng hingga kering,
9.   Setelah itu diberi penyedap rasa.

5. Manisan Isi Strowberi dari Lidah Buaya.
Bahan Kulit:
§   250 g tepung terigu
§   2 btr telur
§   150 ml air
§   50 g mentega
§   1 sdm air jeruk lemon
§   100 g mentega, untuk olesan
§   50 g gula halus, untuk taburan
Bahan Isi:
·            750 g stroberi, iris tipis
·            250 g gula pasir
·            1 bh jeruk nipis, peras
·            100 g nanas, parut
·            100 g manisan lidah buaya, haluskan
·            1/2 sdt kayu manis bubuk
·            100 g kacang mede, sangrai, cincang kasar

Cara Membuat:
1.        Buat isi: Campur stroberi, gula pasir, air jeruk nipis, kayu manis bubuk, nanas, dan lidah buaya. Masak hingga airnya berkurang.
2.        Buat kulit: Uleni bahan kulit, diamkan selama 1 jam agar mudah dibentuk. Gilas tipis dan olesi dengan mentega, letakkan dan susun irisan stroberi hingga memenuhi permukaan kulit, tambahkan kacang mede, kemudian gulung. Poles atasnya dengan mentega dan panggang dalam oven hingga matang, kurang lebih 30 menit.
3.        Setelah dingin, potong menjadi 6 potong, taburi dengan gula halus.
4.        Sajikan selagi hangat sebagai makanan selingan atau sarapan.

2.6 Efek Samping Lidah Buaya bagi Tubuh
Selain mempunyai multimanfaat lidah buaya juga mempunyai efek samping.Karena aplikasi gel lidah buaya dapat menyebabkan iritasi kulit dan reaksi alergi lainnya. Minum jus lidah buaya atau gel mengkonsumsi secara langsung dapat menyebabkan kram dan diare pada beberapa individu. Menelan lidah buaya dapat menyebabkan noda usus besar, sehingga sulit untuk mengamati usus besar selama kolonoskopi. Berikut efek samping dari lidah buaya :
1.        Reaksi alergi : Orang yang alergi terhadap bawang putih, bawang merah, bunga tulip, atau tanaman lain dari keluarga lily, harus menghindari lidah buaya. Penggunaan lidah buaya secara topikal atau oral bagi orang yang memiliki alergi terhadap lidah buaya dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal-gatal, kram, dan diare. Salah satu cara sederhana untuk menguji apakah Anda alergi terhadap lidah buaya atau tidak adalah dengan mengoleskan sedikit cairan lidah buaya murni di belakang telinga. Untuk orang yang alergi terhadap lidah buaya, dianjurkan untuk selalu membaca label dari setiap produk yang digunakan, karena lidah buaya banyak terkandung dalam sejumlah besar produk perawatan kulit, makanan alami dan herbal, serta produk obat-obatan. 
2.      Diare dan kram : Jus daun lidah buaya mengandung aloe latex, yang dikenal sebagai pencahar. Lidah buaya bisa memicu timbulnya diare atau kram yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit berbahaya, bahkan meskipun digunakan hanya beberapa hari. Pada 5 November 2002, FDA (BP POM-nya Amerika) tidak merekomendasikan penggunaan lidah buaya sebagai obat pencahar. Sebagai obat pencahar, lidah buaya bersifat adiktif dan memiliki efek negatif permanen pada kesehatan kolon yang bisa memperparah sembelit (konstipasi). 
3.      Kanker Kolorektal : Penggunaan lidah buaya secara oral untuk jangka waktu satu tahun atau lebih dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Selain itu menurut penelitian genotoxicity menunjukkan bahwa obat pencahar yang mengandung lidah buaya menimbulkan risiko kanker kolorektal bahkan meskipun digunakan sesuai petunjuk. Menurut website Flora, bakteri Pseudomelanosis coli bisa timbul akibat penggunaan lidah buaya dalam jangka panjang, yang merupakan penyebab risiko kanker kolorektal. 
4.      Ketidakseimbangan Gula Darah : Mayo Clinic menyatakan bahwa lidah buaya yang dikonsumi secara oral memiliki kemampuan untuk menurunkan gula darah. Oleh karena itu, lidah buaya tidak boleh diambil oleh orang yang menderita diabetes kecuali di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Lidah buaya memiliki kontraindikasi dengan obat-obatan seperti hypoglycemics seperti insulin, DiaBeta, metformin, glyburide, dan glipizide. 
5.      Kematian : Menurut Mayo Clinic dan website Flora, kematian akibat kerusakan ginjal dan diare berdarah yang parah dapat terjadi akibat dosis toksik lidah buaya. Mengonsumsi lidah buaya secara oral dengan konsentrasi 1 gram per hari atau lebih selama beberapa hari adalah dosis yang bisa mematikan

2.7 Cara Membudidayakan Lidah Buaya
          Cara menanam lidah buaya cukup sederhana, selain cara menanamnya mudah lidah buaya juga dapat di taman di pot. Berikut ini cara menanam lidah buaya :
1.      Siapkan lahan kosong, Lakukan persiapan pada lahan dengan membajaknya dan digemburkan lebih dahulu. Jangan lupa membuat drainase dan bendungan jika perlu sehingga memudahkan anda dalam mendapatkan air, atau membuang kelebihan air saat musim penghujan. Pembuatan bedengan dengan ukuran 1 x 2 meter dan tinggi 30 - 40 cm sedangkan panjang supaya disesuaikan dengan panjang / lebar lahan. Jika anda ingin tumbuhan lidah buaya ini tidak menyebar kemana-mana maka siapkan pot tanaman. Sehingga perkembangan aloe vera nantinya bisa dibatasi.
2.      Pembibitan dilakukan secara vegetatif, yaitu dengan cara mencari anakan pada tanaman induk. Caranya dengan dicongkel tetapi pada bagian akar diupayakan agar tidak putus. Anakan yang diperoleh ditanam pada polybag. Waktu atau lama pembibitan sekitar 3 - 5 bulan.
3.      Setelah mencapai usia 3-5 bulan dari penanaman di polybag. Bibit yang sudah disiapkan ditanam pada lubang dengan kedalaman lebih dari 10 Cm. Yang harus diperhatikan pada saat penanaman adalah usahakan bibit tidak terhimpit dan daun tidak patah. Kemudian siram dengan sedikit air.
4.      Pada minggu pertama perhatikan daun paling luar lidah buaya, apakah layu atau tetap segar. Jika layu ada kemungkinan akar di gerogoti hama seperti semut dan serangga tanah lainnya. Jika ini terjadi lidah buaya dapat dicabut kembali dan bersihkan media tanam.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penjelasan tentang tanaman lidah buaya di atas adalah :
1.    Lidah buaya atau Aloe Vera memiliki kandungan yaitu suatu senyawa organik aloe emodin, 72 zat yang dibutuhkan tubuh, 18 macam asam amino diantaranya karbohidrat, lemak, dan air serta zat golongan dan mengandung semua jenis vitamin kecuali vitamin D, dan mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim.
2.    Tanaman Lidah Buaya atau Aloe Vera memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.Dan selain bermanfaat untuk kesehatan tanaman ini juga dapat diolah menjadi olahan makanan dan campuran obat – obatan yang instan.
3.    Cara menanam lidah buaya juga mudah dan sederhana. Lidah buaya juga bisa ditanam di pot.
4.    Namun, selain lidah buaya mempunyai banyak manfaat lidah buaya juga mempunyai efek samping yaitu gatal – gatal pada tubuh.
3.2 Saran
Saran dari penjelasan tentang tanaman lidah buaya di atas adalah :
1.    Masyarakat Indonesia perlu melestarikan tanaman lidah buaya karena lidah buaya mempunyai multimanfaat
2.    Pemerintah dan instansi terkait, diharapkan dapat mengembangkan lidah buaya  sebagai obat herbal yang sangat bermanfaat bagi manusia dengan begitu masyarakat akan pindah menggunakan obat herbal.
3.    Masyarakat harus lebih memilih menggunakan obat herbal khususnya lidah buaya dari pada menggunakan obat berbahan kimia yang menyebabkan efek samping dan akan  mempengaruhi kesehatan untuk tubuh manusia.



DAFTAR PUSTAKA
1.      Rahayu Puji,2007.Budi Daya Lidah Buaya.Semarang;Ghyyas Putra
7.      Furnawanthi Irni,2003.Khasiat dan Manfaat Lidah Buaya.Montong; PT.ArgoMedia Pustaka






Lampiran